Kemenko PM Evaluasi Sekolah Rakyat Malang, Perkuat Peran Pendidikan Tekan Kemiskinan Ekstrem

- Pewarta

Jumat, 3 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal, dan Daerah Tertentu Kemenko PM Abdul Haris saat melakukan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan Sekolah Rakyat Menengah Atas 22 Malang, Jawa Timur, Kamis (2/4/2026). (Istimewa/Wawasannews)

Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal, dan Daerah Tertentu Kemenko PM Abdul Haris saat melakukan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan Sekolah Rakyat Menengah Atas 22 Malang, Jawa Timur, Kamis (2/4/2026). (Istimewa/Wawasannews)

JAKARTA, Wawasannews.com — Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap pelaksanaan Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 22 Malang, Jawa Timur.

Di kutip dari antaranews.com, Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal, dan Daerah Tertentu Kemenko PM, Abdul Haris, menjelaskan bahwa monitoring dan evaluasi tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut dari Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025.

Instruksi tersebut mengatur tentang optimalisasi pelaksanaan pengentasan kemiskinan dan penghapusan kemiskinan ekstrem di Indonesia.

Ia menyampaikan, kunjungan lapangan tersebut juga merupakan upaya Kemenko PM dalam memperkuat perannya untuk mengoordinasikan pelaksanaan Program Sekolah Rakyat sebagai salah satu strategi utama nasional.

Menurutnya, Sekolah Rakyat merupakan inisiatif strategis pemerintah dalam menyediakan akses pendidikan gratis dan berkualitas, khususnya bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.

Lebih lanjut, program tersebut diharapkan mampu menjadi instrumen efektif dalam memutus rantai kemiskinan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia secara berkelanjutan.

“Kami meyakini bahwa pendidikan merupakan kunci utama dalam mengentaskan kemiskinan ekstrem. Melalui program Sekolah Rakyat, kami optimistis dapat mempercepat pemutusan siklus kemiskinan yang selama ini menjadi tantangan besar bagi bangsa,” ujar Abdul Haris.

Sementara itu, Kemenko PM juga menaruh perhatian terhadap jumlah siswa SRMA 22 Malang yang mengalami penurunan dari semula 75 siswa menjadi 69 siswa aktif saat ini.

“Hal ini menjadi salah satu aspek yang turut menjadi perhatian dalam proses monitoring dan evaluasi guna memastikan keberlanjutan dan efektivitas program,” katanya. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

PMII Rayon Ekonomi UIN Walisongo Bangun Kepemimpinan Masa Depan melalui MAPABA 2026
Mora Sandhy Jadi Tersangka, Polda Jateng Panggil Anggota DPRD Kendal 10 September
Sekretaris DPC PKB Beri Mobil Siaga untuk Warga Dapil 4 Kendal, Bisa Dipakai untuk Sosial dan Kesehatan
Penyegaran Organisasi, 3 Kasat dan 1 Kabagren Polres Kendal Dimutasi
Atasi Kendala Pipa Air, Polres Kendal Bangun Instalasi Sumur Bor di Kaliwungu Selatan
Gagal Mendahului Truk, Pemotor Terjatuh dan Tewas
1,5 Tahun Memimpin Kendal, Bupati Tika Rotasi 17 Kepala OPD, Ini Daftarnya
Usai Hadiri Muktamar NU, Ketua PKB Pati Gus Rijal Meninggal Dunia di Jombang

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 19:59

PMII Rayon Ekonomi UIN Walisongo Bangun Kepemimpinan Masa Depan melalui MAPABA 2026

Minggu, 6 September 2026 - 18:43

Mora Sandhy Jadi Tersangka, Polda Jateng Panggil Anggota DPRD Kendal 10 September

Sabtu, 5 September 2026 - 17:10

Sekretaris DPC PKB Beri Mobil Siaga untuk Warga Dapil 4 Kendal, Bisa Dipakai untuk Sosial dan Kesehatan

Kamis, 3 September 2026 - 16:55

Penyegaran Organisasi, 3 Kasat dan 1 Kabagren Polres Kendal Dimutasi

Kamis, 3 September 2026 - 16:49

Atasi Kendala Pipa Air, Polres Kendal Bangun Instalasi Sumur Bor di Kaliwungu Selatan

Berita Terbaru

Secret Link