KENDAL, Wawasannews.com – Expo Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) di Kecamatan Plantungan, Kabupaten Kendal, menjadi momentum untuk mendorong program pengabdian mahasiswa agar tidak berhenti setelah kegiatan KKN selesai.
Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari mengatakan, keberlanjutan pembinaan diperlukan agar ilmu, inovasi, serta program yang diberikan mahasiswa dapat terus dikembangkan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Hal itu disampaikan Dyah Kartika Permanasari saat menghadiri Expo KKN UPGRIS di Kecamatan Plantungan, Senin (31/8/2026).
“Kalau KKN hanya sekali, ilmu dan pembinaan yang diberikan terkadang tidak semuanya berjalan optimal. Tetapi apabila dilakukan secara berkelanjutan, insyaallah hasilnya akan jauh lebih optimal,” kata Dyah.
Menurutnya, pelaksanaan KKN menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk membangun kolaborasi dengan pemerintah dan masyarakat. Selain menjalankan program, mahasiswa juga diharapkan dapat memahami berbagai persoalan dan potensi yang ada di wilayah tempat mereka melakukan pengabdian.
“Mahasiswa bisa belajar langsung bersama masyarakat, mendengarkan keluhan, memahami persoalan, kemudian tumbuh bersama untuk memberikan solusi,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Kendal juga menyoroti bidang kesehatan, khususnya upaya penanganan stunting. Puskesmas Plantungan telah mengembangkan inovasi K-Jeksi untuk mendukung penurunan prevalensi stunting.
Saat ini, prevalensi stunting di Kecamatan Plantungan disebut telah berada pada angka satu digit.
“Harapannya mahasiswa KKN juga dapat menyasar bidang kesehatan, termasuk stunting. Semoga prevalensi stunting di Plantungan terus menurun sehingga melahirkan generasi yang sehat dan cerdas,” katanya.
Sementara itu, perwakilan UPGRIS, Prof Wiyaka, mengatakan mahasiswa harus mampu memberikan dampak nyata selama menjalankan pengabdian kepada masyarakat.
Menurutnya, hal tersebut sejalan dengan tagline KKN UPGRIS tahun ini, yakni “UPGRIS Mengabdi”.
“Mahasiswa harus memiliki dampak atas kehadirannya di lokasi KKN,” tegas Prof Wiyaka.
Salah satu bidang yang menjadi perhatian dalam program KKN UPGRIS di Plantungan adalah pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Mahasiswa didorong membantu pelaku UMKM dalam meningkatkan kualitas produk, menambah varian, memperbaiki label dan kemasan, memperluas pemasaran, hingga mendampingi pengurusan legalitas usaha seperti PIRT.
Selain sektor ekonomi, program KKN juga mencakup literasi digital, kesehatan, penyuluhan hukum, serta lingkungan.
Program tersebut disusun berdasarkan pemetaan kebutuhan masyarakat dan disinergikan dengan pemerintah desa maupun Kecamatan Plantungan.(Red)






