JAKARTA, Wawasannews.com – Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor menegaskan pentingnya kesiapan generasi muda menghadapi dunia kerja di tengah perkembangan ekonomi digital yang semakin cepat.
Menurutnya, perubahan dunia kerja saat ini menuntut peningkatan keterampilan dan akses kesempatan kerja yang lebih merata.
Afriansyah mengatakan masih ada sejumlah tantangan dalam menyiapkan generasi muda memasuki pasar kerja.
Salah satunya berkaitan dengan akses pendidikan dan pelatihan yang belum sepenuhnya merata di berbagai daerah.
“Kondisi ini menjadi perhatian dalam penguatan kebijakan ketenagakerjaan nasional,” ujarnya dalam keterangan di Jakarta, Kamis (28/5/2026).
Ia menjelaskan percepatan ekonomi digital harus dibarengi peningkatan kualitas sumber daya manusia agar mampu mengikuti kebutuhan industri yang terus berubah.
Karena itu, pemerintah terus mendorong pengembangan keterampilan dan kompetensi tenaga kerja secara berkelanjutan.
Menurut Afriansyah, pelatihan vokasi juga perlu disesuaikan dengan kebutuhan dunia industri dan pasar kerja saat ini.
“Pemerintah terus memperkuat transformasi pelatihan vokasi agar lebih responsif terhadap perkembangan industri,” katanya.
Selain peningkatan keterampilan, Wamenaker juga menyoroti pentingnya kebijakan ketenagakerjaan yang inklusif.
Ia mengatakan setiap masyarakat harus memiliki kesempatan kerja yang sama tanpa diskriminasi.
Karena itu, pemerintah mendorong terciptanya lingkungan kerja yang terbuka dan ramah bagi semua kalangan.
“Prinsip inklusivitas menjadi bagian penting dalam kebijakan ketenagakerjaan nasional,” ujarnya.
Kementerian Ketenagakerjaan saat ini juga terus memperkuat ekosistem ketenagakerjaan melalui berbagai program.
Di antaranya pengembangan tenaga kerja mandiri, program padat karya, hingga layanan digital SIAPKerja.
Program tersebut diharapkan mampu membantu penyerapan tenaga kerja di berbagai daerah.
Menurut Afriansyah, penguatan sektor ketenagakerjaan tidak bisa dilakukan pemerintah sendirian.
Ia menilai perlu kerja sama dengan dunia usaha, lembaga pendidikan, komunitas, hingga organisasi masyarakat sipil.
Kolaborasi tersebut dianggap penting agar pelatihan dan kebutuhan industri bisa berjalan selaras. (Dilansir dari antaranews)
Bagi masyarakat di daerah, termasuk Jawa Tengah dan Kabupaten Kendal, perkembangan ekonomi digital juga membawa tantangan baru.
Generasi muda dituntut memiliki keterampilan tambahan agar mampu bersaing di dunia kerja yang semakin kompetitif.
Selain kemampuan akademik, keterampilan digital dan kemampuan adaptasi kini menjadi kebutuhan penting dalam dunia kerja modern.
Karena itu, akses pelatihan dan pendidikan kerja dinilai semakin penting bagi anak muda di daerah. (red)






