Silatnas Pelestari Manuskrip Islam Nusantara Digelar di Kaliwungu, 22 Naskah Kuno Ulama Kendal Teridentifikasi

- Pewarta

Sabtu, 23 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kegiatan Silaturahmi Nasional Pelestari Manuskrip Islam Nusantara di Pondok Pesantren ARIS Kaliwungu, Kabupaten Kendal, Sabtu (23/5/2026), yang membahas upaya pelestarian dan digitalisasi naskah kuno peninggalan ulama Nusantara.
(Foto: Istimewa/Wawasannews.com)

Kegiatan Silaturahmi Nasional Pelestari Manuskrip Islam Nusantara di Pondok Pesantren ARIS Kaliwungu, Kabupaten Kendal, Sabtu (23/5/2026), yang membahas upaya pelestarian dan digitalisasi naskah kuno peninggalan ulama Nusantara. (Foto: Istimewa/Wawasannews.com)

KENDAL, Wawasannews.com – Upaya pelestarian manuskrip dan naskah kuno peninggalan ulama Nusantara terus digencarkan melalui Silaturahmi Nasional (Silatnas) Pelestari Manuskrip Islam Nusantara yang berlangsung di Pondok Pesantren ARIS Kaliwungu, Kabupaten Kendal, Sabtu (23/5/2026).

Kegiatan ini digagas oleh LTN NU MWC Kaliwungu bersama Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kendal, Kopiku Manis, serta Madrasah Budaya. Forum tersebut mempertemukan ulama, akademisi, pegiat filologi, komunitas literasi, hingga pemerhati manuskrip dari berbagai daerah.

Rois Syuriah PWNU Jawa Tengah KH Ubaidillah Shodaqoh menegaskan manuskrip kuno merupakan bagian penting dari warisan intelektual Islam Nusantara yang harus dijaga keberadaannya.

Menurutnya, budaya masyarakat Indonesia sejak dahulu lebih berkembang melalui tradisi tutur dibanding tradisi menulis. Kondisi itu membuat jumlah manuskrip kuno yang masih bertahan hingga kini sangat terbatas.

“Tradisi di Indonesia adalah lisan ucap, bukan dengan menulis,” ujarnya.

Ia menyebut banyak manuskrip peninggalan kyai maupun pesantren masih disimpan tertutup oleh ahli waris karena kekhawatiran hilang atau mengalami kerusakan.

Padahal, lanjutnya, manuskrip kuno bukan sekadar warisan keluarga, melainkan sumber ilmu pengetahuan yang memiliki nilai besar bagi masyarakat luas.

“Manuskrip atau naskah kuno memang hak pewaris atau pemilik, tetapi ilmunya adalah hak setiap orang,” katanya.

Karena itu, digitalisasi manuskrip dinilai menjadi langkah penting agar isi naskah tetap terjaga tanpa menghilangkan hak kepemilikan pemilik aslinya.

“Digitalisasi dilakukan agar tidak rusak,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kendal Wahyu Yusuf Ahmadi mengatakan Kaliwungu menjadi salah satu kawasan penting penyimpanan manuskrip kuno karena banyaknya pondok pesantren tua di wilayah tersebut.

Hingga saat ini, pihaknya telah mengidentifikasi sedikitnya 22 manuskrip kuno di Kabupaten Kendal. Namun jumlah itu diperkirakan baru sekitar 20 persen dari keseluruhan naskah yang masih tersimpan di masyarakat.

“Sudah 22 naskah kuno yang diidentifikasi. Itu baru sekitar 20 persen karena banyak naskah kuno berada di Kaliwungu yang memang memiliki banyak pondok pesantren,” jelasnya.

Ia menegaskan proses identifikasi dan digitalisasi dilakukan semata untuk menjaga kelestarian manuskrip tanpa mengambil alih kepemilikan masyarakat.

“Kepemilikan naskah kuno tetap pada yang mempunyai. Perpustakaan hanya membantu mendaftarkan saja agar lestari dan tidak hilang ditelan waktu,” ujarnya.

Menurut Wahyu, manuskrip kuno sangat rentan mengalami kerusakan akibat faktor usia, perubahan cuaca, pencurian, hingga bencana seperti kebakaran maupun banjir.

Silatnas tersebut juga menghadirkan sejumlah narasumber lain, di antaranya KH Budi Harjo, Ginanjar Syakban, Lora Utsman Hasan, serta Hamzah Sahal.

Pewarta: Fuad
Editor: Riyadi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Merajut Cinta Rasul, IPNU-IPPNU Kendal Gelar Peringatan Maulid Nabi
Dekat dan Humanis, Cara Kapolres Kendal Gandeng “Pahlawan Jalanan” Jadi Mitra Kamtibmas
Kostum Unik dari Limbah Plastik Warnai Jalan Sehat HUT RI di Brangsong Kendal
DPC PKB Batang Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Pungangan Limpung
BRI Luncurkan BRImo Taiwan, Permudah Transaksi dan Kirim Uang bagi PMI Indonesia
Gempa NTT Tewaskan 91 Orang, Jumlah Pengungsi Capai 161.084 Jiwa
Menuju Muktamar Ke-35 NU: Kritik Tajam dari Semarang Atas Manuver Elit Pusat, Nama Gus Yusuf Chudlori Menguat
Gerak Cepat Hadirkan Solusi, Polres Kendal Kunjungi Dusun Sirowo dengan Bantuan Air Bersih dan Sembako

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 10:56

Merajut Cinta Rasul, IPNU-IPPNU Kendal Gelar Peringatan Maulid Nabi

Senin, 24 Agustus 2026 - 09:58

Dekat dan Humanis, Cara Kapolres Kendal Gandeng “Pahlawan Jalanan” Jadi Mitra Kamtibmas

Senin, 24 Agustus 2026 - 09:55

Kostum Unik dari Limbah Plastik Warnai Jalan Sehat HUT RI di Brangsong Kendal

Minggu, 23 Agustus 2026 - 20:10

DPC PKB Batang Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Pungangan Limpung

Minggu, 23 Agustus 2026 - 09:38

BRI Luncurkan BRImo Taiwan, Permudah Transaksi dan Kirim Uang bagi PMI Indonesia

Berita Terbaru

Secret Link