Ketua DPRD Kendal Mahfud Sodiq Ikuti Pemancangan Bambu Runcing di Makam Pejuang Boja

- Pewarta

Senin, 10 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua DPRD Kendal Mahfud Sodiq dan Forkopimda turut hadir memberi penghormatan kepada pahlawan Suroto dan Sutikno (10/11) | Wawasannews

Ketua DPRD Kendal Mahfud Sodiq dan Forkopimda turut hadir memberi penghormatan kepada pahlawan Suroto dan Sutikno (10/11) | Wawasannews

KENDAL, Wawasannews.com – Ketua DPRD Kendal, Mahfud Sodiq, bersama Forkopimda Kendal menghadiri upacara pemancangan bambu runcing berbendera Merah Putih di makam umum Dusun Bobang, Desa Campurejo, Kecamatan Boja, Senin (10/11/2025), dalam rangka memperingati Hari Pahlawan. Kegiatan tersebut digelar sebagai bentuk penghormatan kepada dua pejuang kemerdekaan RI, Suroto dan Sutikno.

Upacara dipimpin langsung oleh Dandim 0715/Kendal, Letkol Inf Bagus Setiyawan. Dalam prosesi tersebut, bambu runcing dipancangkan tepat di atas makam, lalu dikalungi bunga melati sebagai simbol penghormatan dan penghargaan atas jasa para pahlawan. Setelah itu, dilakukan tabur bunga oleh jajaran pejabat daerah.

Mahfud Sodiq menegaskan bahwa semangat perjuangan para pahlawan harus terus dihidupkan oleh generasi penerus.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Perjuangan para pahlawan seperti almarhum Bapak Suroto dan Bapak Sutikno adalah bagian penting dari sejarah bangsa. Generasi muda harus menjadikan semangat juang mereka sebagai inspirasi untuk berkarya, menjaga persatuan, dan melanjutkan perjuangan membangun negeri,” ujarnya.

Selain prosesi pemancangan, Pemerintah Kabupaten Kendal juga memberikan penghargaan kepada keluarga eksponen pejuang 45. Penghargaan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari.

“Semoga perjuangan para pahlawan menjadi teladan bagi masyarakat. Kita semua memiliki tanggung jawab untuk memastikan generasi mendatang mengenal, menghargai, dan meneladani keberanian mereka,” tutur Dyah.

Sementara itu, perwakilan keluarga pejuang, Suhardi, menyampaikan rasa terima kasih atas penghargaan yang diberikan kepada ayahnya, almarhum Suroto. Diketahui, Suroto merupakan pejuang kelahiran 1927 yang wafat pada 2011 di usia 86 tahun.

“Sejak usia 15 tahun, Bapak sudah ikut berjuang. Beliau berpindah-pindah medan pertempuran, pernah berdinas di Demak tahun 1946, lalu bertugas di Purwodadi. Kami berterima kasih karena perjuangan beliau masih dikenang hingga hari ini,” ungkap Suhardi dengan haru. (Red)

Berita Terkait

Arif Setiawan Angkat Kembali Kisah Panji Witono Lewat Buku “Jejak Panji Witono Welang”
Makna Hari Pahlawan 10 November: Sejarah, Peran K.H. Hasyim Asy’ari, dan Refleksi Bagi Generasi Muda
Semangat “Merdeka atau Mati” di Hari Pahlawan: Kisah Heroik dari Pertempuran Surabaya
Sumpah Pemuda 1928: Sejarah, Makna, dan Relevansinya bagi Generasi Muda di Era Digital
Pentas Seni Meriahkan HUT RI di Pageruyung, Masyarakat Antusias Tonton hingga Malam
Berita ini 6.979 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 19 November 2025 - 08:49

Arif Setiawan Angkat Kembali Kisah Panji Witono Lewat Buku “Jejak Panji Witono Welang”

Senin, 10 November 2025 - 17:20

Ketua DPRD Kendal Mahfud Sodiq Ikuti Pemancangan Bambu Runcing di Makam Pejuang Boja

Senin, 10 November 2025 - 09:03

Makna Hari Pahlawan 10 November: Sejarah, Peran K.H. Hasyim Asy’ari, dan Refleksi Bagi Generasi Muda

Jumat, 7 November 2025 - 09:55

Semangat “Merdeka atau Mati” di Hari Pahlawan: Kisah Heroik dari Pertempuran Surabaya

Senin, 27 Oktober 2025 - 16:31

Sumpah Pemuda 1928: Sejarah, Makna, dan Relevansinya bagi Generasi Muda di Era Digital

Berita Terbaru

Jawa Tengah

Angka Kecelakaan Turun Saat Operasi Zebra Candi 2025

Senin, 8 Des 2025 - 13:45