Mundur dari PKB, Gus Yusuf Chudlori Kian Menguat di Bursa Ketua Umum PBNU

- Pewarta

Sabtu, 7 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KH Muhammad Yusuf Chudlori (Gus Yusuf). (Istimewa/Wawasannews)

KH Muhammad Yusuf Chudlori (Gus Yusuf). (Istimewa/Wawasannews)

CIREBON, WawasanNews.com – Nama KH Muhammad Yusuf Chudlori atau Gus Yusuf semakin menguat dalam bursa calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menjelang Muktamar NU ke-35.

Menghangatnya dinamika pemilihan pucuk pimpinan PBNU ini seiring dengan keputusan Gus Yusuf yang memilih mundur dari struktur Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Ia tidak lagi aktif baik sebagai Ketua DPW PKB Jawa Tengah maupun pengurus DPP.

Langkah tersebut dinilai sebagai sinyal kuat bahwa Gus Yusuf ingin lebih fokus berkhidmah di jalur organisasi Nahdlatul Ulama, sesuai aspirasi warga NU yang menghendaki organisasi kembali ke khittah dan independen dari kepentingan politik praktis.

Hal itu disampaikan Pengasuh Pesantren Bina Insan Mulia Cirebon, KH Imam Jazuli Lc MA, Sabtu (7/2/2026).

Menurut KH Imam Jazuli, keputusan Gus Yusuf meninggalkan jabatan struktural PKB sudah dikomunikasikan langsung kepada pimpinan partai.

“Beliau memilih fokus mengelola pesantren, khidmah perjuangan keumatan yang lebih luas dan pengabdian kepada jam’iyyah Nahdlatul Ulama,” ujarnya.

KH Imam Jazuli menilai Gus Yusuf memiliki kapasitas kuat untuk mengemban amanat sebagai Ketua Umum PBNU. Selain dukungan basis massa yang besar, Gus Yusuf juga memiliki legitimasi kultural pesantren yang kokoh.

Sebagai pengasuh Pondok Pesantren API (Asrama Perguruan Islam) Tegalrejo, Magelang, Gus Yusuf membawa modal sosial yang signifikan. Pesantren API Tegalrejo dikenal luas sebagai pesantren besar dengan sejarah panjang kontribusi bagi umat dan bangsa.

Gus Yusuf juga merupakan putra ulama kharismatik KH Chudlori, pendiri Pesantren API Tegalrejo. Jejak keteladanan dan reputasi keilmuan keluarga pesantren ini telah diakui lintas generasi.

Ikatan historis Pesantren API Tegalrejo dengan tokoh besar NU, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), turut memperkuat posisi Gus Yusuf. Gus Dur pernah nyantri langsung kepada KH Chudlori, sehingga Gus Yusuf dinilai berada dalam sanad tradisi Islam moderat ala Gus Dur.

Selain itu, Gus Yusuf merupakan alumni Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri. Latar belakang pendidikan di salah satu pesantren terbesar di Jawa Timur tersebut memberi legitimasi kuat di mata kiai sepuh maupun santri muda.

Dengan jejaring pesantren Tegalrejo dan Lirboyo, Gus Yusuf dianggap mampu merepresentasikan kekuatan Nahdliyin Jawa Tengah dan Jawa Timur sekaligus.

Di tingkat akar rumput, Gus Yusuf dikenal aktif berdakwah dari desa ke desa. Ia rutin mengisi pengajian-pengajian rakyat dan berdialog langsung dengan warga NU.

Gaya dakwahnya yang santun, sejuk, dan lugas membuatnya mudah diterima lintas generasi.

“Pengalaman organisasi dan basis massa yang solid di Jawa Tengah dan sekitarnya juga menjadi keunggulan tersendiri,” kata KH Imam Jazuli.

Selain pengalaman, Gus Yusuf juga dikenal rendah hati dan menjaga etika pesantren. Hal ini membuatnya dipandang sebagai figur pemersatu di tengah kebutuhan regenerasi kepemimpinan NU.

Dengan usia yang relatif lebih muda dibanding sejumlah kandidat lainnya, Gus Yusuf dianggap mampu menjembatani generasi kiai sepuh dan kaum milenial tanpa kehilangan otoritas keilmuan pesantren.

Kombinasi nasab ulama, rekam jejak pengabdian, kemandirian politik, serta kedekatan dengan umat menjadikan KH Muhammad Yusuf Chudlori sebagai salah satu figur yang paling diperhitungkan dalam bursa Ketua Umum PBNU menjelang Muktamar NU ke-35. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Dusun Sono Dibidik Jadi Kampung Sukun, Panen Ditarget 3–4 Tahun Lagi
Kendal Jadi Kabupaten Terbaik Nasional, Ini Faktor yang Dinilai Bappenas
243.543 Satlinmas di Jateng Diperkuat, Kajati Teguh Subroto Pimpin Aslinmas
Pembudidaya Ikan Kendal Butuh Dukungan Pengairan, DPRD Buka Ruang Aspirasi
Jalan Kaliwungu-Boja Ambles, Pemkab Kendal Siapkan Rp1,2 Miliar
Fraksi PKB DPRD Jateng Soroti Sektor Pertanian dan Koreksi Pendapatan Asli Daerah dalam Perubahan APBD 2026
Celurit 2 Meter dan Corbek 1,5 Meter Disita, Polisi Gagalkan Tawuran Remaja di Kendal
IKA PMII UIN Walisongo Launching WIM, Kembangkan Investasi dan Bisnis Alumni

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 14:21

Dusun Sono Dibidik Jadi Kampung Sukun, Panen Ditarget 3–4 Tahun Lagi

Rabu, 30 September 2026 - 16:56

Kendal Jadi Kabupaten Terbaik Nasional, Ini Faktor yang Dinilai Bappenas

Rabu, 30 September 2026 - 16:37

243.543 Satlinmas di Jateng Diperkuat, Kajati Teguh Subroto Pimpin Aslinmas

Rabu, 30 September 2026 - 15:29

Pembudidaya Ikan Kendal Butuh Dukungan Pengairan, DPRD Buka Ruang Aspirasi

Rabu, 30 September 2026 - 13:00

Jalan Kaliwungu-Boja Ambles, Pemkab Kendal Siapkan Rp1,2 Miliar

Berita Terbaru

Secret Link