Indonesia Terapkan Bensin Campuran Bioetanol Wajib Mulai 2027: Dorong Energi Hijau dan Kemandirian Nasional

- Pewarta

Jumat, 24 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah Indonesia resmi menetapkan kebijakan bahan bakar campuran bioetanol wajib yang akan mulai diterapkan secara nasional pada tahun 2027

Pemerintah Indonesia resmi menetapkan kebijakan bahan bakar campuran bioetanol wajib yang akan mulai diterapkan secara nasional pada tahun 2027

JAKARTA, Wawasannews – Pemerintah Indonesia resmi menetapkan kebijakan bahan bakar campuran bioetanol wajib yang akan mulai diterapkan secara nasional pada tahun 2027. Langkah ini menjadi bagian dari peta jalan transisi energi bersih dan upaya mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar fosil yang selama ini menekan neraca perdagangan migas.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menjelaskan bahwa pemerintah akan menerapkan campuran bioetanol sebesar 10 persen pada bensin atau dikenal sebagai program E10. Bahan baku etanol diprioritaskan dari sumber pertanian dalam negeri seperti tebu, singkong, dan jagung.

“Kita ingin energi kita makin hijau dan berkelanjutan. Program ini sekaligus membuka peluang ekonomi baru di sektor pertanian dan industri bioenergi,” ujar Arifin dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (24/10/2025).

Kebijakan tersebut disusun untuk menekan impor bensin yang pada tahun 2024 mencapai lebih dari 18 juta kiloliter. Dengan substitusi bioetanol, pemerintah memperkirakan dapat menghemat devisa hingga US$ 1 miliar per tahun. Selain itu, program ini juga akan mendukung target penurunan emisi karbon sebesar 29 persen pada 2030.

Namun, sejumlah pengamat energi menilai keberhasilan program ini sangat bergantung pada kesiapan infrastruktur dan pasokan etanol domestik. Saat ini kapasitas produksi etanol nasional baru sekitar 60 persen dari kebutuhan jika kebijakan dijalankan secara penuh. Pemerintah sedang mendorong investasi baru di sektor pabrik etanol dan pengembangan riset untuk meningkatkan efisiensi produksi.

Langkah menuju E10 juga diharapkan menumbuhkan permintaan terhadap komoditas lokal, sehingga petani tebu dan singkong bisa menikmati nilai tambah dari kebijakan energi hijau ini. Pemerintah berjanji memberi dukungan berupa pembiayaan murah, insentif pajak, dan jaminan harga bagi produsen bioetanol. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Era Visual Semakin Mendominasi, Apakah Literasi Akan Bertahan?
Meta Resmi Ikuti Aturan Indonesia, Pengguna Instagram dan Facebook Wajib Usia 16 Tahun
Transformasi Digital 2026, AI Ambil Peran Sentral di Berbagai Sektor
BYD Perkenalkan Ti7 dengan Teknologi Flash Charging dan Range 755 Km
Volkswagen Luncurkan Dua Mobil Listrik Baru di China, Usung Teknologi AI dan LiDAR
Wamenkomdigi Tekankan Talenta Digital Harus Mampu Kendalikan AI dan Jaga Daya Kritis
“Algoritma dan Identitas Manusia: Refleksi Kritis di Era Media Sosial dan AI”
Laba Anjlok 67%, Alibaba Pangkas Ribuan Karyawan dan Gaspol Investasi AI

Berita Terkait

Selasa, 19 Mei 2026 - 19:36

Era Visual Semakin Mendominasi, Apakah Literasi Akan Bertahan?

Jumat, 15 Mei 2026 - 17:40

Meta Resmi Ikuti Aturan Indonesia, Pengguna Instagram dan Facebook Wajib Usia 16 Tahun

Kamis, 7 Mei 2026 - 01:37

Transformasi Digital 2026, AI Ambil Peran Sentral di Berbagai Sektor

Kamis, 30 April 2026 - 09:39

BYD Perkenalkan Ti7 dengan Teknologi Flash Charging dan Range 755 Km

Rabu, 22 April 2026 - 09:24

Volkswagen Luncurkan Dua Mobil Listrik Baru di China, Usung Teknologi AI dan LiDAR

Berita Terbaru