Awardee BIB Kemenag di University of Groningen: Studi dari Teologi hingga Artificial Intelligence

- Pewarta

Selasa, 2 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim Monitoring dan Evaluasi Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) Kemenag berfoto bersama delapan awardee S3 dari berbagai perguruan tinggi keagamaan. (Istimewa/Wawasannews)

Tim Monitoring dan Evaluasi Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) Kemenag berfoto bersama delapan awardee S3 dari berbagai perguruan tinggi keagamaan. (Istimewa/Wawasannews)

GRONINGEN, Wawasannews.com – Para penerima Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) Kementerian Agama RI yang tengah menempuh studi doktoral (S3) di University of Groningen mempelajari bidang yang sangat beragam, mulai dari teologi, farmasi, ekonomi, pendidikan, hingga artificial intelligence (AI). Mereka berasal dari berbagai Perguruan Tinggi Keagamaan (PTK) di Indonesia yang berada di bawah binaan Kementerian Agama.

Kunjungan monitoring dan evaluasi (Monev) dilakukan oleh Kemenag pada 25 November hingga 2 Desember 2025, meliputi Inggris dan Belanda. Untuk Belanda, Monev difokuskan pada para awardee program S3 di University of Groningen dan University of Amsterdam, dengan pertemuan terpusat di Groningen pada Senin (1/12/2025) waktu setempat.

Pastikan Layanan Beasiswa Berjalan Optimal

Tim Monev dipimpin oleh Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (PUSPENMA) Ruchman Basori, didampingi Sekretaris Jenderal Pendidikan Islam Arskal Salim, Inspektur II Itjen Kemenag Ali Irfan, dan Kasubtim Humas Ditjen Pendidikan Islam Alip Nuryanto.

Ruchman Basori mengapresiasi pilihan program studi para awardee yang dinilai relevan dan strategis. Ia menegaskan bahwa mahasiswa memilih bidang keilmuan secara independen sesuai kebutuhan kampus asal mereka di lingkungan UIN, IAIN, STAIN, serta perguruan tinggi keagamaan Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu. “Saat ini Kemenag telah dan sedang membiayai 424 awardee luar negeri yang tersebar di 119 perguruan tinggi di 24 negara,” jelasnya.

Berdasarkan data PUSPENMA 2022–2025, terdapat 85 awardee di Inggris dan 21 di Belanda. Sementara itu, Jerman memiliki 18 awardee, disusul Perancis 10, Irlandia 3, serta Belgia, Finlandia, dan Denmark masing-masing 1 awardee.

Perbaikan Berkelanjutan untuk Mutu Beasiswa

Ruchman menegaskan bahwa Monev dilakukan untuk memastikan kualitas layanan beasiswa, mulai dari akademik, pembiayaan, hingga administrasi. Masukan dari para awardee dianggap penting untuk penyempurnaan skema beasiswa di masa depan — termasuk peningkatan mutu dosen, guru, dan tenaga pendidik di lingkungan Kemenag.

Pertemuan yang dimoderatori Prof. Arskal Salim ini dihadiri delapan awardee dari berbagai PTK, seperti UIN Jakarta, UIN Jogjakarta, UIN Malang, UIN Banjarmasin, UIN Ar-Raniry Aceh, UIN Jambi, IAIN Parepare, dan Universitas Hindu Negeri Denpasar. Arskal Salim memberikan apresiasi atas dedikasi para awardee dalam menempuh studi di kampus kelas dunia. “Saya bangga, karena kualitas PTK akan semakin meningkat dengan kehadiran lulusan-lulusan global seperti Anda semua,” ujarnya.

Aspirasi Awardee: Biaya Hidup, Tugas Belajar, dan Administrasi

Para awardee menyampaikan sejumlah masukan, antara lain tingginya biaya hidup di Belanda, terutama untuk sewa hunian. Sebagian yang membawa keluarga harus bekerja paruh waktu untuk mencukupi kebutuhan. Selain itu, mereka juga menyoroti batas akhir pembiayaan, penyederhanaan proses administrasi pencairan, hingga kejelasan status tugas belajar bagi dosen PNS.

Inspektur II Itjen Kemenag Ali Irfan menegaskan bahwa awardee seharusnya mendapat status tugas belajar, bukan izin belajar. “Tugas belajar penting agar dosen dapat fokus studi dan tetap menjalankan kewajiban mengabdi setelah kembali,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu awardee, Azzam Masduqi, menyarankan agar Kemenag memiliki data lengkap mahasiswa program 5000 Doktor yang kini pendanaannya dialihkan ke PUSPENMA untuk memudahkan pemantauan.

Hingga 2025, Kemenag bersama LPDP telah mendanai lebih dari 7.500 penerima beasiswa untuk studi S1, S2, dan S3, baik di dalam maupun luar negeri, sebagai investasi dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia pendidikan keagamaan Indonesia. (Ucl)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Gempa M7,7 Guncang Flores, BMKG Sempat Keluarkan Peringatan Tsunami untuk Sejumlah Wilayah
Tak Sekadar Bersih-Bersih, Aksi Merawat Makam Hizbullah Hidupkan Semangat Kemerdekaan
Jumat Sehat di Dawungsari, Mahasiswa KKN UNDIP Keliling Tiga Dukuh Beri Cek Kesehatan Gratis
HUT Pramuka ke-65, SMA NU 05 Brangsong Padukan Kepramukaan dengan Nilai Religius
Bupati Kendal Sambangi Polres, Bahas Sinergi Jaga Kamtibmas dan Kenakalan Remaja
TMMD Rampung, Jalan 650 Meter Jadi Akses Baru Warga Wonosari
PWC ke-IV Kwarcab Kendal Digelar di Plantungan, 240 Pramuka Penegak Siap Berkarya untuk Indonesia
DPRD Kendal Kawal Kebijakan Fiskal 2027, Belanja Modal dan Pemerataan Pembangunan Jadi Perhatian

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 09:15

Gempa M7,7 Guncang Flores, BMKG Sempat Keluarkan Peringatan Tsunami untuk Sejumlah Wilayah

Jumat, 14 Agustus 2026 - 11:05

Tak Sekadar Bersih-Bersih, Aksi Merawat Makam Hizbullah Hidupkan Semangat Kemerdekaan

Jumat, 14 Agustus 2026 - 10:14

Jumat Sehat di Dawungsari, Mahasiswa KKN UNDIP Keliling Tiga Dukuh Beri Cek Kesehatan Gratis

Jumat, 14 Agustus 2026 - 09:30

HUT Pramuka ke-65, SMA NU 05 Brangsong Padukan Kepramukaan dengan Nilai Religius

Kamis, 13 Agustus 2026 - 14:42

TMMD Rampung, Jalan 650 Meter Jadi Akses Baru Warga Wonosari

Berita Terbaru

Secret Link