Masa Depan IKN: Antara Janji Politik dan Keraguan Investor

- Pewarta

Senin, 18 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 upacara pengibaran bendera memperingati ulang tahun ke-80 kemerdekaan negara di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu 17 Agustus 2025.

upacara pengibaran bendera memperingati ulang tahun ke-80 kemerdekaan negara di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu 17 Agustus 2025.

JAKARTA, WawasanNews – Peringatan Hari Kemerdekaan ke-80 Republik Indonesia kembali digelar di Istana Merdeka, Jakarta, bukan di Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagaimana yang diperkirakan publik. Keputusan Presiden Prabowo Subianto ini menimbulkan beragam spekulasi tentang masa depan proyek strategis yang sejak awal penuh kontroversi.

Meski tahun lalu IKN berhasil menjadi tuan rumah peringatan HUT RI pertama kalinya, kali ini sorotan justru beralih pada arah kebijakan pemerintah baru. Banyak pengamat menilai, langkah Prabowo menunjukkan berkurangnya prioritas terhadap megaproyek warisan Presiden Joko Widodo.

Politik dan Janji Pemindahan Ibu Kota

Sejak digagas Jokowi pada 2019, pemindahan ibu kota dimaksudkan untuk mengatasi masalah Jakarta seperti banjir, polusi, dan penurunan tanah. Namun, proyek bernilai ratusan triliun rupiah itu menuai kritik publik, dari isu lingkungan hingga keraguan aparatur sipil negara (ASN) untuk pindah.

Kini, di bawah kepemimpinan Prabowo, arah kebijakan menjadi berbeda. Ia lebih fokus pada program populis seperti makan gratis, pembentukan koperasi desa, dan pembangunan rumah murah. Menurut pakar politik BRIN, Siti Zuhro, keputusan ini wajar karena Prabowo tidak menghadapi tekanan publik besar untuk segera memindahkan ibu kota.

“Visi Prabowo adalah membangun ketahanan ekonomi dari akar rumput,” ujarnya.

Istana Kepresidenan dan kantor-kantor kementerian di IKN.

Dampak pada Kepercayaan Investor

Keputusan menunda pemindahan ibu kota berdampak langsung pada kepercayaan investor. Data menunjukkan, hanya 42 perusahaan yang telah menyatakan komitmen menanamkan modal di IKN dengan total Rp62 triliun. Namun, sebagian besar belum memulai pembangunan.

Bahkan, Hashim Djojohadikusumo—adik Prabowo—yang pernah menjanjikan investasi infrastruktur air bersih senilai Rp4,7 triliun, hingga kini belum merealisasikannya.

“Investor ingin jaminan kepastian. Tanpa keputusan presiden yang formal, mereka ragu menanam modal lebih jauh,” kata Djayadi Hanan, Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indonesia.

Potensi Dampak Politik

Selain urusan investasi, politik juga menjadi faktor penting. Banyak pihak menilai Prabowo harus menjaga keseimbangan antara melanjutkan warisan Jokowi dan memperkuat programnya sendiri.

Pengamat politik Paramadina, Hendri Satrio, menyebut penundaan IKN bisa memengaruhi relasi Prabowo dengan Jokowi. “Jika Prabowo menunjukkan popularitas melalui program populis, ia bisa saja meninggalkan proyek IKN,” ujarnya.

Namun, risiko politik juga muncul. Jika IKN terbengkalai, isu ini bisa dimanfaatkan lawan politik menjelang Pilpres 2029.

Antara “Kota Masa Depan” atau “Kota Mati”?

Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menegaskan pembangunan tahap kedua segera dimulai. Targetnya, pada 2029 sudah ada kantor legislatif, yudikatif, hingga tambahan apartemen untuk ASN.

Meski demikian, para pengamat menyebut masa depan IKN bergantung pada konsistensi pemerintah lima tahun ke depan. Jika tidak, kota baru di Kalimantan Timur itu bisa berubah dari simbol masa depan menjadi sekadar “kota mati”.

WawasanNews.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Kemendikdasmen Siapkan 150 Ribu Beasiswa S1 untuk Guru, Dorong Kualitas Pendidikan Lebih Merata
Sempat Kabur ke Hutan, Paman di Kendal yang Diduga Cabuli Keponakan Akhirnya Ditangkap Polisi
KemenPPPA Soroti Pentingnya Deteksi Gangguan Mental pada Anak dan Remaja
DPR Minta TNI dan Polisi Turun Tangan Berantas Tambang Ilegal di Sumbar
Pemerintah Pastikan Revisi UU HAM Tidak Kurangi Independensi Komnas HAM
Stasiun Kaliwungu Kendal Bakal Aktif Lagi, Ditarget Layani Penumpang pada 2027
Pengasuh Ponpes di Pekalongan Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan Santriwati, Langsung Ditahan
BUMDes Tanjungmojo Panen Semangka Perdana, Bupati Kendal Dorong Jadi Komoditas Unggulan

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 14:57

Kemendikdasmen Siapkan 150 Ribu Beasiswa S1 untuk Guru, Dorong Kualitas Pendidikan Lebih Merata

Jumat, 29 Mei 2026 - 16:43

Sempat Kabur ke Hutan, Paman di Kendal yang Diduga Cabuli Keponakan Akhirnya Ditangkap Polisi

Jumat, 29 Mei 2026 - 15:53

KemenPPPA Soroti Pentingnya Deteksi Gangguan Mental pada Anak dan Remaja

Jumat, 29 Mei 2026 - 15:29

DPR Minta TNI dan Polisi Turun Tangan Berantas Tambang Ilegal di Sumbar

Jumat, 29 Mei 2026 - 15:23

Pemerintah Pastikan Revisi UU HAM Tidak Kurangi Independensi Komnas HAM

Berita Terbaru