BNPB Kerahkan 200 Personel SAR, Tiga Tewas dan 20 Warga Masih Hilang Akibat Longsor Cilacap

- Pewarta

Jumat, 14 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim SAR gabungan menggunakan alat berat untuk membersihkan material longsor di wilayah Majenang, Cilacap, saat melakukan pencarian terhadap puluhan warga yang masih hilang. (Istimewa/Wawasannews)

Tim SAR gabungan menggunakan alat berat untuk membersihkan material longsor di wilayah Majenang, Cilacap, saat melakukan pencarian terhadap puluhan warga yang masih hilang. (Istimewa/Wawasannews)

CILACAP, Wawasannews – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengerahkan sedikitnya 200 personel tim SAR gabungan untuk mempercepat pencarian korban hilang akibat bencana tanah longsor yang terjadi di wilayah Majenang, Kabupaten Cilacap. Personel tersebut terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, hingga relawan masyarakat.

Kepala BNPB, Suharyanto, dalam keterangannya, Jumat (14/11/2025), mengatakan bahwa pengerahan ratusan personel ini diharapkan mampu mempercepat penanganan darurat di lokasi. “Kurang lebih ada 200 personel. Semoga seluruh masyarakat yang hilang dapat segera ditemukan,” ujarnya.

Selain mengerahkan tim pencari, BNPB juga mendatangkan sejumlah peralatan berat seperti ekskavator dan pompa alkon. Upaya ini dilakukan untuk membuka akses, mempermudah evakuasi material longsoran, serta memastikan warga terdampak tetap mendapatkan kebutuhan dasar. “Alat berat dan pompa alkon sudah kami datangkan. Kebutuhan dasar warga pun kami pastikan tercukupi,” tambahnya.

Rencana Relokasi Warga di Daerah Kritis

Di samping penanganan darurat, BNPB juga mulai mempersiapkan upaya relokasi bagi warga yang tinggal di wilayah berisiko tinggi. Menurut Suharyanto, masih ada 28 warga yang bermukim di kawasan rawan longsor dan harus segera dipindahkan setelah kondisi memungkinkan.

“Relokasi akan dilakukan setelah proses penanganan darurat selesai sepenuhnya. Pemkab Cilacap telah menyiapkan lahan relokasi yang lebih aman,” jelasnya. Ia juga mengimbau masyarakat sekitar untuk sementara menjauhi lokasi kejadian demi menghindari risiko longsor susulan.

“Ada 28 rumah yang harus direlokasi dan pemerintah daerah sudah menyiapkan lokasinya. Untuk saat ini, warga di titik rawan harus segera meninggalkan rumah. Jangan sampai ada longsoran lanjutan yang menambah korban,” tegas Kepala BNPB.

Perkembangan Data Korban Longsor

Berdasarkan laporan Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) BNPB per Jumat (14/11/2025) pukul 11.16 WIB, jumlah korban meninggal dunia tercatat 3 orang, sementara 20 orang masih dalam pencarian. Selain itu, terdapat 23 warga selamat, namun tinggal di wilayah yang berpotensi terdampak longsor susulan. Mereka kini mengungsi ke rumah kerabat terdekat.

Ketiga korban meninggal telah dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Majenang untuk proses identifikasi lebih lanjut. Tim SAR terus melakukan pencarian dengan menyisir area terdampak menggunakan peralatan manual maupun alat berat.

Dari sisi kerugian material, laporan sementara menyebutkan bahwa 12 rumah mengalami kerusakan berat karena tertimbun material longsoran. Selain itu, 16 rumah di Dusun Cibuyut dan Dusun Tarukahan, Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, dinyatakan terancam karena kondisi tanah yang masih labil dan berpotensi kembali bergerak.

BNPB menegaskan bahwa operasi pencarian akan terus dilakukan hingga seluruh korban ditemukan. Tim gabungan juga bekerja keras untuk menstabilkan area sekitar agar tidak menimbulkan risiko tambahan bagi masyarakat maupun tim penyelamat. (Ucl)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Perkuat Inklusivitas dan Isu Penguatan Partai Politik, DPW PKB Jateng Terima Kunjungan Utusan Partai Hijau Jerman
Sambut Ribuan Pelajar NU se-Indonesia, Pemkab Kendal Siap Sukseskan Kongres XXI IPNU dan XX IPPNU di Ponpes Darul Amanah
Sidak Temukan IPAL Bermasalah, Tiga SPPG di Kendal Terancam Suspend jika Mangkir Perbaikan
PKB Siapkan Rp 1 Miliar untuk Santri, Pesantren Digital hingga Sholawat Idol Jadi Andalan
Kapolda Jateng Tekankan Polisi Bersama Masyarakat Harus Dirasakan Lewat Kerja Nyata
Atasi Kekeringan dan Buka Peluang Ekonomi, Tambahsari Mulai Kembangkan Kaliringin Park
Sampel Makanan Korban Tak Tersedia, Penyebab Dugaan Keracunan MBG Batang Belum Terungkap
Laka Maut Depan PG Cepiring, Sopir Truk Box Tewas, Pengemudi Dump Truk Menghilang

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 21:24

Perkuat Inklusivitas dan Isu Penguatan Partai Politik, DPW PKB Jateng Terima Kunjungan Utusan Partai Hijau Jerman

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:10

Sambut Ribuan Pelajar NU se-Indonesia, Pemkab Kendal Siap Sukseskan Kongres XXI IPNU dan XX IPPNU di Ponpes Darul Amanah

Senin, 12 Oktober 2026 - 12:43

Sidak Temukan IPAL Bermasalah, Tiga SPPG di Kendal Terancam Suspend jika Mangkir Perbaikan

Minggu, 11 Oktober 2026 - 19:56

PKB Siapkan Rp 1 Miliar untuk Santri, Pesantren Digital hingga Sholawat Idol Jadi Andalan

Minggu, 11 Oktober 2026 - 11:23

Kapolda Jateng Tekankan Polisi Bersama Masyarakat Harus Dirasakan Lewat Kerja Nyata

Berita Terbaru

Secret Link