KENDAL, Wawasannews.com – Stasiun Kaliwungu di Kabupaten Kendal yang sudah lama tidak melayani penumpang kini mulai disiapkan untuk kembali beroperasi. Pemerintah Kabupaten Kendal menargetkan reaktivasi stasiun tersebut bisa terlaksana pada tahun 2027.
Rencana pengoperasian kembali stasiun itu dibahas dalam pertemuan antara Pemerintah Kabupaten Kendal dan PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 4 Semarang.
Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari mengatakan Pemkab Kendal mendukung penuh rencana aktivasi kembali Stasiun Kaliwungu. Menurutnya, keberadaan stasiun tersebut nantinya akan membantu kebutuhan transportasi masyarakat yang terus meningkat.
“Pemda Kendal tentu sangat menyambut baik rencana pengaktifan kembali Stasiun Kaliwungu,” ujar Bupati yang akrab disapa Mbak Tika, Rabu (28/5/2026).
Ia menjelaskan, kawasan Kaliwungu dan sekitarnya saat ini berkembang cukup pesat sebagai wilayah industri. Pertumbuhan investasi dan bertambahnya jumlah tenaga kerja membuat kebutuhan transportasi massal juga ikut meningkat.
Selama ini, sebagian besar pekerja masih mengandalkan kendaraan pribadi maupun transportasi darat untuk menuju kawasan industri. Kondisi itu sering memicu kepadatan lalu lintas, terutama pada jam berangkat dan pulang kerja.
Karena itu, pengoperasian kembali Stasiun Kaliwungu dinilai bisa menjadi solusi alternatif bagi para pekerja maupun masyarakat umum.
“Kalau nanti Stasiun Kaliwungu aktif lagi, pekerja punya pilihan transportasi yang lebih mudah. Harapannya lalu lintas di jalur darat juga bisa berkurang,” katanya.
Selain mendukung mobilitas pekerja, keberadaan stasiun juga diharapkan membantu aktivitas ekonomi masyarakat sekitar. Pemkab Kendal menilai akses transportasi kereta api dapat membuka peluang usaha baru di kawasan sekitar stasiun.
Aktivitas perdagangan dan distribusi barang diperkirakan ikut meningkat apabila layanan kereta kembali berjalan. Hal itu juga diyakini bisa memberi dampak bagi pelaku UMKM di wilayah Kaliwungu.
Mbak Tika mengatakan pengoperasian kembali stasiun bukan hanya soal transportasi penumpang, tetapi juga berkaitan dengan perkembangan ekonomi daerah.
Menurutnya, akses transportasi yang lebih mudah akan mendukung pertumbuhan kawasan industri sekaligus mempermudah aktivitas masyarakat sehari-hari.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kendal Mohammad Eko mengatakan pembahasan dengan PT KAI juga mencakup penanganan perlintasan kereta api sebidang di wilayah Kendal.
Ia menyebut masih ada sejumlah titik perlintasan yang belum dilengkapi palang pintu. PT KAI disebut berencana membangun dua hingga tiga titik pengamanan tambahan.
“Nanti perlintasan yang belum ada palang pintunya akan dibuatkan oleh PT KAI,” ujarnya.
Menurut Eko, keberadaan palang pintu sangat penting untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan dan mengurangi risiko kecelakaan di perlintasan kereta.
Selain membahas Stasiun Kaliwungu, Dishub Kendal juga mengusulkan pengoperasian kereta rute Weleri–Pekalongan. Jalur tersebut diharapkan bisa mendukung mobilitas masyarakat di wilayah pantura Kendal.
Rute itu juga dinilai penting untuk menunjang aktivitas pekerja yang setiap hari berangkat menuju kawasan industri di Kendal maupun daerah sekitar.
“Semoga rencana ini bisa terealisasi sehingga kebutuhan transportasi masyarakat dan pekerja di Kendal bisa lebih terbantu,” pungkasnya.
Pewarta : Zidnal
Editor : Riyadi






