KENDAL, Wawasannews.com – Unggahan mengenai sosok menyerupai pocong yang disebut muncul di wilayah Kaliwungu Selatan, Kabupaten Kendal, ramai diperbincangkan di media sosial dalam beberapa hari terakhir.
Informasi tersebut beredar melalui status WhatsApp, Facebook, hingga grup percakapan warga. Dalam unggahan yang tersebar, terdapat poster berisi peringatan bertuliskan “Hati-Hati Modus Baru” disertai imbauan agar warga tidak langsung membuka pintu rumah saat larut malam.
Narasi dalam pesan berantai itu juga menyebut adanya warga yang dikabarkan mengalami kejadian mencurigakan setelah membuka pintu rumah pada dini hari. Selain itu, sejumlah foto rumah warga turut diunggah dan dikaitkan dengan isu tersebut.
Kabar tersebut dengan cepat menyebar dan memicu berbagai tanggapan dari masyarakat di sejumlah wilayah Kabupaten Kendal.
Namun hingga saat ini, belum ada laporan resmi maupun bukti valid yang memastikan kebenaran informasi yang beredar tersebut.
Menanggapi viralnya unggahan itu, Kapolres Kendal Hendry Susanto Sianipar mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum jelas sumber maupun kebenarannya.
“Masyarakat kami minta tidak mudah percaya hoaks dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi,” ujar Hendry, Minggu (24/5).

Ia meminta warga lebih bijak dalam menggunakan media sosial serta tidak langsung membagikan unggahan yang belum dipastikan kebenarannya.
Menurutnya, masyarakat juga dapat segera melapor apabila menemukan hal mencurigakan di lingkungan sekitar.
“Jika ada kejadian mencurigakan atau membutuhkan bantuan kepolisian, segera hubungi layanan 110 atau lapor ke Polsek terdekat,” tegasnya.
Kapolres menambahkan, Polres Kendal terus melakukan pemantauan untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif.
Hendry juga mengingatkan bahwa banyak konten di media sosial saat ini dapat dimanipulasi menggunakan editan digital maupun teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
“Banyak konten di media sosial yang dapat berupa rekayasa, editan, atau dibuat menggunakan teknologi AI. Karena itu masyarakat diminta tetap tenang dan bijak menggunakan media sosial,” pungkasnya. (red)









