45 Warga Terisolasi, 660 Jiwa Mengungsi akibat Longsor di Situkung Banjarnegara

- Pewarta

Senin, 17 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tangkapan layar  bencana tanah longsor di Dusun Situkung, Desa Pandanarum, Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Minggu (16/11/2025). (Istimewa/Wawasannews)

Tangkapan layar bencana tanah longsor di Dusun Situkung, Desa Pandanarum, Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Minggu (16/11/2025). (Istimewa/Wawasannews)

BANJARNEGARA, Wawasannews – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa 45 jiwa masih terisolasi akibat tanah longsor yang menerjang Desa Situkung, Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara, pada Sabtu (15/11). Proses evakuasi masih berlangsung seiring upaya tim gabungan membuka akses wilayah terdampak.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan bahwa longsor dipicu hujan lebat yang mengguyur kawasan tersebut, menyebabkan tebing runtuh dan menimpa area perkebunan serta persawahan warga. Dampaknya, puluhan warga kesulitan keluar dari lokasi dan ratusan lainnya terpaksa mengungsi.

Sebanyak 286 KK atau 660 jiwa kini berada di tempat pengungsian yang didirikan di Kantor Kecamatan Pandanarum. “Longsor dipicu oleh hujan lebat… dan mengancam permukiman di sekitarnya,” kata Abdul dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu.

Dari laporan BPBD Banjarnegara, satu warga bernama Klewih (40) ditemukan tidak sadarkan diri dengan luka fraktur. Ia telah dievakuasi dan mendapatkan perawatan di Puskesmas hingga kondisinya berangsur membaik. Dua warga lainnya juga mengalami luka-luka dan telah dirujuk ke RSUD BNA serta Puskesmas Pandanarum. Dengan demikian total tiga orang terluka akibat kejadian ini.

Kerusakan material cukup signifikan, dengan sekitar 30 rumah, lahan persawahan, dan perkebunan terdampak. Pendataan lanjutan masih dilakukan untuk memastikan seluruh kerusakan dan kebutuhan warga.

BPBD Banjarnegara bersama unsur terkait telah mendirikan pos lapangan, dapur umum, dan tenda pengungsian untuk memenuhi kebutuhan warga. Adapun kebutuhan mendesak yang sudah diidentifikasi meliputi posko lapangan, ATK, laptop, printer, banner, logistik permakanan, matras, selimut, air mineral, hygiene kit, dan family kit. (Ucl)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Jambore Anak Panti 2026 Jadi Wadah Pengembangan Karakter dan Prestasi Anak Asuh di Kendal
Mahasiswa UIN Walisongo Gelar Pengabdian Empat Hari di Dusun Duren, Warga Antusias Ikuti Berbagai Kegiatan
PT Pupuk Indonesia dan Kementan Luncurkan Program Nature-Based Solution Agroforestry di Kendal
BMI Kendal Perkuat Soliditas Organisasi, Konsolidasi Didorong hingga Tingkat Desa
Kapolres Kendal Bersama Warga Tanam 700 Bibit Pohon di Tunggulsari, Perkuat Kelestarian Lingkungan
PSIS Resmi Rekrut Deri Corfe, Striker Asal Inggris Jadi Pemain Asing Pertama Musim 2026/2027
Pembonceng Motor Tewas dalam Tabrak Lari di Depan Hotel SAE INN Kendal, Polisi Buru Sopir Truk
Ansor Kendal Prioritaskan Kualitas Kader dalam Diklatsar Banser

Berita Terkait

Selasa, 14 Juli 2026 - 13:11

Jambore Anak Panti 2026 Jadi Wadah Pengembangan Karakter dan Prestasi Anak Asuh di Kendal

Selasa, 14 Juli 2026 - 11:14

Mahasiswa UIN Walisongo Gelar Pengabdian Empat Hari di Dusun Duren, Warga Antusias Ikuti Berbagai Kegiatan

Senin, 13 Juli 2026 - 19:03

PT Pupuk Indonesia dan Kementan Luncurkan Program Nature-Based Solution Agroforestry di Kendal

Senin, 13 Juli 2026 - 15:46

BMI Kendal Perkuat Soliditas Organisasi, Konsolidasi Didorong hingga Tingkat Desa

Senin, 13 Juli 2026 - 15:38

Kapolres Kendal Bersama Warga Tanam 700 Bibit Pohon di Tunggulsari, Perkuat Kelestarian Lingkungan

Berita Terbaru