Polemik Laporan Pandji, PBNU Tegaskan Bukan Bagian dari Strukturnya

- Pewarta

Jumat, 9 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kantor PBNU di Jl. Kramat Raya No. 164 Jakarta Pusat (Istimewa-Wawasannews)

Kantor PBNU di Jl. Kramat Raya No. 164 Jakarta Pusat (Istimewa-Wawasannews)

JAKARTA, WawasanNews.com Polemik laporan terhadap komika Pandji Pragiwaksono ke Polda Metro Jaya memunculkan klarifikasi tegas dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Ketua PBNU KH Ulil Abshar Abdalla memastikan bahwa kelompok yang mengatasnamakan Angkatan Muda Nahdlatul Ulama bukan bagian dari struktur resmi NU.

Gus Ulil menegaskan, PBNU tidak terlibat dan tidak pernah memberikan mandat kepada kelompok tersebut.
“Kalau dibilang mewakili PBNU, itu jelas tidak,” ujar Gus Ulil saat dikonfirmasi, Kamis (8/1/2026).

Menurutnya, fenomena munculnya kelompok atau gerakan yang membawa nama NU bukan hal baru. Sebagai organisasi keagamaan besar dengan jutaan pengikut, NU kerap dijadikan simbol atau identitas oleh berbagai kelompok untuk menyuarakan kepentingan tertentu.

“NU itu organisasi terbuka. Sejak dulu memang banyak orang membuat kegiatan atau gerakan dengan mengatasnamakan NU,” jelasnya.

Ia menyebut, sebagian besar gerakan semacam itu bersifat spontan dan tidak memiliki struktur yang jelas. Bahkan, banyak yang hanya bertahan dalam waktu singkat dan menghilang setelah isu yang diangkat mereda.

“Ada yang bikin gerakan hanya untuk satu isu tertentu. Setelah itu selesai, ya gerakannya juga selesai. Itu realitas yang sering terjadi di NU,” ungkapnya.

Di sisi lain, Gus Ulil menilai ruang humor tetap penting dalam kehidupan sosial masyarakat. Ia menyayangkan apabila ekspresi komedi justru berujung pada proses hukum, terlebih ketika disampaikan dalam konteks hiburan.

“Kita ini bangsa yang butuh banyak tertawa. Kalau komedian yang tugasnya menghibur malah dilaporkan, rasanya ironis. Humor itu bagian dari kehidupan,” tulis Gus Ulil.

Sementara itu, Rizki Abdul Rahman Wahid, yang mengaku sebagai Presidium Angkatan Muda NU, menyatakan telah melaporkan Pandji Pragiwaksono ke Polda Metro Jaya. Laporan tersebut berkaitan dengan materi stand-up comedy Pandji dalam pertunjukan Mens Rea yang menyinggung kebijakan pemberian konsesi tambang kepada organisasi keagamaan.

Rizki menilai penyebutan konsesi tambang sebagai bentuk “imbalan politik” telah merugikan NU dan berpotensi menciptakan persepsi negatif di ruang publik.
“Pernyataan itu kami anggap merendahkan dan memicu kegaduhan,” ujarnya dalam wawancara televisi.

Ia juga menyatakan keberatan atas anggapan bahwa NU terlibat politik praktis dan menerima keuntungan dalam bentuk konsesi tambang. Menurutnya, NU memiliki sejarah panjang pengabdian kepada bangsa melalui pendidikan, dakwah, dan perjuangan sosial jauh sebelum Indonesia merdeka.

Dalam materi komedinya, Pandji Pragiwaksono menyinggung isu politik balas budi dengan gaya satire. Ia menyebut pemberian konsesi tambang kepada organisasi kemasyarakatan keagamaan sebagai bagian dari dinamika relasi kekuasaan, yang disampaikannya dalam konteks humor.

Hingga kini, polemik tersebut terus bergulir di ruang publik. PBNU sendiri menegaskan posisinya tetap netral dan tidak terlibat dalam laporan hukum yang dilakukan oleh pihak-pihak di luar struktur resmi NU. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Keterbatasan Anggaran Tak Jadi Penghalang, IPSI Bekali 7 Atlet dengan Dukungan Penuh di Popda Jateng
Muktamar NU ke-35, Ini Harapan Gus Tommy untuk Kepemimpinan NU ke Depan
Hadiri Muktamar NU di Jombang, Mahfud Sodiq Titip 3 Harapan untuk Nahkoda Baru
Gebyar Maulid Nabi SMA NU 05 Brangsong Meriah, 13 Kelas Ikuti Tradisi Weh-wehan
Surat Terbuka Untuk Para Muasis NU
Aksi Mahasiswa Semarang Raya Digelar Siang Ini, Massa Bergerak dari Kantor Pos ke Tugu Muda
Pengamat: NU Jangan Sampai Berada Dalam Kendali Kekuasaan
Weh-wehan di Kampung Pandean Kaliwungu, Puluhan Ayam Hidup Jadi Rebutan Warga

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 17:16

Keterbatasan Anggaran Tak Jadi Penghalang, IPSI Bekali 7 Atlet dengan Dukungan Penuh di Popda Jateng

Jumat, 28 Agustus 2026 - 13:46

Muktamar NU ke-35, Ini Harapan Gus Tommy untuk Kepemimpinan NU ke Depan

Jumat, 28 Agustus 2026 - 13:30

Hadiri Muktamar NU di Jombang, Mahfud Sodiq Titip 3 Harapan untuk Nahkoda Baru

Jumat, 28 Agustus 2026 - 08:43

Gebyar Maulid Nabi SMA NU 05 Brangsong Meriah, 13 Kelas Ikuti Tradisi Weh-wehan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 12:33

Surat Terbuka Untuk Para Muasis NU

Berita Terbaru

Gerbang Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, yang menjadi lokasi Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), 27–31 Agustus 2026. (Istimewa/Wawasannews)

Nasional

Surat Terbuka Untuk Para Muasis NU

Kamis, 27 Agu 2026 - 12:33

Secret Link