Mengenal Pagar Nusa, Organisasi Pencak Silat Nahdlatul Ulama yang Berdiri Sejak 1986

- Pewarta

Sabtu, 3 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Logo Kementerian Agama Republik Indonesia menampilkan kitab terbuka, bintang, dan padi-kapas sebagai simbol keimanan, ilmu, serta pengabdian. (Istimewa/Wawasannews)

Logo Kementerian Agama Republik Indonesia menampilkan kitab terbuka, bintang, dan padi-kapas sebagai simbol keimanan, ilmu, serta pengabdian. (Istimewa/Wawasannews)

KENDAL, Wawasannews.com – Pagar Nusa merupakan organisasi pencak silat yang berada di bawah naungan Nahdlatul Ulama (NU). Organisasi ini hadir sebagai wadah pemersatu berbagai perguruan silat warga NU sekaligus sarana koordinasi aktivitas pencak silat yang berlandaskan nilai keislaman dan kebangsaan.

Pagar Nusa resmi berdiri pada 22 Rabiul Akhir 1406 Hijriah atau bertepatan dengan 3 Januari 1986 Masehi. Deklarasi pendiriannya berlangsung di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, sebagai hasil musyawarah para ulama dan pendekar pencak silat NU. Ketua umum pertama yang memimpin organisasi ini adalah KH Abdullah Maksum Jauhari, dengan nama resmi Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa.

Latar Belakang Sejarah Pendirian

Lahirnya Pagar Nusa tidak lepas dari kegelisahan para ulama dan aktivis pencak silat NU pada masa itu. Berbagai perguruan silat NU berkembang secara mandiri tanpa adanya koordinasi dalam satu wadah resmi. Kondisi tersebut dinilai berpotensi melemahkan persatuan serta sistem kaderisasi pesilat NU.

Gagasan penyatuan perguruan silat NU bermula ketika Kiai Suharbillah sowan kepada KH A Mustofa Bisri (Gus Mus). Dari pertemuan tersebut, Gus Mus menyarankan agar ide pembentukan organisasi disampaikan kepada KH Abdullah Maksum, yang dikenal sebagai ulama sekaligus pendekar silat berpengaruh.

Musyawarah awal digelar pada 27 September 1985 di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, dengan agenda membahas pembentukan organisasi pencak silat yang berafiliasi langsung dengan Jam’iyah Nahdlatul Ulama. Kesepakatan final dicapai dalam musyawarah lanjutan pada 3 Januari 1986 di Pesantren Lirboyo, yang menetapkan nama Pagar Nusa sebagai identitas organisasi.

Pagar Nusa kemudian resmi disahkan sebagai badan otonom NU pada 16 Juli 1986 oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama. Saat itu, Rais Aam PBNU dijabat KH Ahmad Shidiq dan Ketua Umum PBNU KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Sejak pengesahan tersebut, Pagar Nusa menjadi wadah resmi pembinaan pencak silat Nahdlatul Ulama di Indonesia.

Struktur Organisasi Pagar Nusa

Struktur organisasi Pagar Nusa disusun secara berjenjang dari tingkat pusat hingga daerah. Sistem ini dirancang untuk memperkuat pembinaan, kaderisasi, dan konsolidasi organisasi.

Struktur kepengurusan Pagar Nusa meliputi:

Pimpinan Pusat (nasional)

Pimpinan Wilayah (provinsi)

Pimpinan Cabang Istimewa (luar negeri)

Pimpinan Cabang (kabupaten/kota)

Pimpinan Anak Cabang (kecamatan)

Pimpinan Rayon (pesantren atau lembaga pendidikan)

Pimpinan Ranting (desa atau kelurahan)

Tujuan dan Nilai Perjuangan

Pagar Nusa bertujuan melestarikan seni pencak silat sekaligus membentuk karakter pesilat yang berakhlak, bermental kuat, dan berjiwa pengabdian. Nilai perjuangannya berlandaskan ajaran Ahlusunnah wal Jamaah, serta dijalankan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Sebagai pedoman moral, Pagar Nusa memiliki ikrar Panca Prasetya, yang menjadi pegangan setiap anggotanya. Lima ikrar tersebut meliputi:

Bertakwa kepada Allah SWT

Berbakti kepada nusa dan bangsa

Menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan

Membela kebenaran dan mencegah kemungkaran

Mempertahankan paham Ahlusunnah wal Jamaah

Hingga kini, Pagar Nusa terus berperan aktif sebagai benteng budaya, spiritual, dan kebangsaan melalui jalur pencak silat, seiring dengan kiprah Nahdlatul Ulama dalam menjaga keutuhan bangsa. (Fad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

PMII Rayon Ekonomi UIN Walisongo Bangun Kepemimpinan Masa Depan melalui MAPABA 2026
Mora Sandhy Jadi Tersangka, Polda Jateng Panggil Anggota DPRD Kendal 10 September
Sekretaris DPC PKB Beri Mobil Siaga untuk Warga Dapil 4 Kendal, Bisa Dipakai untuk Sosial dan Kesehatan
Penyegaran Organisasi, 3 Kasat dan 1 Kabagren Polres Kendal Dimutasi
Atasi Kendala Pipa Air, Polres Kendal Bangun Instalasi Sumur Bor di Kaliwungu Selatan
Gagal Mendahului Truk, Pemotor Terjatuh dan Tewas
1,5 Tahun Memimpin Kendal, Bupati Tika Rotasi 17 Kepala OPD, Ini Daftarnya
Usai Hadiri Muktamar NU, Ketua PKB Pati Gus Rijal Meninggal Dunia di Jombang

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 19:59

PMII Rayon Ekonomi UIN Walisongo Bangun Kepemimpinan Masa Depan melalui MAPABA 2026

Minggu, 6 September 2026 - 18:43

Mora Sandhy Jadi Tersangka, Polda Jateng Panggil Anggota DPRD Kendal 10 September

Sabtu, 5 September 2026 - 17:10

Sekretaris DPC PKB Beri Mobil Siaga untuk Warga Dapil 4 Kendal, Bisa Dipakai untuk Sosial dan Kesehatan

Kamis, 3 September 2026 - 16:55

Penyegaran Organisasi, 3 Kasat dan 1 Kabagren Polres Kendal Dimutasi

Kamis, 3 September 2026 - 16:49

Atasi Kendala Pipa Air, Polres Kendal Bangun Instalasi Sumur Bor di Kaliwungu Selatan

Berita Terbaru

Secret Link