JAKARTA, Wawasannews.com – Program Sekolah Garuda yang dijalankan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi mulai menunjukkan hasil. Pemerintah menyebut jumlah siswa Indonesia yang diterima di universitas terbaik dunia mengalami kenaikan cukup besar dalam beberapa waktu terakhir.
Hal itu disampaikan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie dalam keterangannya di Jakarta, Jumat. Menurutnya, peningkatan tersebut terlihat dari jumlah siswa Sekolah Garuda yang berhasil lolos ke kampus-kampus papan atas dunia, termasuk di Amerika Serikat.
Stella mengatakan, dari 12 Sekolah Garuda yang saat ini berjalan, jumlah siswa yang diterima di 100 universitas terbaik dunia naik hingga 150 persen.
“Kami senang menyampaikan bahwa jumlah penerimaan meningkat sangat besar,” ujarnya.
Program Sekolah Garuda sendiri menjadi salah satu upaya pemerintah untuk memperluas akses pendidikan berkualitas sekaligus menyiapkan pelajar Indonesia agar mampu bersaing di tingkat internasional.
Tidak hanya fokus pada siswa, pemerintah juga mulai memperkuat kemampuan tenaga pengajar dan kepala sekolah. Salah satu yang didorong adalah kerja sama pendidikan dengan Amerika Serikat melalui program lokakarya dan studi banding.
Menurut Stella, pengalaman langsung dari sekolah-sekolah di AS diharapkan bisa memberi tambahan wawasan bagi guru dan kepala sekolah di Indonesia. Terutama dalam pengembangan pembelajaran berbasis STEM atau sains, teknologi, rekayasa, dan matematika.
Selain itu, Kemdiktisaintek juga membuka peluang menghadirkan guru tamu dari Amerika Serikat. Lulusan terbaik perguruan tinggi AS nantinya bisa mengajar di Sekolah Garuda maupun sekolah transformasi lainnya.
“Kami sangat terbuka untuk memikirkan bersama model program seperti TeachUSA yang dapat dikembangkan khusus untuk Sekolah Garuda,” kata Stella.
Ia menambahkan, pemerintah juga berencana membuka empat Sekolah Garuda baru. Sejumlah sekolah transformasi lain juga disiapkan untuk mendukung program tersebut.
Kerja sama pendidikan ini mendapat dukungan dari Kedutaan Besar Amerika Serikat. Kuasa Usaha Ad Interim Kedubes AS, Petter M. Haymond, mengatakan pihaknya mendukung pemerataan akses pendidikan unggulan di berbagai daerah Indonesia.
Menurut Haymond, Kedubes AS selama ini sudah bekerja sama dengan sejumlah sekolah di Amerika untuk mengenalkan program Sekolah Garuda. Kegiatan itu dilakukan melalui lokakarya daring hingga kunjungan langsung.
“Kami ingin talenta terbaik Indonesia bisa muncul dari berbagai daerah,” ujarnya. (Dilansir dari antaranews)
Dalam pembahasan tersebut, Kemdiktisaintek dan Kedubes AS juga menyoroti jadwal seleksi Beasiswa Garuda. Pemerintah menilai perlu ada penyesuaian dengan tenggat penerimaan universitas di Amerika Serikat.
Sinkronisasi jadwal dianggap penting agar mahasiswa Indonesia tidak kehilangan peluang kuliah di kampus tujuan hanya karena kepastian pendanaan datang terlambat.
Program ini diharapkan membuka kesempatan lebih luas bagi pelajar Indonesia untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri, terutama di bidang sains dan teknologi yang saat ini terus berkembang cepat. (red)






