RRQ Kazu, EVOS Divine dan Bigetron Siap Tempur di Grand Finals FFWS SEA 2026, Indonesia Bidik Gelar Asia Tenggara

- Pewarta

Sabtu, 30 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Poster roster RRQ Kazu dalam Free Fire World Series Southeast Asia (FFWS SEA) 2026 Spring. (Istimewa/Wawasannews)

Poster roster RRQ Kazu dalam Free Fire World Series Southeast Asia (FFWS SEA) 2026 Spring. (Istimewa/Wawasannews)

JAKARTA, Wawasannews.com – Tiga tim Indonesia dipastikan tampil di babak Grand Finals Free Fire World Series Southeast Asia (FFWS SEA) 2026 Spring yang berlangsung di Ho Chi Minh City, Vietnam, akhir pekan ini. RRQ Kazu, EVOS Divine, dan Bigetron by Vitality akan bersaing dengan tim-tim terbaik Asia Tenggara untuk memperebutkan gelar juara regional.

Persaingan dipastikan berlangsung ketat. Selain membawa nama Indonesia, ketiga tim juga harus menghadapi dominasi Thailand dan Vietnam yang sama-sama menurunkan empat wakil di babak puncak.

Babak Grand Finals dijadwalkan berlangsung dua hari. Hari pertama dimulai dengan format Point Rush pada Sabtu (30/5), kemudian dilanjutkan Champion Rush pada Minggu (31/5).

Garena Indonesia dalam keterangan resminya menyebut sebanyak 12 tim akan memperebutkan gelar juara sekaligus hadiah terbesar dari total prize pool senilai 300 ribu dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp5,3 miliar.

Dari kubu Indonesia, Bigetron by Vitality menjadi tim yang lebih dulu memastikan tiket Grand Finals.

Mereka tampil konsisten sejak awal turnamen dan mengamankan tempat di partai puncak pada hari pertama pekan ketiga babak Knockout.

Permainan stabil membuat Bigetron tampil cukup percaya diri sepanjang kompetisi.

RRQ Kazu menyusul sehari kemudian.

Sempat kurang maksimal pada pekan pertama, RRQ perlahan bangkit dan memperbaiki performa.

Hasilnya, tim tersebut berhasil mengamankan posisi menuju Vietnam dan kembali menjaga peluang meraih gelar regional.

Perjalanan paling dramatis datang dari EVOS Divine.

Tim juara Esports World Cup (EWC) 2025 Free Fire itu harus berjuang sampai hari terakhir pekan keempat babak Knockout.

EVOS baru memastikan tiket Grand Finals usai bertahan di posisi enam besar klasemen akhir.

Kondisi itu membuat persaingan wakil Indonesia terasa lebih menegangkan hingga akhir babak penyisihan.

Di sisi lain, Thailand datang dengan kekuatan besar.

Empat tim mereka lolos ke Grand Finals, yakni All Gamers Global, Team Falcons, Twisted Minds, dan Buriram United.

Dari keempat tim itu, Team Falcons dan All Gamers Global cukup konsisten sejak awal turnamen.

Keduanya beberapa kali berada di papan atas dan dianggap sebagai lawan yang patut diwaspadai.

Vietnam sebagai tuan rumah juga tidak kalah kuat.

Mereka menurunkan GOW Esports, Team Flash, WAG, dan P Esports.

Empat tim tersebut tampil merata dan beberapa kali merepotkan wakil Indonesia selama babak Knockout.

Salah satu tantangan yang muncul datang dari area drop zone yang berdekatan, sehingga membuat benturan antar tim lebih sering terjadi sejak ronde awal.

Selain Indonesia, Thailand, dan Vietnam, ada satu wakil Malaysia yang ikut tampil di Grand Finals, yakni Aurora Gaming.

Aurora cukup menarik perhatian pada pekan keempat.

Mereka tampil agresif dan dinilai punya peluang memberi kejutan di babak akhir.

Meski persaingan tidak ringan, peluang Indonesia tetap terbuka.

Ketiga tim datang dengan modal yang cukup meyakinkan dari panggung dunia.

Pada Esports World Cup 2025 Free Fire, tim Indonesia berhasil mendominasi.

EVOS Divine keluar sebagai juara dunia.

RRQ Kazu menempati posisi kedua.

Sedangkan Bigetron by Vitality finis di peringkat ketiga.

Catatan itu menjadi sinyal bahwa Indonesia masih punya kekuatan besar di level Asia Tenggara.

Apalagi pengalaman tampil di panggung internasional memberi bekal tersendiri saat menghadapi tekanan pertandingan besar.

Grand Finals musim ini juga memakai aturan baru.

Pada format Champion Rush, tim kini harus mencapai minimal 90 poin untuk membuka peluang menjadi juara.

Jumlah itu lebih tinggi dibanding format sebelumnya yang menetapkan batas 80 poin.

Dengan aturan baru tersebut, setiap tim dituntut bermain lebih konsisten.

Mereka tidak hanya mengejar kemenangan di satu ronde, tetapi juga harus menjaga perolehan poin sepanjang pertandingan.

Setiap keputusan saat rotasi, duel di area terbuka, hingga penentuan posisi akhir akan sangat menentukan.

Turnamen ini juga menjadi jalur menuju Esports World Cup 2026. (Dilansir dari antaranews)

Delapan tim terbaik dari klasemen akhir akan mengamankan tiket menuju turnamen dunia yang dijadwalkan berlangsung di Paris, Prancis, pada Juli mendatang.

Untuk EVOS Divine, tiket ke EWC 2026 sudah dipastikan lebih dulu karena berstatus juara bertahan.

Namun dua wakil Indonesia lainnya tetap memburu hasil maksimal agar bisa lolos lewat jalur klasemen.

Daftar tim Grand Finals FFWS SEA 2026 Spring:

  • Bigetron by Vitality (Indonesia)
  • RRQ Kazu (Indonesia)
  • EVOS Divine (Indonesia)
  • All Gamers Global (Thailand)
  • Team Falcons (Thailand)
  • Twisted Minds (Thailand)
  • Buriram United (Thailand)
  • GOW Esports (Vietnam)
  • Team Flash (Vietnam)
  • WAG (Vietnam)
  • P Esports (Vietnam)
  • Aurora Gaming (Malaysia)

Bagi penggemar Free Fire di Indonesia, termasuk Jawa Tengah, Grand Finals akhir pekan ini menjadi laga yang dinanti.

Tiga wakil Merah Putih punya peluang menjaga tradisi kuat Indonesia di panggung Free Fire Asia Tenggara. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Veda Ega Pratama Tempati Posisi 21 di FP2 Moto3 GP Italia, Masih Punya Kesempatan Bangkit di Kualifikasi
Alwi Farhan Melaju ke Semifinal Singapore Open 2026, Singkirkan Kodai Naraoka Dua Gim Langsung
Belanda Rilis Skuad Final Piala Dunia 2026, Van Dijk Pimpin Oranje di Grup F
Ramadhipa Ukir Sejarah di Moto3 Junior 2026, Menpora Sebut Jadi Inspirasi Generasi Muda
Manchester United Tundukkan Brighton 3-0, Fernandes Catat Rekor Assist Premier League
Jadwal Lengkap Piala Dunia 2026 Dirilis FIFA, Dibuka di Meksiko dan Final 20 Juli di New York
Usai Juara Thailand Open, Leo/Daniel Ditantang Jaga Konsistensi di Turnamen Berikutnya
Gregoria Mundur dari Pelatnas, PBSI Beri Penghormatan atas Dedikasi

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 16:00

Veda Ega Pratama Tempati Posisi 21 di FP2 Moto3 GP Italia, Masih Punya Kesempatan Bangkit di Kualifikasi

Sabtu, 30 Mei 2026 - 15:27

Alwi Farhan Melaju ke Semifinal Singapore Open 2026, Singkirkan Kodai Naraoka Dua Gim Langsung

Sabtu, 30 Mei 2026 - 15:14

RRQ Kazu, EVOS Divine dan Bigetron Siap Tempur di Grand Finals FFWS SEA 2026, Indonesia Bidik Gelar Asia Tenggara

Kamis, 28 Mei 2026 - 11:13

Belanda Rilis Skuad Final Piala Dunia 2026, Van Dijk Pimpin Oranje di Grup F

Selasa, 26 Mei 2026 - 16:00

Ramadhipa Ukir Sejarah di Moto3 Junior 2026, Menpora Sebut Jadi Inspirasi Generasi Muda

Berita Terbaru