Wamenaker Soroti Pentingnya Kesiapan Kerja Inklusif di Era Ekonomi Digital

- Pewarta

Kamis, 28 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor dalam peluncuran program Anak Muda untuk Dunia Kerja dan Wirausaha Digital Inklusif (ANDAL) yang diselenggarakan oleh YCAB Foundation di Jakarta, Selasa (26/5/2026). (Istimewa/Wawasannews)

Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor dalam peluncuran program Anak Muda untuk Dunia Kerja dan Wirausaha Digital Inklusif (ANDAL) yang diselenggarakan oleh YCAB Foundation di Jakarta, Selasa (26/5/2026). (Istimewa/Wawasannews)

JAKARTA, Wawasannews.com – Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor menegaskan pentingnya kesiapan generasi muda menghadapi dunia kerja di tengah perkembangan ekonomi digital yang semakin cepat.

Menurutnya, perubahan dunia kerja saat ini menuntut peningkatan keterampilan dan akses kesempatan kerja yang lebih merata.

Afriansyah mengatakan masih ada sejumlah tantangan dalam menyiapkan generasi muda memasuki pasar kerja.

Salah satunya berkaitan dengan akses pendidikan dan pelatihan yang belum sepenuhnya merata di berbagai daerah.

“Kondisi ini menjadi perhatian dalam penguatan kebijakan ketenagakerjaan nasional,” ujarnya dalam keterangan di Jakarta, Kamis (28/5/2026).

Ia menjelaskan percepatan ekonomi digital harus dibarengi peningkatan kualitas sumber daya manusia agar mampu mengikuti kebutuhan industri yang terus berubah.

Karena itu, pemerintah terus mendorong pengembangan keterampilan dan kompetensi tenaga kerja secara berkelanjutan.

Menurut Afriansyah, pelatihan vokasi juga perlu disesuaikan dengan kebutuhan dunia industri dan pasar kerja saat ini.

“Pemerintah terus memperkuat transformasi pelatihan vokasi agar lebih responsif terhadap perkembangan industri,” katanya.

Selain peningkatan keterampilan, Wamenaker juga menyoroti pentingnya kebijakan ketenagakerjaan yang inklusif.

Ia mengatakan setiap masyarakat harus memiliki kesempatan kerja yang sama tanpa diskriminasi.

Karena itu, pemerintah mendorong terciptanya lingkungan kerja yang terbuka dan ramah bagi semua kalangan.

“Prinsip inklusivitas menjadi bagian penting dalam kebijakan ketenagakerjaan nasional,” ujarnya.

Kementerian Ketenagakerjaan saat ini juga terus memperkuat ekosistem ketenagakerjaan melalui berbagai program.

Di antaranya pengembangan tenaga kerja mandiri, program padat karya, hingga layanan digital SIAPKerja.

Program tersebut diharapkan mampu membantu penyerapan tenaga kerja di berbagai daerah.

Menurut Afriansyah, penguatan sektor ketenagakerjaan tidak bisa dilakukan pemerintah sendirian.

Ia menilai perlu kerja sama dengan dunia usaha, lembaga pendidikan, komunitas, hingga organisasi masyarakat sipil.

Kolaborasi tersebut dianggap penting agar pelatihan dan kebutuhan industri bisa berjalan selaras. (Dilansir dari antaranews)

Bagi masyarakat di daerah, termasuk Jawa Tengah dan Kabupaten Kendal, perkembangan ekonomi digital juga membawa tantangan baru.

Generasi muda dituntut memiliki keterampilan tambahan agar mampu bersaing di dunia kerja yang semakin kompetitif.

Selain kemampuan akademik, keterampilan digital dan kemampuan adaptasi kini menjadi kebutuhan penting dalam dunia kerja modern.

Karena itu, akses pelatihan dan pendidikan kerja dinilai semakin penting bagi anak muda di daerah. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Harga Minyakita Segera Naik, Pemerintah Siapkan Penyesuaian HET dalam Dua Pekan
Kementerian PU Percepat Program Prioritas Presiden, Pembangunan Sekolah, Jalan dan Irigasi Terus Dikebut
Perbaikan Jalan Pantura Brangsong Dimulai, Polisi Siapkan Contra Flow untuk Antisipasi Kemacetan
BPOM Permudah Aturan Kemasan dan Bahan Baku, Kenaikan Harga Obat Diharapkan Tidak Terlalu Tinggi
Bappenas Dorong Gender dan Inklusi Sosial Masuk ke Semua Tahapan Pembangunan
29.400 Dapur MBG Lolos Verifikasi, BGN Pastikan Kualitas dan Anggaran Tetap Terjaga
Bulog Bidik Ekspor Beras ke Malaysia, Harga Disiapkan di Atas HET Dalam Negeri
Harga Emas Pegadaian Kompak Naik, Antam Sentuh Rp2,885 Juta per Gram pada Sabtu Pagi

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 12:18

Harga Minyakita Segera Naik, Pemerintah Siapkan Penyesuaian HET dalam Dua Pekan

Rabu, 3 Juni 2026 - 16:28

Kementerian PU Percepat Program Prioritas Presiden, Pembangunan Sekolah, Jalan dan Irigasi Terus Dikebut

Selasa, 2 Juni 2026 - 17:37

Perbaikan Jalan Pantura Brangsong Dimulai, Polisi Siapkan Contra Flow untuk Antisipasi Kemacetan

Selasa, 2 Juni 2026 - 12:17

BPOM Permudah Aturan Kemasan dan Bahan Baku, Kenaikan Harga Obat Diharapkan Tidak Terlalu Tinggi

Sabtu, 30 Mei 2026 - 14:47

Bappenas Dorong Gender dan Inklusi Sosial Masuk ke Semua Tahapan Pembangunan

Berita Terbaru