Air Laut Pasang Pagi Hari, Warga Lima RT di Mororejo Terendam Banjir Hingga Lutut

- Pewarta

Minggu, 2 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi Dusun Ngebum, Desa Mororejo, Kecamatan Kaliwungu, mendadak lumpuh setelah banjir rob menerjang permukiman, Minggu (2/11/2025) | Wawasannews

Kondisi Dusun Ngebum, Desa Mororejo, Kecamatan Kaliwungu, mendadak lumpuh setelah banjir rob menerjang permukiman, Minggu (2/11/2025) | Wawasannews

KENDAL, Wawasannews.com – Aktivitas pagi warga Ngebum, Desa Mororejo, Kecamatan Kaliwungu, mendadak lumpuh setelah banjir rob menerjang permukiman, Minggu (2/11/2025). Air laut pasang mulai masuk sekitar pukul 05.00 WIB, merendam rumah dan jalan lingkungan hingga setinggi lutut orang dewasa.

Ratusan rumah di lima RT terdampak banjir, masing-masing RT 01, 02, 03, 04, dan 05. Warga yang tengah bersiap beraktivitas terpaksa menunda rutinitas untuk menyelamatkan perabotan dan memastikan kondisi rumah tetap aman.

Ahmad Kozin, warga setempat, mengatakan air rob datang bersamaan dengan pasang pagi. Dalam waktu singkat, gang-gang permukiman terendam air.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Tadi pagi air naik cepat, jalan terendam sampai lutut. Di dalam rumah sekitar 10–20 sentimeter,” ujarnya.

Menurut Kozin, banjir rob sudah menjadi masalah rutin bagi warga pesisir Mororejo. Setiap kali air laut pasang, genangan hampir pasti terjadi dan mengganggu kegiatan masyarakat. “Sudah sering seperti ini, sangat mengganggu. Harapan kami ada tindakan nyata dari pemerintah,” terangnya.

Kondisi rob kali ini disebut lebih parah akibat jebolnya tanggul di sisi barat kampung. Lebar tanggul yang jebol diperkirakan sekitar lima meter, mempermudah air masuk ke permukiman.

Ketua BPD Mororejo, Jumadi, membenarkan kejadian tersebut dan menyebut titik terparah berada di RT 03, 04, dan 05. “Kurang lebih 60 persen rumah tiap RT terendam. Kami berharap perbaikan tanggul segera dilakukan,”katanya.

Pantauan di lokasi, hingga siang hari, warga masih sibuk menghalau air dan membersihkan halaman rumah dari lumpur dan sampah yang terbawa banjir.(Red)

Berita Terkait

Angka Kecelakaan Turun Saat Operasi Zebra Candi 2025
DPRD Kendal Ngangsu Kaweruh Wisata ke Bantul, Siapkan E-Ticketing untuk Dongkrak PAD
Hampir 850 Ribu Warga Mengungsi, Korban Jiwa Banjir Bandang Tiga Provinsi Tembus 867 Orang
Prabowo Jelaskan Alasan Borong Alutsista: 50 Helikopter Dikerahkan ke Daerah Bencana
Korban Hilang Bencana di Sumut Turun Jadi 160 Orang, Terbanyak di Kabupaten Dairi
Kemenkes Kebut Pemulihan Fasilitas Kesehatan di Wilayah Bencana Sumatra
Jelang Pemilu 2029, Puan Minta Media Jaga Ruang Publik Tetap Sehat dan Objektif
Menlu Sugiono Apresiasi Dukungan Negara Sahabat untuk Korban Bencana di Aceh dan Sumatra
Berita ini 6.969 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 8 Desember 2025 - 13:45

Angka Kecelakaan Turun Saat Operasi Zebra Candi 2025

Sabtu, 6 Desember 2025 - 18:40

DPRD Kendal Ngangsu Kaweruh Wisata ke Bantul, Siapkan E-Ticketing untuk Dongkrak PAD

Sabtu, 6 Desember 2025 - 16:22

Hampir 850 Ribu Warga Mengungsi, Korban Jiwa Banjir Bandang Tiga Provinsi Tembus 867 Orang

Sabtu, 6 Desember 2025 - 15:42

Prabowo Jelaskan Alasan Borong Alutsista: 50 Helikopter Dikerahkan ke Daerah Bencana

Sabtu, 6 Desember 2025 - 14:07

Korban Hilang Bencana di Sumut Turun Jadi 160 Orang, Terbanyak di Kabupaten Dairi

Berita Terbaru

Petugas Satlantas Polres Kendal saat mengatur arus lalu-lintas di depan Masjid Mujahidin Kendal (Istimewa/Wawasannews)

Jawa Tengah

Angka Kecelakaan Turun Saat Operasi Zebra Candi 2025

Senin, 8 Des 2025 - 13:45