Musim Kemarau, Delapan Kelurahan di Kendal Justru Dilanda Banjir

- Pewarta

Selasa, 5 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi banjir di salah satu kelurahan terdampak di Kendal, air menggenangi permukiman warga hingga 20 cm. (Istimewa/Wawasannews)

Kondisi banjir di salah satu kelurahan terdampak di Kendal, air menggenangi permukiman warga hingga 20 cm. (Istimewa/Wawasannews)

Kendal, Wawasannews.com – Meski telah memasuki musim kemarau, wilayah perkotaan di Kendal justru dilanda banjir. Peristiwa ini diduga kuat dipicu oleh penumpukan parkir perahu nelayan di aliran sungai, yang menghambat arus air hingga meluap ke permukiman warga.

Sedikitnya delapan kelurahan terdampak genangan dengan ketinggian air mencapai 10–20 sentimeter. Banjir mulai terjadi pada Senin malam (4/5) sekitar pukul 20.00 WIB, setelah air sungai tiba-tiba meluap dan masuk ke lingkungan warga.

Rohmad, warga Kelurahan Pekauman, mengaku kondisi ini bukan hal baru. Banjir kerap terjadi setiap tahun dan mengganggu aktivitas, terutama pada malam hari. Motor miliknya bahkan sempat mogok akibat terendam air.

“Sudah langganan banjir di sini. Mau keluar saja susah, motor saya sampai mogok,” ujarnya, Selasa (5/5).

Kasi Kedaruratan BPBD Kendal, Iwan Sulistyo, membenarkan kejadian tersebut. Delapan kelurahan yang terdampak meliputi Trompo, Kebondalem, Pegulon, Pekauman, Patukangan, Ngilir, Balok, dan Bandengan.

Menurut Iwan, penyebab utama banjir bukan semata faktor alam, melainkan terhambatnya aliran Sungai Kendal di bagian hilir akibat parkir perahu nelayan yang menumpuk di kedua sisi sungai. Tercatat sekitar 400–600 perahu aktif bersandar, ditambah sekitar 200 bangkai perahu yang belum dipindahkan.

Kondisi ini membuat aliran air tidak lancar, sehingga saat debit meningkat, air meluap ke permukiman warga.

“Penumpukan perahu di dua sisi sungai sangat menghambat arus. Ini yang jadi salah satu penyebab utama banjir,” jelasnya.

BPBD pun mendorong adanya penataan ulang sistem parkir perahu nelayan. Salah satu solusi yang diusulkan adalah penggunaan satu sisi sungai saja sebagai lokasi sandar, agar aliran air tetap lancar.

“Kalau bisa, jangan dua sisi dipakai semua. Cukup satu sisi saja untuk parkir perahu,” tegasnya.

Pewarta : Fuad
Editor : Riyadi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Kendal Jadi Kabupaten Terbaik Nasional, Ini Faktor yang Dinilai Bappenas
243.543 Satlinmas di Jateng Diperkuat, Kajati Teguh Subroto Pimpin Aslinmas
Pembudidaya Ikan Kendal Butuh Dukungan Pengairan, DPRD Buka Ruang Aspirasi
Jalan Kaliwungu-Boja Ambles, Pemkab Kendal Siapkan Rp1,2 Miliar
Fraksi PKB DPRD Jateng Soroti Sektor Pertanian dan Koreksi Pendapatan Asli Daerah dalam Perubahan APBD 2026
Celurit 2 Meter dan Corbek 1,5 Meter Disita, Polisi Gagalkan Tawuran Remaja di Kendal
IKA PMII UIN Walisongo Launching WIM, Kembangkan Investasi dan Bisnis Alumni
Warga Binaan Lapas Plantungan Belajar Restorative Justice dan Hak Hukum

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 16:56

Kendal Jadi Kabupaten Terbaik Nasional, Ini Faktor yang Dinilai Bappenas

Rabu, 30 September 2026 - 16:37

243.543 Satlinmas di Jateng Diperkuat, Kajati Teguh Subroto Pimpin Aslinmas

Rabu, 30 September 2026 - 15:29

Pembudidaya Ikan Kendal Butuh Dukungan Pengairan, DPRD Buka Ruang Aspirasi

Rabu, 30 September 2026 - 13:00

Jalan Kaliwungu-Boja Ambles, Pemkab Kendal Siapkan Rp1,2 Miliar

Rabu, 30 September 2026 - 12:10

Fraksi PKB DPRD Jateng Soroti Sektor Pertanian dan Koreksi Pendapatan Asli Daerah dalam Perubahan APBD 2026

Berita Terbaru

Secret Link