Laba Anjlok 67%, Alibaba Pangkas Ribuan Karyawan dan Gaspol Investasi AI

- Pewarta

Minggu, 22 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ISTIMEWA/WAWASANNEWS.COM

ISTIMEWA/WAWASANNEWS.COM

JAKARTA, Wawasannews.com – Raksasa teknologi asal China, Alibaba, melakukan langkah besar dengan memangkas jumlah karyawan secara signifikan sepanjang tahun 2025. Perusahaan e-commerce tersebut dilaporkan mengurangi sekitar 34% tenaga kerjanya sebagai bagian dari strategi transformasi bisnis menuju sektor kecerdasan buatan (AI).

Berdasarkan laporan keuangan terbaru, Alibaba menutup Desember 2025 dengan total 128.197 karyawan, turun drastis dari 194.320 karyawan pada tahun sebelumnya. Penurunan ini menjadi salah satu restrukturisasi terbesar dalam sejarah perusahaan.

Langkah efisiensi ini tidak terlepas dari tekanan kinerja keuangan. Laporan tersebut menunjukkan laba Alibaba anjlok hingga 67%, sementara pendapatannya juga gagal memenuhi ekspektasi pasar. Dampaknya, saham perusahaan yang diperdagangkan di bursa Hong Kong ikut merosot hingga 6% pada perdagangan Jumat.

Sebagian besar pemangkasan karyawan terjadi pada kuartal pertama 2025. Hal ini seiring dengan keputusan Alibaba untuk melepas sejumlah bisnis ritel offline, termasuk penjualan grup ritel Sun Art pada akhir 2024. Selain itu, perusahaan juga melepaskan kepemilikannya di jaringan department store Intime dalam periode yang hampir bersamaan.

Langkah ini menandai perubahan arah bisnis Alibaba yang kini berupaya meninggalkan sektor yang padat tenaga kerja dan beralih ke bisnis berbasis teknologi tinggi. Transformasi ini menjadikan Alibaba sebagai bagian dari tren global, di mana banyak perusahaan teknologi besar, baik di Silicon Valley maupun di Hangzhou, melakukan efisiensi tenaga kerja sambil meningkatkan investasi di bidang AI.

Sebenarnya, Alibaba telah mulai mengurangi jumlah karyawan secara bertahap dalam beberapa tahun terakhir. Namun, pemangkasan kali ini jauh lebih besar dibandingkan penurunan sekitar 11% yang terjadi pada Desember 2024.

Fokus utama Alibaba kini adalah membangun ekosistem kecerdasan buatan yang terintegrasi. Perusahaan menargetkan menjadi pemain utama dalam industri AI, mencakup berbagai lini mulai dari manufaktur semikonduktor, layanan komputasi awan, hingga pengembangan model AI canggih.

Sebagai bagian dari strategi tersebut, Alibaba baru saja meluncurkan layanan AI berbasis agen bernama “Wukong” yang ditujukan untuk kebutuhan bisnis. Selain itu, perusahaan juga menaikkan harga layanan cloud dan penyimpanan hingga 34%, seiring meningkatnya permintaan serta biaya rantai pasokan.

CEO Alibaba, Eddie Wu, menyampaikan bahwa perusahaan memiliki ambisi besar dalam lima tahun ke depan. Ia menargetkan pendapatan dari sektor cloud dan AI dapat melampaui US$100 miliar per tahun.

Transformasi ini menunjukkan bahwa Alibaba tidak lagi hanya mengandalkan bisnis e-commerce sebagai sumber utama pendapatan. Perusahaan kini bersiap menghadapi era baru teknologi dengan menjadikan kecerdasan buatan sebagai tulang punggung bisnisnya di masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Gempa M7,7 Guncang Flores, BMKG Sempat Keluarkan Peringatan Tsunami untuk Sejumlah Wilayah
Korwil Ikadin Jateng Apresiasi Regenerasi Pengurus, Dorong Soliditas Organisasi dan Penegakan Hukum
Hutan Mangrove Jadi Penyelamat Nelayan Maros saat Angin Barat Mengamuk
PT Pupuk Indonesia dan Kementan Luncurkan Program Nature-Based Solution Agroforestry di Kendal
PDKN Gandeng Kementerian UMKM RI, Siapkan Program Kewirausahaan bagi Mahasiswa dan Alumni KIP Kuliah
Prabowo Saksikan Atraksi Polri dan Defile 6.000 Personel di HUT Ke-80 Bhayangkara
Dewi Avivah Tegaskan Perempuan sebagai Katalis Perubahan dan Pemimpin Peradaban
Globalizing KOPRI: SKKN IV 2026 Cetak Pemimpin Perempuan sebagai Katalis Ketahanan Pangan Berkelanjutan dan Transformasi Global

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 09:15

Gempa M7,7 Guncang Flores, BMKG Sempat Keluarkan Peringatan Tsunami untuk Sejumlah Wilayah

Selasa, 4 Agustus 2026 - 15:37

Korwil Ikadin Jateng Apresiasi Regenerasi Pengurus, Dorong Soliditas Organisasi dan Penegakan Hukum

Sabtu, 25 Juli 2026 - 11:10

Hutan Mangrove Jadi Penyelamat Nelayan Maros saat Angin Barat Mengamuk

Senin, 13 Juli 2026 - 19:03

PT Pupuk Indonesia dan Kementan Luncurkan Program Nature-Based Solution Agroforestry di Kendal

Senin, 6 Juli 2026 - 19:27

PDKN Gandeng Kementerian UMKM RI, Siapkan Program Kewirausahaan bagi Mahasiswa dan Alumni KIP Kuliah

Berita Terbaru

Secret Link