MOSKOW, Wawasannews.com — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Presiden Rusia Vladimir Putin sepakat untuk meningkatkan kerja sama bilateral di berbagai sektor strategis, terutama ekonomi, energi, antariksa, pertanian, industri, hingga farmasi.
Di kutip dari antaranews.com, Kesepakatan tersebut disampaikan dalam pertemuan kedua pemimpin di Moskow, Senin. Dalam kesempatan itu, Presiden Prabowo mengapresiasi dukungan Pemerintah Rusia terhadap Indonesia, termasuk dalam proses penerimaan yang cepat di BRICS serta peningkatan signifikan kerja sama di berbagai bidang.
“Kami memandang bahwa Rusia telah berperan sangat positif dalam menghadapi kondisi geopolitik yang penuh ketidakpastian ini. Karena itu kami merasa sangat perlu untuk konsultasi bagaimana kita hadapi situasi ke depan,” ujar Presiden.
Ia menambahkan bahwa penguatan kerja sama, khususnya di sektor ekonomi dan energi, menjadi prioritas ke depan bagi kedua negara.
“Terutama kalau bisa kita terus mempererat kerja sama terutama di bidang ekonomi dan energi,” lanjutnya.
Presiden Prabowo juga menilai hampir seluruh sektor kerja sama yang telah disepakati menunjukkan perkembangan yang pesat, meskipun masih terdapat beberapa bidang yang perlu dipercepat realisasinya. Untuk itu, ia menegaskan akan menangani dan mengawasi langsung isu tersebut, terutama terkait hubungan moneter antara kedua negara.
Sementara itu, Presiden Rusia Vladimir Putin mengungkapkan bahwa kerja sama ekonomi dan perdagangan antara Indonesia dan Rusia mengalami peningkatan sebesar 12,5 persen pada tahun lalu.
Meski sempat terjadi perlambatan pada awal tahun, Putin optimistis kemitraan kedua negara dapat terus ditingkatkan, khususnya melalui forum komisi bersama antar pemerintah.
“Kami memberikan makna besar kepada komisi bersama antar pemerintah dan kami berharap bahwa dalam pertemuan hari ini kita dapat mencari berbagai solusi untuk terus meningkatkan kemitraan kedua negara,” kata Putin.
Ia juga menyoroti sejumlah sektor strategis yang menjadi fokus kerja sama, di antaranya energi, antariksa, pertanian, industri, serta farmasi. Selain itu, keanggotaan Indonesia dalam BRICS dinilai membuka peluang baru dalam pengembangan hubungan bilateral yang lebih luas. (red)









