Pria Ditemukan Tewas Tergantung dengan Pisau Tertancap di Dada di Perumahan Sabrina Boja

- Pewarta

Sabtu, 15 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas kepolisian bersama Tim Inafis Polres Kendal melakukan olah TKP di rumah korban di Perumahan Sabrina, Desa Kliris, Kecamatan Boja, Jumat malam. (Istimewa/Wawasannews)

Petugas kepolisian bersama Tim Inafis Polres Kendal melakukan olah TKP di rumah korban di Perumahan Sabrina, Desa Kliris, Kecamatan Boja, Jumat malam. (Istimewa/Wawasannews)

KENDAL, Wawasannews – Warga Perumahan Sabrina, Desa Kliris, Kecamatan Boja, digemparkan dengan penemuan jenazah seorang pria dalam kondisi mengenaskan pada Jumat (14/11/2025) malam. Korban ditemukan tewas tergantung di kamar mandi dengan sebuah pisau dapur masih tertancap di dada kirinya.

Korban diketahui bernama Ferlin Andrias (43), warga Kalurahan Pakuncen, Kecamatan Wirobrajan, Yogyakarta. Saat ditemukan, jenazah sudah dalam kondisi membusuk dan diperkirakan telah meninggal lebih dari tiga hari.

Kapolsek Boja, AKP Budijanton, membenarkan adanya temuan tersebut saat dikonfirmasi pada Sabtu (15/11/2025) pagi. Ia menegaskan pihaknya masih mendalami penyebab kematian korban.

“Kami belum bisa memastikan apakah korban murni bunuh diri atau ada unsur tindak kekerasan. Kami masih menunggu hasil autopsi,” ujar AKP Budijanton.

Kronologi penemuan bermula dari keluhan bau menyengat yang dicium seorang warga bernama Muhadi ketika pulang kerja. Muhadi awalnya mengira bau tersebut berasal dari makanan, namun warga lain mencurigai bau bangkai. Kecurigaan semakin kuat setelah terlihat air selokan yang mengalir dari rumah korban bercampur dengan darah.

Petugas keamanan perumahan bersama warga kemudian melakukan pengecekan dengan membuka paksa pintu rumah. Saat menelusuri ruangan demi ruangan, mereka akhirnya menemukan korban dalam posisi tergantung di kamar mandi dengan luka tusuk di dada.

Tim Inafis Polres Kendal bersama Polsek Boja langsung melakukan olah TKP dan mengevakuasi jenazah ke RS Bhayangkara Semarang untuk dilakukan autopsi. Kasus ini masih terus diselidiki guna mengungkap kepastian penyebab kematian Ferlin Andrias.

Penemuan tragis ini meninggalkan duka mendalam dan tanda tanya besar bagi keluarga maupun warga sekitar, yang berharap polisi dapat segera memberi kejelasan atas kasus tersebut. (fuad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Kemendikdasmen Siapkan 150 Ribu Beasiswa S1 untuk Guru, Dorong Kualitas Pendidikan Lebih Merata
Sempat Kabur ke Hutan, Paman di Kendal yang Diduga Cabuli Keponakan Akhirnya Ditangkap Polisi
KemenPPPA Soroti Pentingnya Deteksi Gangguan Mental pada Anak dan Remaja
DPR Minta TNI dan Polisi Turun Tangan Berantas Tambang Ilegal di Sumbar
Pemerintah Pastikan Revisi UU HAM Tidak Kurangi Independensi Komnas HAM
Stasiun Kaliwungu Kendal Bakal Aktif Lagi, Ditarget Layani Penumpang pada 2027
Pengasuh Ponpes di Pekalongan Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan Santriwati, Langsung Ditahan
BUMDes Tanjungmojo Panen Semangka Perdana, Bupati Kendal Dorong Jadi Komoditas Unggulan

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 14:57

Kemendikdasmen Siapkan 150 Ribu Beasiswa S1 untuk Guru, Dorong Kualitas Pendidikan Lebih Merata

Jumat, 29 Mei 2026 - 16:43

Sempat Kabur ke Hutan, Paman di Kendal yang Diduga Cabuli Keponakan Akhirnya Ditangkap Polisi

Jumat, 29 Mei 2026 - 15:53

KemenPPPA Soroti Pentingnya Deteksi Gangguan Mental pada Anak dan Remaja

Jumat, 29 Mei 2026 - 15:29

DPR Minta TNI dan Polisi Turun Tangan Berantas Tambang Ilegal di Sumbar

Jumat, 29 Mei 2026 - 15:23

Pemerintah Pastikan Revisi UU HAM Tidak Kurangi Independensi Komnas HAM

Berita Terbaru