BINTAN, Wawasannews.com – Warga lanjut usia di Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, didorong tetap sehat, aktif, dan mandiri lewat program Lansia SMART yang kini berjalan di Sekolah Lansia Rumah Bahagia Bintan Lanjut Usia Berdaya (SIDAYA).
Program itu mendapat perhatian langsung dari Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga sekaligus Wakil Kepala BKKBN, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, saat mengunjungi Rumah Bahagia Bintan di Kecamatan Gunung Kijang, Senin.
Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat langsung pelaksanaan SIDAYA sekaligus memastikan kegiatan berjalan sesuai tujuan.
Melalui sekolah lansia ini, para peserta mendapat pendampingan lewat pendidikan nonformal yang disiapkan agar tetap sehat, mandiri, dan bisa terus menjalani aktivitas sehari-hari dengan nyaman.
Menurut Isyana, konsep yang dibawa dalam program ini adalah Lansia SMART, yaitu sehat, mandiri, aktif, produktif, dan bermartabat.
Ia mengatakan, pendampingan terhadap lansia tidak bisa berjalan sendiri. Perlu keterlibatan keluarga dan dukungan banyak pihak agar para lansia tetap merasa aman dan punya ruang untuk beraktivitas.
“Sekolah lansia ini mengusung konsep Lansia SMART, yakni sehat, mandiri, aktif, produktif, dan bermartabat,” kata Isyana saat berada di Rumah Bahagia Bintan.
Ia menjelaskan, ada tiga hal penting yang perlu diperhatikan dalam pemberdayaan lansia.
Pertama soal kesehatan, kedua rasa aman dalam menjalani keseharian, dan ketiga kesempatan untuk tetap ikut berpartisipasi di lingkungan keluarga maupun masyarakat.
Menurutnya, ketiga hal itu saling berkaitan dan penting agar para lansia tetap berdaya.
Program sekolah lansia sendiri saat ini menjadi salah satu fokus di lingkungan Kemendukbangga dan BKKBN.
Di SIDAYA Bintan, berbagai kegiatan dibuat dengan pendekatan yang santai dan mudah diikuti.
Materinya cukup beragam.
Mulai dari edukasi kesehatan, senam lansia, pendampingan psikologis, bimbingan spiritual, hingga pelatihan keterampilan dan seni.
Dengan model pembelajaran seperti itu, para lansia diharapkan tetap punya aktivitas rutin yang bermanfaat sekaligus ruang untuk bersosialisasi.
Rumah Bahagia Bintan sendiri sudah dikelola Pemerintah Kabupaten Bintan sejak 2007.
Tempat itu selama ini menjadi panti rehabilitasi sosial sekaligus ruang perlindungan bagi warga lanjut usia di wilayah tersebut.
Dengan hadirnya SIDAYA, sebanyak 41 penghuni Rumah Bahagia kini mendapat tambahan kegiatan yang lebih terarah.
Tidak hanya untuk mengisi waktu, tetapi juga untuk menjaga kesehatan fisik dan mental mereka.
“Semoga sekolah lansia ini memberi manfaat dan membuat para lansia tetap sehat, bahagia, dan terus punya peran positif di lingkungan,” ujar Isyana.
Semangat itu terlihat dari salah satu penghuni Rumah Bahagia Bintan, Sumiatun.
Perempuan berusia 84 tahun itu sudah tinggal di sana selama 14 tahun. (Dilansir dari antaranews)
Meski sudah lanjut usia, ia masih rutin mengikuti kegiatan yang diadakan bersama penghuni lainnya.
Sumiatun mengaku senang bisa tinggal di Rumah Bahagia karena mendapat perhatian dan pendampingan setiap hari.
Ia juga merasa lebih nyaman karena tetap punya aktivitas bersama para lansia lain.
“Alhamdulillah, saya senang di sini. Ada perhatian, ada pendampingan, dan masih bisa ikut kegiatan bersama,” ucapnya.
Bagi para penghuni, kegiatan seperti itu bukan sekadar mengisi waktu.
Kehadiran sekolah lansia memberi ruang untuk tetap aktif, berkumpul, dan menjaga semangat di usia lanjut. (red)






