Wamenkomdigi Tekankan Talenta Digital Harus Mampu Kendalikan AI dan Jaga Daya Kritis

- Pewarta

Sabtu, 18 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wamenkomdigi Nezar Patria menyampaikan pidato sambutan sekaligus membuka Workshop AI Talent Factory di Kampus Universitas Gadjah Mada, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (17/04/2026). (Istimewa/Wawasannews)

Wamenkomdigi Nezar Patria menyampaikan pidato sambutan sekaligus membuka Workshop AI Talent Factory di Kampus Universitas Gadjah Mada, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (17/04/2026). (Istimewa/Wawasannews)

JAKARTA, Wawasannews.com – Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), Nezar Patria, menegaskan bahwa pengembangan talenta digital tidak hanya berfokus pada kemampuan teknis, tetapi juga harus mampu memahami cara berinteraksi dengan kecerdasan buatan (AI) secara tepat serta mengendalikan penggunaannya.

Di kutip dari antaranews.com, “Desain AI harus human-centric agar teknologi yang dikembangkan memberi dampak positif pada manusia. Dalam pengambilan keputusan, AI harus tetap menempatkan manusia sebagai pusat melalui pendekatan human in the loop,” ujar Nezar dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.

Ia menekankan bahwa desain AI harus berpusat pada manusia. Menurutnya, penggunaan AI yang semakin masif berpotensi menggerus kemampuan berpikir kritis, terutama di kalangan pelajar dan profesional.

“Jangan sampai kita kehilangan daya kritis karena semua diserahkan kepada AI. Itu sudah mulai terjadi di dunia pendidikan,” tegasnya.

Nezar juga menyoroti kecenderungan penggunaan AI yang serba instan, yang dinilai dapat melemahkan kemampuan analisis dan penilaian etis jika tidak diimbangi dengan kesadaran dalam penggunaannya.

Karena itu, ia menekankan pentingnya talenta digital untuk tetap mampu mengevaluasi setiap output AI secara kritis, serta tidak sepenuhnya menyerahkan kemampuan berpikir dan pengambilan keputusan kepada mesin.

Di sisi lain, Nezar mendorong pemanfaatan AI untuk menjawab persoalan nyata di sektor strategis, seperti pangan, energi, kesehatan, dan maritim. Pendekatan berbasis masalah dinilai penting agar teknologi dapat memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

“Ambisi strategis diperlukan agar kita tidak hanya mengadopsi teknologi, tetapi mampu menggunakannya untuk menyelesaikan masalah nyata di sektor-sektor prioritas,” ujarnya.

Pernyataan tersebut disampaikan saat membuka Workshop AI Talent Factory 2 di Universitas Gadjah Mada. Kegiatan tersebut diikuti 98 mahasiswa dan 28 dosen dari Universitas Gadjah Mada, Universitas Brawijaya, dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

Program ini bertujuan membentuk talenta digital yang tidak hanya menguasai teknologi, tetapi juga mampu mengendalikan dampak pemanfaatan AI. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Foto Bupati Kendal Bersimbah Lumpur Viral, Pemkab Siapkan Evaluasi dan Penertiban Tambang Galian C
KPK Buka Identitas Empat Tersangka Korupsi Pembangunan Gedung Pemkab Lamongan, Kerugian Negara Diperkirakan Rp151 Miliar
Komnas Perempuan Soroti Tingginya Kasus Kekerasan terhadap Perempuan, Nilai Pancasila Dinilai Belum Sepenuhnya Terwujud
Permohonan Pulang WNI dari Kamboja Melonjak, KBRI Phnom Penh Tangani Lebih dari 10 Ribu Kasus dalam Lima Bulan
Ombudsman RI Gandeng Mahkamah Agung Perkuat Pengawasan Peradilan, Lebih dari 1.400 Aduan Masyarakat Tercatat
Refleksi Hari Lahir Pancasila, Mahfud Sodiq Tekankan Implementasi Nilai-Nilai Kebangsaan
Prabowo Hadiri Persemayaman Ryamizard Ryacudu di Kemhan, Akan Dimakamkan Militer di TMP Kalibata
Kebakaran Rumah Dinas TPU Kebon Nanas Jatinegara, Kerugian Capai Rp10 Juta

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 21:06

Foto Bupati Kendal Bersimbah Lumpur Viral, Pemkab Siapkan Evaluasi dan Penertiban Tambang Galian C

Selasa, 2 Juni 2026 - 12:35

KPK Buka Identitas Empat Tersangka Korupsi Pembangunan Gedung Pemkab Lamongan, Kerugian Negara Diperkirakan Rp151 Miliar

Selasa, 2 Juni 2026 - 11:56

Komnas Perempuan Soroti Tingginya Kasus Kekerasan terhadap Perempuan, Nilai Pancasila Dinilai Belum Sepenuhnya Terwujud

Selasa, 2 Juni 2026 - 11:36

Permohonan Pulang WNI dari Kamboja Melonjak, KBRI Phnom Penh Tangani Lebih dari 10 Ribu Kasus dalam Lima Bulan

Senin, 1 Juni 2026 - 13:05

Refleksi Hari Lahir Pancasila, Mahfud Sodiq Tekankan Implementasi Nilai-Nilai Kebangsaan

Berita Terbaru