DPR Desak Pembaruan Sistem Pendidikan Demi Indonesia Emas 2045

- Pewarta

Jumat, 15 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siswa Indonesia memanfaatkan teknologi belajar digital di sekolah—simbol penting bagi transformasi sistem pendidikan nasional menuju Indonesia Emas 2045.//WawasanNews/adb

Siswa Indonesia memanfaatkan teknologi belajar digital di sekolah—simbol penting bagi transformasi sistem pendidikan nasional menuju Indonesia Emas 2045.//WawasanNews/adb

Jakarta, Wawasan News – Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, menegaskan bahwa di usia ke-80 tahun kemerdekaan, Indonesia harus berani melakukan pembaruan sistem pendidikan untuk memastikan generasi muda siap menyongsong Indonesia Emas 2045.

Menurutnya, negara tidak cukup hanya mencerdaskan, tetapi juga harus memerdekakan anak bangsa dalam mengakses pendidikan agar setiap anak memiliki kesempatan setara untuk berkembang.

“Pendidikan hari ini adalah penentu nasib bangsa dalam menapaki abad kedua kemerdekaan menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Lalu dalam forum Dialektika Demokrasi bertajuk HUT RI Menjadi Momen Semangat Persatuan Membangun Indonesia Emas 2045, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (13/8/2025).

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT


Ketimpangan Pendidikan Masih Jadi PR Besar

Lalu memaparkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2024 yang menunjukkan bahwa Angka Partisipasi Sekolah (APS) jenjang SD (usia 7–12 tahun) telah mencapai lebih dari 99 persen, menandakan hampir seluruh anak bersekolah di tingkat dasar.

Baca Juga  Presiden Prabowo Instruksikan Percepatan 18 Proyek Hilirisasi Energi dan Mineral Senilai Rp600 Triliun

Namun, angka itu mulai menurun pada jenjang berikutnya. Di SMP (usia 13–15 tahun), APS masih tinggi, tetapi di SMA (usia 16–18 tahun) terjadi penurunan signifikan menjadi 70–85 persen secara nasional.

“Pada kelompok usia 19–23 tahun di pendidikan tinggi, partisipasi bahkan anjlok ke level 30–40 persen. Ini menunjukkan jurang ketimpangan pendidikan masih menganga, khususnya di daerah terpencil dan keluarga dengan keterbatasan ekonomi,” jelas legislator dari Fraksi PKB tersebut.


Pendidikan yang Memerdekakan, Bukan Membatasi

Sebagai wakil rakyat dari Dapil NTB 2 (Pulau Lombok), Lalu menekankan bahwa pendidikan sejati adalah pendidikan yang memerdekakan. Artinya, pendidikan tidak hanya fokus menamatkan buku teks, tetapi juga membebaskan pikiran, membuka ruang kreativitas, dan membentuk kemampuan berpikir kritis.

“Pendidikan adalah batu loncatan ke masa depan, bukan rantai yang mengikat. Kita harus memastikan anak-anak, baik di kota maupun di desa, memiliki peluang setara untuk belajar, tumbuh, dan berkontribusi,” tegasnya.


Strategi Menuju Indonesia Emas 2045

Lalu mengajak pemerintah, DPR, dunia usaha, dan masyarakat untuk menjadikan pendidikan Indonesia sebagai fondasi utama pembangunan. Menurutnya, momentum HUT RI ke-80 harus dimanfaatkan untuk:

  • Memperluas pemerataan akses pendidikan dari desa hingga kota.

  • Meningkatkan kualitas guru dan kurikulum.

  • Menyiapkan generasi muda yang adaptif terhadap perubahan zaman dan teknologi.

Baca Juga  Inter Gusur Puncak Klasemen Usai Kalahkan Genoa 2-0, Chivu Puji Ketangguhan Tim

“Jika kita gagal mengentaskan ketimpangan pendidikan, visi Indonesia Emas 2045 hanya akan menjadi retorika tanpa pijakan nyata,” pungkasnya.

Berita Terkait

Presiden Prabowo Jenguk Korban Kecelakaan Mobil Pengantar Makanan di RS Koja
Presiden Prabowo Kumpulkan Kepala Daerah se-Papua, Perkuat Arah Percepatan Pembangunan
75 Peserta LAPP Disiapkan Kemenag Tempuh Studi Pascasarjana ke Luar Negeri
Prabowo Kerahkan Kekuatan Nasional, Penanganan Bencana Sumatera Dipercepat
Presiden Prabowo Apresiasi Perjuangan Atlet, Indonesia Koleksi 31 Emas di Hari Ketiga SEA Games 2025
Jasa Marga Siagakan Ribuan Personel Amankan Arus Mudik Nataru 2025/2026
Kemenag di FISIP UIN Surabaya, Budaya Mutu Bekal Terbaik Menyambut Indonesia Emas 2045
Gubernur DKI Jakarta Pastikan Seluruh Korban Kecelakaan Mobil MBG di Koja Ditanggung Pemprov

Berita Terkait

Selasa, 16 Desember 2025 - 16:03

Presiden Prabowo Jenguk Korban Kecelakaan Mobil Pengantar Makanan di RS Koja

Selasa, 16 Desember 2025 - 15:51

Presiden Prabowo Kumpulkan Kepala Daerah se-Papua, Perkuat Arah Percepatan Pembangunan

Selasa, 16 Desember 2025 - 11:10

Prabowo Kerahkan Kekuatan Nasional, Penanganan Bencana Sumatera Dipercepat

Senin, 15 Desember 2025 - 16:32

Presiden Prabowo Apresiasi Perjuangan Atlet, Indonesia Koleksi 31 Emas di Hari Ketiga SEA Games 2025

Senin, 15 Desember 2025 - 11:59

Jasa Marga Siagakan Ribuan Personel Amankan Arus Mudik Nataru 2025/2026

Berita Terbaru