Komisi C DPRD Kendal Sidak Pengerukan Tanah di Sepetek, Soroti Jalan Licin dan Muatan Truk Berlebih

- Pewarta

Jumat, 22 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Kendal, Sisca Meritani, melakukan sidak ko lokasi pengerukan tanah di kawasan Sepetek, Desa Kertosari, Kecamatan Singorojo, Kamis (21/5/2026). Foto: Wawasannews.com

Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Kendal, Sisca Meritani, melakukan sidak ko lokasi pengerukan tanah di kawasan Sepetek, Desa Kertosari, Kecamatan Singorojo, Kamis (21/5/2026). Foto: Wawasannews.com

KENDAL, Wawasannews.com – Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Kendal, Sisca Meritania bersama jajaran Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kendal melakukan inspeksi mendadak (sidak) di lokasi pengerukan tanah jalur Boja–Kaliwungu, tepatnya di kawasan Sepetek, Desa Kertosari, Kecamatan Singorojo, Kamis (21/5/2026).

Sidak dilakukan menyusul laporan warga terkait kecelakaan tunggal yang diduga dipicu kondisi jalan licin akibat aktivitas truk pengangkut tanah dari lokasi pengerukan tersebut.

“Saya bersama Dinas Lingkungan Hidup melaksanakan sidak di lokasi adanya laporan warga yang mengalami kecelakaan. Laporannya, ada warga yang terpeleset jatuh akibat aktivitas pengerukan tanah di sini karena jalannya licin,” ujar Sisca kepada awak media.

Sisca menegaskan, Komisi C DPRD Kendal menaruh perhatian serius terhadap keselamatan pengguna jalan di jalur Boja–Kaliwungu yang setiap hari dilalui masyarakat. Dalam sidak tersebut, pihaknya menemukan sejumlah truk pengangkut tanah diduga melebihi kapasitas muatan.

Baca Juga  Hangat dan Penuh Kebersamaan, Warga Sukodono Kendal Rayakan Idulfitri 1447 H dengan Silaturahmi

Menurut Sisca, kondisi itu berpotensi mempercepat kerusakan jalan sekaligus membahayakan pengendara, khususnya sepeda motor saat musim hujan. “Kami beri waktu tiga hari. Kami akan mendorong agar truk diganti dengan kapasitas lebih kecil. Kalau tidak, jalan bisa rusak semua. Sidak hari ini juga menjadi teguran langsung supaya pengelola di Sepetek segera membuat saluran drainase,” tegasnya.

Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Kendal, Sisca Meritania bersama jajaran Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kendal melakukan inspeksi mendadak (sidak) di lokasi pengerukan tanah jalur Boja–Kaliwungu, Kamis (21/5/2026). Foto : Wawasannews.com

Selain meminta pengelola membuat drainase untuk mencegah lumpur meluber ke badan jalan, Komisi C DPRD Kendal juga menyoroti pengelolaan tanah hasil pengerukan. Sisca meminta lapisan tanah bagian atas yang masih subur tidak diperjualbelikan dan dimanfaatkan kembali untuk reklamasi maupun penghijauan kawasan wisata yang akan dibangun.

“Tanah bagian atas yang gembur jangan dijual. Karena tujuan lokasi ini untuk wisata, maka tanah itu sebaiknya digunakan kembali untuk reklamasi dan penanaman,” jelasnya.

Baca Juga  Indonesia–Rusia Sepakat Perkuat Kerja Sama Maritim dan Infrastruktur, Tandai 75 Tahun Hubungan Bilateral

Sementara itu, pemilik lahan sekaligus pengelola Resto Duren Jati, Bambang Sukendro, menyampaikan apresiasi atas sidak yang dilakukan DPRD Kendal dan DLH. Ia juga meminta maaf kepada masyarakat yang merasa terganggu akibat aktivitas pengerukan tanah tersebut.

Menurut Bambang, pengerukan dilakukan sebagai persiapan relokasi Resto Duren Jati yang terdampak keberadaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Darupono di Kecamatan Kaliwungu Selatan.

“Saya berterima kasih sekali adanya sidak dari Ketua Komisi C, Ibu Sisca. Karena sudah bertahun-tahun saya menjadi korban adanya TPA Darupono. Bau dari TPA membuat resto saya sepi pengunjung,” ungkap Bambang.

Ia memastikan pihaknya akan memperbaiki pengelolaan aktivitas di lapangan agar tidak membahayakan masyarakat. Bambang menyebut, kejadian warga terpeleset sebelumnya dipicu keterlambatan penyiraman jalan karena kendaraan tangki sempat terhambat truk lain yang mogok.

Baca Juga  Harga Emas UBS dan Galeri24 Kompak Naik, Berikut Rincian Terbarunya

“Kalau ada tanah yang jatuh di jalan langsung kami bersihkan. Untuk warga yang sempat jatuh juga sudah kami bantu pengobatan dan diberikan santunan,” katanya.

Bambang menambahkan, tanah hasil pengerukan nantinya digunakan untuk kebutuhan urukan di Kawasan Industri Kendal (KIK), tepatnya proyek pembangunan pabrik pengolahan pakan ternak. Sedangkan lokasi pengerukan akan dipersiapkan untuk pembangunan relokasi Resto Duren Jati yang baru.

“Arahan dari DPRD dan dinas tentu akan kami jalankan, termasuk pembuatan saluran drainase di lokasi pengerukan,” pungkasnya.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Harga Emas Antam Turun Rp12 Ribu, Buyback Ikut Melemah
Kecelakaan Bus SMPN 2 Brangsong di Tol Cipali Jadi Evaluasi, Pemkab Kendal Perketat Outing Class
Polisi Gadungan Rampas Motor Pelajar di Kaliwungu, Dua Pelaku Ditangkap di Semarang
Truk Pecah Ban di Depan PG Cepiring, Arus Pantura Macet Panjang hingga Tlahab
Ketua DPRD Kendal Dorong Padat Karya untuk Perkuat Perputaran Ekonomi Lokal
Penjual Nasi Bungkus di Brangsong Tiba-tiba Meninggal di Samping Warungnya
Akhir Penantian, Kendal Kini Punya Sekda Definitif
Harkitnas 2026 Jadi Momentum DPRD Kendal Bangun Nasionalisme Generasi Muda

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 11:42

Komisi C DPRD Kendal Sidak Pengerukan Tanah di Sepetek, Soroti Jalan Licin dan Muatan Truk Berlebih

Jumat, 22 Mei 2026 - 10:50

Harga Emas Antam Turun Rp12 Ribu, Buyback Ikut Melemah

Jumat, 22 Mei 2026 - 10:42

Kecelakaan Bus SMPN 2 Brangsong di Tol Cipali Jadi Evaluasi, Pemkab Kendal Perketat Outing Class

Jumat, 22 Mei 2026 - 10:32

Polisi Gadungan Rampas Motor Pelajar di Kaliwungu, Dua Pelaku Ditangkap di Semarang

Kamis, 21 Mei 2026 - 18:35

Truk Pecah Ban di Depan PG Cepiring, Arus Pantura Macet Panjang hingga Tlahab

Berita Terbaru

Pekerja menunjukkan emas batangan di Pasar Anyar, Kota Tangerang, Banten, Kamis (29/1/2026). (Istimewa/Wawasannews)

Nasional

Harga Emas Antam Turun Rp12 Ribu, Buyback Ikut Melemah

Jumat, 22 Mei 2026 - 10:50