JAKARTA, Wawasannews.com – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat pelaksanaan sejumlah program prioritas pemerintah sepanjang tahun 2026. Sejumlah proyek yang menyentuh kebutuhan masyarakat, mulai dari pembangunan Sekolah Rakyat, revitalisasi madrasah, penanganan jalan daerah hingga jaringan irigasi, menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan hingga akhir Mei 2026.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengatakan percepatan pelaksanaan program prioritas Presiden menjadi fokus utama kementeriannya tahun ini. Namun demikian, percepatan pekerjaan tetap harus diikuti dengan pengawasan kualitas pelaksanaan, ketepatan sasaran program, serta tertib administrasi dan pertanggungjawaban.
Menurut Dody, pengawasan terhadap berbagai proyek dilakukan lebih ketat dibanding sebelumnya. Kementerian PU terus memantau kesiapan pelaksanaan di lapangan, termasuk mengidentifikasi berbagai kendala yang berpotensi menghambat pekerjaan.
Perhatian khusus diberikan pada pembangunan akses jalan, pengendalian banjir, pembangunan Sekolah Rakyat dan pengembangan jaringan irigasi yang menjadi bagian dari program prioritas nasional.
“Percepatan program-program prioritas ini terus kami kawal lebih ketat dari sisi kesiapan pelaksanaan, hambatan lapangan dan ketepatan jadwal,” ujar Dody dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu (3/6/2026).
Data Kementerian PU menunjukkan sejumlah program telah mencatat kemajuan yang cukup baik selama lima bulan pertama tahun ini. Capaian tersebut menjadi indikator bahwa sebagian besar pekerjaan konstruksi berjalan sesuai target yang telah ditetapkan pemerintah.
Salah satu program yang mendapat perhatian adalah pembangunan Sekolah Rakyat. Program ini disiapkan untuk mendukung akses pendidikan melalui pembangunan fasilitas belajar baru di berbagai wilayah.
Hingga akhir Mei 2026, progres fisik pembangunan 93 unit Sekolah Rakyat telah mencapai 67,50 persen. Sementara realisasi keuangan tercatat sebesar 44,33 persen.
Capaian tersebut menunjukkan sebagian besar pekerjaan konstruksi telah memasuki tahap lanjutan. Pemerintah menargetkan pembangunan sekolah dapat selesai sesuai jadwal sehingga dapat segera dimanfaatkan masyarakat.
Selain pembangunan sekolah baru, Kementerian PU juga menangani revitalisasi madrasah. Program ini mencakup perbaikan dan peningkatan kualitas sarana pendidikan keagamaan di berbagai daerah.
Dari target 856 madrasah yang direvitalisasi, progres fisik pekerjaan telah mencapai 41,88 persen. Sedangkan progres keuangan tercatat sebesar 33,22 persen.
Perbaikan fasilitas pendidikan menjadi salah satu bagian penting dalam mendukung proses belajar mengajar yang lebih nyaman dan aman bagi siswa maupun tenaga pendidik.
Di sektor infrastruktur transportasi, pemerintah juga terus mempercepat program penanganan jalan daerah. Program tersebut meliputi pembangunan maupun peningkatan kualitas jalan yang menjadi penghubung antarwilayah.
Secara keseluruhan, target pekerjaan mencakup pembangunan dan peningkatan jalan sepanjang 408,57 kilometer. Selain itu juga dilakukan pembangunan jembatan dengan total panjang mencapai 375,88 meter.
Hingga akhir Mei 2026, progres fisik pekerjaan jalan dan jembatan telah mencapai 75,10 persen. Adapun realisasi keuangannya mencapai 59,49 persen.
Keberadaan jalan dan jembatan yang lebih baik diharapkan dapat mendukung mobilitas masyarakat serta memperlancar distribusi barang dan jasa di daerah.
Sementara itu, sektor pertanian juga menjadi perhatian melalui program penanganan jaringan irigasi daerah. Program tersebut ditujukan untuk menjaga ketersediaan air bagi lahan pertanian sekaligus mendukung target ketahanan pangan nasional.
Target penanganan irigasi tahun ini mencapai 19.760 hektare jaringan irigasi. Hingga akhir Mei, progres fisik pekerjaan telah mencapai 82,73 persen atau menjadi salah satu program dengan capaian tertinggi dibanding proyek prioritas lainnya.
Sedangkan progres keuangannya tercatat sebesar 38,36 persen. Capaian tersebut menunjukkan sebagian besar pekerjaan konstruksi di lapangan telah berjalan cukup jauh. (Dilansir dari antaranews)
Selain berbagai program tersebut, Kementerian PU juga melanjutkan pembangunan Kawasan Swasembada Pangan, Energi dan Air Nasional (KSPEAN) Wanam di Papua Selatan.
Kawasan ini diproyeksikan mendukung pengembangan sektor pangan, pengelolaan sumber daya air dan infrastruktur pendukung lainnya di wilayah timur Indonesia.
Sampai akhir Mei 2026, pembangunan KSPEAN Wanam mencatat progres fisik sebesar 12,67 persen dengan realisasi keuangan mencapai 2,63 persen.
Pekerjaan yang dilakukan mencakup pembukaan akses jalan sepanjang 138,5 kilometer. Selain itu, pemerintah juga mengerjakan pengendalian banjir seluas 7.503 hektare dan pembangunan kawasan seluas 4.870 hektare.
Kementerian PU memastikan seluruh program prioritas tersebut terus dipantau agar berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Dengan progres yang terus bertambah, pemerintah berharap berbagai infrastruktur yang dibangun dapat segera memberikan manfaat bagi masyarakat di berbagai daerah, baik di bidang pendidikan, transportasi maupun pertanian. (red)






