Pemerintah Rampungkan 10 Jembatan Bailey di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara Pascabencana

- Pewarta

Sabtu, 27 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Salah satu jembatan Bailey yang dibangun Kementerian PU tampak telah beroperasi dan dimanfaatkan warga untuk beraktivitas sehari-hari di wilayah terdampak bencana. (Istimewa/Wawasannews)

Salah satu jembatan Bailey yang dibangun Kementerian PU tampak telah beroperasi dan dimanfaatkan warga untuk beraktivitas sehari-hari di wilayah terdampak bencana. (Istimewa/Wawasannews)

JAKARTA, Wawasannews – Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) telah merampungkan pembangunan 10 jembatan Bailey di wilayah Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara. Seluruh jembatan tersebut kini telah beroperasi dan berperan penting dalam memulihkan kembali akses masyarakat pascabencana banjir bandang dan longsor yang melanda sejumlah daerah pada akhir November lalu.

Berdasarkan data per Jumat, 26 Desember 2025, sebanyak empat jembatan Bailey dibangun di Aceh, dua di Sumatra Utara, dan empat di Sumatra Barat. Kehadiran jembatan darurat ini menjadi solusi cepat untuk menghubungkan kembali wilayah-wilayah yang sempat terisolasi akibat rusaknya infrastruktur utama.

Di Provinsi Aceh, jembatan Bailey dibangun di Kabupaten Bireuen, meliputi Jembatan Teupin Mane dengan panjang 39 meter, Jembatan Teupin Redeup sepanjang 30 meter, Jembatan Jeumpa sepanjang 18 meter, serta Jembatan Matang Bangka sepanjang 15 meter. Keempat jembatan ini kini kembali membuka jalur transportasi vital bagi aktivitas warga.

Baca Juga  Air Laut Pasang Pagi Hari, Warga Lima RT di Mororejo Terendam Banjir Hingga Lutut

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara itu di Sumatra Utara, dua jembatan Bailey berdiri di Jembatan Anggoli, Kabupaten Tapanuli Tengah sepanjang 33 meter, serta Jembatan Aran Dalu di Desa Paya Bakung, Kabupaten Deli Serdang dengan panjang 26 meter. Kedua jembatan tersebut memulihkan konektivitas antarwilayah yang sebelumnya terputus.

Adapun di Sumatra Barat, jembatan Bailey dibangun di Jembatan Sikabau, Kabupaten Pasaman Barat sepanjang 18 meter; Jembatan Padang Mantuang, Kabupaten Padang Pariaman sepanjang 30 meter; Jembatan Bawah Kubang sepanjang 21 meter; serta Jembatan Supayang di Kabupaten Solok sepanjang 36 meter.

Kementerian PU menegaskan pembangunan jembatan Bailey diprioritaskan untuk menjamin keselamatan dan kelancaran mobilitas warga. “Jembatan darurat menjadi solusi cepat agar aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal,” ujar perwakilan Kementerian PU.

Baca Juga  Permukiman Warga Kedungasri Terancam Longsor, Jarak Rumah ke Sungai Tinggal Sejengkal

Diketahui, bencana alam yang terjadi pada akhir November lalu menyebabkan kerusakan pada 80 ruas jalan nasional dan 33 jembatan. Proses pemulihan dilakukan secara intensif melalui kolaborasi Kementerian PU bersama TNI, BNPB, dan unsur terkait lainnya. (ucl)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Kemenag Buka Beasiswa S2 Double Degree 2026, Kuliah di Indonesia dan Australia
KEK Kendal Jadi Motor Investasi Jateng, Serap Hampir 20 Ribu Tenaga Kerja Sepanjang 2025
Produksi Telur Nasional Surplus, Distribusi Jadi Biang Kerok Harga Tinggi
Tanggul Kali Bodri Kritis, Pemkab Kendal dan DPUPR Jateng Siapkan Penanganan Darurat
HUT ke-25 Baznas, Target Penghimpunan Zakat Kendal 2026 Capai Rp13 Miliar
Tanggul Kali Bodri Kritis, Warga Cepiring–Patebon Waswas Banjir Susulan
Dorong Ekonomi Kreatif, ‘Aisyiyah Kendal Gelar Pelatihan Tas Ecoprint Ramah Lingkungan
Polri Resmikan Direktorat PPA-PPO, Fokus Perlindungan Perempuan dan Anak

Berita Terkait

Jumat, 23 Januari 2026 - 21:35

Kemenag Buka Beasiswa S2 Double Degree 2026, Kuliah di Indonesia dan Australia

Jumat, 23 Januari 2026 - 18:21

KEK Kendal Jadi Motor Investasi Jateng, Serap Hampir 20 Ribu Tenaga Kerja Sepanjang 2025

Jumat, 23 Januari 2026 - 14:26

Produksi Telur Nasional Surplus, Distribusi Jadi Biang Kerok Harga Tinggi

Jumat, 23 Januari 2026 - 12:37

Tanggul Kali Bodri Kritis, Pemkab Kendal dan DPUPR Jateng Siapkan Penanganan Darurat

Kamis, 22 Januari 2026 - 23:06

Tanggul Kali Bodri Kritis, Warga Cepiring–Patebon Waswas Banjir Susulan

Berita Terbaru