Nyaris Tumbang, Said Iqbal Turun Tangan Selamatkan PT APF Kendal

- Pewarta

Jumat, 28 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

KENDAL, Wawasannews – Kondisi PT Asia Pacific Fiber (APF) di Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kendal, menjadi perhatian serius pemerintah di tengah tekanan industri tekstil yang masih berlangsung. Produksi perusahaan yang disebut hanya berjalan sekitar 30 persen membuat keberlangsungan operasional dan nasib para pekerja menjadi sorotan.

Persoalan tersebut mendapat perhatian langsung dari Penasehat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal, saat mengunjungi PT APF Kendal.

Kunjungan itu dilakukan untuk mendeteksi lebih dini persoalan yang dihadapi perusahaan sekaligus memastikan operasional APF tetap berjalan dan tidak berujung pada pemutusan hubungan kerja (PHK).

“Ada dua tujuan saya datang ke sini. Pertama melakukan deteksi dini, early warning, memastikan operasional perusahaan APF ini berjalan sesuai dengan harapan pemerintah, negara, pengusaha dan buruh, serta terhindar dari PHK,” kata Said Iqbal.

Menurut Said Iqbal, sejumlah regulasi di tingkat kementerian, termasuk yang berkaitan dengan Kementerian Keuangan dan lembaga terkait, turut memberikan dampak terhadap operasional perusahaan.

Ia menilai APF memiliki karakteristik khusus dan posisi penting dalam industri tekstil sehingga keberlangsungannya perlu mendapat perhatian pemerintah.

“Kalau sampai PT APF yang sudah beroperasi empat tahun ini tidak diberi bantuan oleh pemerintah, diselamatkan operasionalnya, maka bisa saja terjadi penutupan perusahaan dan PHK. Ini yang kita tidak mau. Pemerintah tidak mau,” ujarnya.

Said Iqbal menyebut masih terdapat hampir 800 pekerja yang menggantungkan mata pencaharian dari keberlangsungan APF. Karena itu, persoalan perusahaan tersebut akan dibawa ke tingkat pemerintah pusat.

“Saya akan lapor kepada Presiden, tentu berkoordinasi dengan Pak Menko dan pimpinan DPR RI untuk memastikan jangan sampai terjadi operasional yang terganggu di PT APF dan terhindar PHK,” katanya.

Selain mencegah PHK, Said Iqbal melihat APF memiliki peluang untuk menjadi bagian dari upaya membangkitkan kembali industri tekstil nasional.

Menurutnya, APF berada pada sektor hulu, khususnya polyester, yang dapat dikembangkan dan dihubungkan dengan industri hilir seperti tekstil, garment, kain hingga berbagai produk turunannya.

Pengembangan ekosistem industri dari hulu hingga hilir dinilai dapat membuka lapangan kerja dalam jumlah besar. Berdasarkan pembahasan dengan pihak perusahaan, pengembangan ekosistem tersebut dalam lima tahun diperkirakan mampu menyerap hingga 500 ribu tenaga kerja.

“Kalau ini dihidupkan kembali dari hulu ke hilir, maka diperkirakan ratusan ribu orang akan terserap dalam lapangan kerja yang baru,” ujarnya.

Said Iqbal juga menyebut peluang untuk menghidupkan kembali sejumlah industri tekstil yang sebelumnya berhenti. Pengembangan sektor tekstil dan garment yang memiliki keterkaitan dengan APF dinilai dapat membentuk ekosistem industri yang lebih luas.

Ekosistem tersebut tidak hanya melibatkan pekerja pabrik, tetapi juga membuka peluang bagi usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) serta pekerja rumahan yang berada dalam rantai produksi.

Karena itu, dukungan pembiayaan dan investasi dinilai diperlukan untuk menjaga keberlangsungan perusahaan sekaligus mendorong pemulihan industri tekstil nasional.

“Ini sebagaimana amanat Presiden Prabowo Subianto yang kita kenal dengan reindustrialisasi, membangkitkan kembali industri tekstil,” kata Said Iqbal.

Presiden Direktur PT APF, Vasudevan Ravi Shankar, mengatakan perusahaan masih berupaya bertahan menghadapi tantangan industri tekstil. Salah satu kebutuhan yang menjadi perhatian adalah restrukturisasi perusahaan.

“Perlu diperhatikan adalah soal restrukturisasi karena APF salah satu pilar di industri tekstil dan tidak menyerah tetap bertahan berproduksi meski hanya 30 persen,” katanya.

Ia menegaskan APF tetap ingin menjadi bagian dari upaya membangkitkan kembali industri tekstil di Indonesia.

“Kita ingin bangkit industri tekstil di Indonesia karena presiden ingin industri yang berpotensi jangan ditinggalkan,” ujarnya.

Dari sisi pekerja, penurunan produksi juga menjadi persoalan yang dirasakan langsung. Ketua Serikat Pekerja Mandiri APF, Ahmad Paidi, mengatakan pihaknya mewakili sekitar 899 karyawan yang berharap perusahaan dapat terus beroperasi.

“Semakin hari ada penurunan produksi dan butuh suntikan modal untuk keberlangsungan perusahaan,” kata Ahmad.

Ia mengatakan para pekerja belum siap menghadapi kemungkinan kehilangan pekerjaan apabila perusahaan tidak mampu mempertahankan operasionalnya.

Sementara itu, Vice President HR PT APF, Metoni As Ma’aris, menyebut kondisi industri tekstil sebelumnya juga telah berdampak pada tenaga kerja. Pada 2023, pernah terjadi penghentian sekitar 3.000 pekerja dan penutupan satu pabrik di Karawang yang berdampak terhadap sekitar 1.400 orang.

Karena itu, keberlangsungan APF dinilai perlu dijaga agar persoalan operasional perusahaan tidak kembali berdampak terhadap pekerja.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Keterbatasan Anggaran Tak Jadi Penghalang, IPSI Bekali 7 Atlet dengan Dukungan Penuh di Popda Jateng
Muktamar NU ke-35, Ini Harapan Gus Tommy untuk Kepemimpinan NU ke Depan
Hadiri Muktamar NU di Jombang, Mahfud Sodiq Titip 3 Harapan untuk Nahkoda Baru
Gebyar Maulid Nabi SMA NU 05 Brangsong Meriah, 13 Kelas Ikuti Tradisi Weh-wehan
Surat Terbuka Untuk Para Muasis NU
Aksi Mahasiswa Semarang Raya Digelar Siang Ini, Massa Bergerak dari Kantor Pos ke Tugu Muda
Pengamat: NU Jangan Sampai Berada Dalam Kendali Kekuasaan
Weh-wehan di Kampung Pandean Kaliwungu, Puluhan Ayam Hidup Jadi Rebutan Warga

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 18:02

Nyaris Tumbang, Said Iqbal Turun Tangan Selamatkan PT APF Kendal

Jumat, 28 Agustus 2026 - 17:16

Keterbatasan Anggaran Tak Jadi Penghalang, IPSI Bekali 7 Atlet dengan Dukungan Penuh di Popda Jateng

Jumat, 28 Agustus 2026 - 13:46

Muktamar NU ke-35, Ini Harapan Gus Tommy untuk Kepemimpinan NU ke Depan

Jumat, 28 Agustus 2026 - 13:30

Hadiri Muktamar NU di Jombang, Mahfud Sodiq Titip 3 Harapan untuk Nahkoda Baru

Jumat, 28 Agustus 2026 - 08:43

Gebyar Maulid Nabi SMA NU 05 Brangsong Meriah, 13 Kelas Ikuti Tradisi Weh-wehan

Berita Terbaru

Secret Link