Uya Kuya Resmi Diaktifkan Kembali Sebagai Anggota DPR oleh MKD

- Pewarta

Rabu, 5 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MKD menggelar sidang putusan dugaan pelanggaran etik Uya dan empat anggota DPR nonaktif lainnya (04/10) | Capture TV Parlemen

MKD menggelar sidang putusan dugaan pelanggaran etik Uya dan empat anggota DPR nonaktif lainnya (04/10) | Capture TV Parlemen

JAKARTA, Wawasannews – Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR memutuskan Surya Utama atau Uya Kuya kembali aktif sebagai anggota DPR RI dari Fraksi PAN untuk melanjutkan masa jabatannya di periode 2024–2029. Keputusan ini dibacakan dalam sidang putusan MKD di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (5/11/2025).

Sidang dipimpin Ketua MKD DPR Nazaruddin Dek Gam bersama empat wakil ketua, dan dihadiri langsung oleh kelima anggota DPR nonaktif yang menjadi teradu.

“Menyatakan teradu 3 Surya Utama tidak terbukti melanggar kode etik. Menyatakan teradu tiga Surya Utama diaktifkan sebagai anggota DPR terhitung sejak keputusan ini dibacakan,” ujar Wakil Ketua MKD, Adang Daradjatun, saat membacakan amar putusan.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebelumnya, MKD telah memanggil sejumlah saksi dan ahli untuk memberikan keterangan terkait dugaan pelanggaran etik lima anggota DPR yang dinonaktifkan setelah gelombang demonstrasi pada 25–31 Agustus 2025. Para saksi dan ahli membantah isu adanya pembahasan kenaikan gaji atau tunjangan dalam sidang tahunan MPR dan Sidang Bersama DPD-DPR pada 15 Agustus lalu.

Deputi Persidangan DPR, Suprihatini, menegaskan tidak ada agenda pembahasan kenaikan gaji dalam sidang tersebut. “Tidak ada pembahasan kenaikan gaji dan tunjangan pada sidang 15 Agustus,” ujarnya di hadapan majelis MKD.

Lima anggota DPR yang menjadi teradu adalah Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach dari Fraksi NasDem, Uya Kuya dan Eko Patrio dari Fraksi PAN, serta Adies Kadir dari Fraksi Golkar. Uya dan Eko dinonaktifkan karena aksi joget di sidang, sementara Sahroni, Nafa, dan Adies dinonaktifkan akibat pernyataan mereka terkait demo dan isu tunjangan DPR.

Putusan MKD ini sekaligus mengakhiri masa nonaktif Uya Kuya yang sebelumnya tidak menerima gaji dan tunjangan sebagai anggota DPR sejak kasus tersebut mencuat. (Red)

Berita Terkait

DPRD Kendal Ngangsu Kaweruh Wisata ke Bantul, Siapkan E-Ticketing untuk Dongkrak PAD
Hampir 850 Ribu Warga Mengungsi, Korban Jiwa Banjir Bandang Tiga Provinsi Tembus 867 Orang
Prabowo Jelaskan Alasan Borong Alutsista: 50 Helikopter Dikerahkan ke Daerah Bencana
Korban Hilang Bencana di Sumut Turun Jadi 160 Orang, Terbanyak di Kabupaten Dairi
Kemenkes Kebut Pemulihan Fasilitas Kesehatan di Wilayah Bencana Sumatra
Jelang Pemilu 2029, Puan Minta Media Jaga Ruang Publik Tetap Sehat dan Objektif
Menlu Sugiono Apresiasi Dukungan Negara Sahabat untuk Korban Bencana di Aceh dan Sumatra
Indonesia Kirim 48 Cabor ke SEA Games 33, Prabowo Tekankan Kebanggaan dan Kehormatan
Berita ini 6.978 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 6 Desember 2025 - 18:40

DPRD Kendal Ngangsu Kaweruh Wisata ke Bantul, Siapkan E-Ticketing untuk Dongkrak PAD

Sabtu, 6 Desember 2025 - 16:22

Hampir 850 Ribu Warga Mengungsi, Korban Jiwa Banjir Bandang Tiga Provinsi Tembus 867 Orang

Sabtu, 6 Desember 2025 - 15:42

Prabowo Jelaskan Alasan Borong Alutsista: 50 Helikopter Dikerahkan ke Daerah Bencana

Sabtu, 6 Desember 2025 - 14:07

Korban Hilang Bencana di Sumut Turun Jadi 160 Orang, Terbanyak di Kabupaten Dairi

Jumat, 5 Desember 2025 - 20:06

Kemenkes Kebut Pemulihan Fasilitas Kesehatan di Wilayah Bencana Sumatra

Berita Terbaru