KENDAL, Wawasannews.com – Ketua DPRD Kabupaten Kendal, Mahfud Sodiq menilai program padat karya menjadi salah satu langkah penting untuk memperkuat perputaran ekonomi masyarakat lokal di tengah pesatnya pertumbuhan industri di Kabupaten Kendal.
Hal tersebut disampaikan Mahfud saat menghadiri kegiatan Perluasan Kesempatan Kerja melalui Program Padat Karya Infrastruktur di Desa Curugsewu, Kecamatan Patean, Rabu Siang (20/5/2026).
Menurut Mahfud, pertumbuhan ekonomi Kendal dalam beberapa tahun terakhir mengalami peningkatan cukup signifikan. Bahkan pada 2025, pertumbuhan ekonomi Kendal disebut mencapai 7,9 persen atau berada di atas rata-rata nasional.
Namun demikian, ia menilai pertumbuhan tersebut belum sepenuhnya berdampak langsung terhadap masyarakat secara luas.
“Pertumbuhan ekonomi Kendal memang tinggi, tetapi setelah dicermati pertumbuhan itu banyak bertumpu di sektor industri di Kawasan Industri Kendal (KIK). Aktivitas ekonomi seperti kos-kosan, usaha pendukung industri, dan sektor jasa memang tumbuh pesat di daerah Kaliwungu dan sekitarnya, namun perputaran uangnya belum sepenuhnya dirasakan masyarakat Kendal secara luas,” ujar Mahfud.
Ia menyoroti masih banyak masyarakat maupun pekerja yang justru membelanjakan kebutuhan di luar daerah seperti Semarang sehingga pertumbuhan ekonomi daerah dinilai belum berbanding lurus dengan kondisi ekonomi masyarakat bawah. Sementara sektor pertanian dan ekonomi masyarakat desa pertumbuhannya masih jauh tertinggal.
Mahfud mengatakan kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bersama karena perputaran ekonomi di daerah tidak boleh hanya terpusat di kawasan industri semata. Menurutnya, program padat karya menjadi salah satu upaya agar manfaat pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan lebih merata oleh masyarakat desa, khususnya bagi masyarakat yang belum memiliki pekerjaan tetap dan petani yang masih bergantung pada musim panen.

“Karena itu program padat karya penting agar ada perputaran ekonomi langsung di tingkat masyarakat lokal. Harapannya ekonomi desa ikut bergerak dan manfaat pertumbuhan ekonomi bisa lebih dirasakan warga Kendal sendiri,” tambahnya.
Menurutnya, program padat karya tidak hanya memberikan tambahan penghasilan sementara bagi masyarakat, tetapi juga mampu menjaga aktivitas ekonomi desa tetap hidup sekaligus membantu perbaikan infrastruktur desa, khususnya akses jalan usaha pertanian yang digunakan masyarakat sehari-hari.
“Kalau ekonomi desa bergerak, warung hidup, usaha kecil jalan, itu dampaknya akan terasa langsung bagi masyarakat,” katanya.
Subkoordinator Perluasan Kesempatan Kerja dan Transmigrasi (PKKT) Disperinaker Kendal, Sri Restanti mengatakan program tersebut merupakan bentuk kolaborasi antara legislatif dan eksekutif dalam memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, ia menyampaikan Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kabupaten Kendal melibatkan sebanyak 50 warga lokal dalam program padat karya yang dilaksanakan selama 13 hari.
“Selain program padat karya, Disperinaker juga memiliki berbagai pelatihan keterampilan dan wirausaha baru seperti dekorasi, hampers, mahar, buket, tata rias, barbershop hingga pelatihan di BLK,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Curugsewu, Kaeri menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program tersebut karena dinilai mampu membantu masyarakat sekaligus memberikan dampak positif bagi lingkungan desa.
“Kami berterima kasih kepada Pak Mahfud dan Disperinaker Kendal atas perhatian serta program yang diberikan kepada masyarakat Curugsewu. Program seperti ini sangat bermanfaat karena melibatkan langsung warga lokal,” ujarnya.









