Soeharto Ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional 2025, Respons Publik Terbelah

- Pewarta

Selasa, 11 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto menyerahkan gelar Pahlawan Nasional secara simbolis kepada keluarga almarhum Presiden ke-2 RI Soeharto di Istana Negara, Jakarta, Senin (10/11/2025). Penganugerahan ini menimbulkan beragam reaksi publik di media sosial. (wawasannews)

Presiden Prabowo Subianto menyerahkan gelar Pahlawan Nasional secara simbolis kepada keluarga almarhum Presiden ke-2 RI Soeharto di Istana Negara, Jakarta, Senin (10/11/2025). Penganugerahan ini menimbulkan beragam reaksi publik di media sosial. (wawasannews)

JAKARTA, Wawasannews – Presiden Prabowo Subianto secara resmi menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada sepuluh tokoh bangsa dalam upacara di Istana Negara, Senin (10/11/2025). Penetapan tersebut tertuang dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 116/TK/Tahun 2025 tentang Gelar Pahlawan Nasional.

Salah satu tokoh yang menerima gelar kehormatan itu adalah Presiden ke-2 Republik Indonesia, Soeharto. Penganugerahan ini menuai beragam tanggapan dari publik. Meski sebagian kalangan menolak, tidak sedikit pula tokoh politik dan agama yang menyampaikan dukungan serta menilai keputusan itu sebagai bentuk penghargaan terhadap jasa besar Soeharto dalam pembangunan nasional.

Di dunia maya, khususnya platform X (Twitter), topik “Soeharto Pahlawan Nasional” menjadi trending pada Senin malam (10/11). Sejumlah akun menilai Soeharto layak menerima gelar tersebut karena kontribusinya terhadap kemajuan bangsa. Salah satunya akun @partaisocmed yang menulis, “Hari-hari belakangan ini banyak percakapan tentang Suharto. Seperti juga Bung Karno, Pak Harto juga ada kesalahannya, tapi kita sepakat jasa mereka berdua juga besar.”

Soeharto dikenal sebagai Bapak Pembangunan Nasional, terutama lewat program-program strategis pada era Orde Baru seperti Kelompok Pendengar, Pembaca dan Pemirsa (Kelompecapir) — program penyuluhan melalui televisi yang menampilkan keberhasilan petani — serta program transmigrasi yang mendorong pertumbuhan wilayah baru di bidang pertanian dan perkebunan.

Tokoh Muhammadiyah Din Syamsuddin turut menyampaikan apresiasinya atas penetapan tersebut. “Ditetapkannya Soeharto sebagai Pahlawan Nasional meski terlambat, kita harus memberikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto. Soeharto telah menunjukkan komitmen kuat dalam membangun bangsa,” ujarnya.

Dalam upacara penganugerahan, penghargaan untuk mendiang Soeharto diterima oleh Siti Hardiyanti Rukmana (Tutut) yang didampingi oleh adiknya, Bambang Trihatmodjo. Tutut menanggapi perbedaan pandangan publik dengan bijak.

“Masyarakat di Indonesia itu beragam, punya pandangan yang berbeda itu wajar. Tapi yang penting, masyarakat bisa melihat dan menilai bagaimana perjuangan Bapak dulu dalam membangun bangsa,” kata Tutut seusai upacara di Istana Negara. (ucl)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Sempat Kabur ke Hutan, Paman di Kendal yang Diduga Cabuli Keponakan Akhirnya Ditangkap Polisi
KemenPPPA Soroti Pentingnya Deteksi Gangguan Mental pada Anak dan Remaja
DPR Minta TNI dan Polisi Turun Tangan Berantas Tambang Ilegal di Sumbar
Pemerintah Pastikan Revisi UU HAM Tidak Kurangi Independensi Komnas HAM
Stasiun Kaliwungu Kendal Bakal Aktif Lagi, Ditarget Layani Penumpang pada 2027
Pengasuh Ponpes di Pekalongan Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan Santriwati, Langsung Ditahan
BUMDes Tanjungmojo Panen Semangka Perdana, Bupati Kendal Dorong Jadi Komoditas Unggulan
Rumah Kadis Pertanian Kendal Dibobol Maling, Komplotan Gasak Dua Sepeda dan Helm

Berita Terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 16:43

Sempat Kabur ke Hutan, Paman di Kendal yang Diduga Cabuli Keponakan Akhirnya Ditangkap Polisi

Jumat, 29 Mei 2026 - 15:53

KemenPPPA Soroti Pentingnya Deteksi Gangguan Mental pada Anak dan Remaja

Jumat, 29 Mei 2026 - 15:29

DPR Minta TNI dan Polisi Turun Tangan Berantas Tambang Ilegal di Sumbar

Jumat, 29 Mei 2026 - 12:44

Stasiun Kaliwungu Kendal Bakal Aktif Lagi, Ditarget Layani Penumpang pada 2027

Kamis, 28 Mei 2026 - 13:25

Pengasuh Ponpes di Pekalongan Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan Santriwati, Langsung Ditahan

Berita Terbaru