Tangis Pecah di RSUD Soewondo Kendal, Rekan Mahasiswa UIN Walisongo Tak Kuasa Menahan Duka

- Pewarta

Rabu, 5 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RSUD Soewondo Kendal. (wawasannews.com)

RSUD Soewondo Kendal. (wawasannews.com)

KENDAL, Wawasannews – Suasana duka menyelimuti keluarga besar Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang. Dua mahasiswa asal Pemalang, Syifa Nadilah dan Riska Amelia, menjadi korban musibah tenggelam saat mengikuti program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Getas, Kecamatan Singorojo, Kabupaten Kendal, pada Selasa (4/11/2025).

Tangis pecah di depan ruang jenazah RSUD dr. H. Soewondo Kendal. Sejumlah mahasiswa tampak berkumpul, menunggu proses pemulangan tiga jenazah peserta KKN yang ditemukan meninggal dunia. Suasana haru semakin terasa saat salah seorang orang tua korban terlihat bersandar di tembok dengan kepala tertunduk, tak sanggup menahan kesedihan saat pelayat menyampaikan belasungkawa.

Koordinator Ikatan Mahasiswa dan Pelajar Pemalang (IMPP) UIN Walisongo, Muhammad Tegar Prabowo, mengungkapkan kabar duka itu awalnya diterima secara simpang siur. Ia bersama beberapa rekan langsung menuju lokasi untuk memastikan kebenaran informasi.
“Awalnya kami belum yakin, jadi langsung ke lokasi. Setelah dipastikan, dua di antara korban adalah teman kami dari Pemalang,” ujarnya.

Tegar mengaku memiliki kedekatan personal dengan salah satu korban, Syifa Nadilah, karena berasal dari desa yang sama. Beberapa teman satu kos korban juga tampak menahan duka di teras ruang jenazah.

Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) UIN Walisongo, Ahmad Arif Junaedi, turut hadir mendampingi proses identifikasi jenazah.
“Atas nama keluarga besar UIN Walisongo, kami menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya atas musibah ini,” ucapnya.

Arif mengingatkan agar seluruh mahasiswa, terutama peserta KKN, lebih waspada terhadap kondisi lingkungan di lokasi pengabdian. “Mahasiswa adalah pendatang di daerah penugasan, jadi harus memahami situasi dan menghindari aktivitas di luar tugas utama,” katanya.

Ia menambahkan, peristiwa seperti ini belum pernah terjadi sebelumnya di lingkungan kampus, dan pihaknya berharap tragedi serupa tidak terulang. Dari enam mahasiswa yang dilaporkan hanyut, tiga ditemukan meninggal dunia, sementara tiga lainnya masih dalam pencarian.
“Kami berharap tiga mahasiswa yang belum ditemukan segera ditemukan dalam keadaan selamat,” tutupnya. (fuad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Muktamar NU ke-35, Ini Harapan Gus Tommy untuk Kepemimpinan NU ke Depan
Hadiri Muktamar NU di Jombang, Mahfud Sodiq Titip 3 Harapan untuk Nahkoda Baru
Gebyar Maulid Nabi SMA NU 05 Brangsong Meriah, 13 Kelas Ikuti Tradisi Weh-wehan
Surat Terbuka Untuk Para Muasis NU
Aksi Mahasiswa Semarang Raya Digelar Siang Ini, Massa Bergerak dari Kantor Pos ke Tugu Muda
Pengamat: NU Jangan Sampai Berada Dalam Kendali Kekuasaan
Weh-wehan di Kampung Pandean Kaliwungu, Puluhan Ayam Hidup Jadi Rebutan Warga
Tradisi Maulid di Kaliwungu, Dari Aweh Jadi Weh-wehan, Begini Asal Usulnya

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 13:46

Muktamar NU ke-35, Ini Harapan Gus Tommy untuk Kepemimpinan NU ke Depan

Jumat, 28 Agustus 2026 - 13:30

Hadiri Muktamar NU di Jombang, Mahfud Sodiq Titip 3 Harapan untuk Nahkoda Baru

Jumat, 28 Agustus 2026 - 08:43

Gebyar Maulid Nabi SMA NU 05 Brangsong Meriah, 13 Kelas Ikuti Tradisi Weh-wehan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 12:33

Surat Terbuka Untuk Para Muasis NU

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:50

Aksi Mahasiswa Semarang Raya Digelar Siang Ini, Massa Bergerak dari Kantor Pos ke Tugu Muda

Berita Terbaru

Gerbang Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, yang menjadi lokasi Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), 27–31 Agustus 2026. (Istimewa/Wawasannews)

Nasional

Surat Terbuka Untuk Para Muasis NU

Kamis, 27 Agu 2026 - 12:33

Secret Link