29.400 Dapur MBG Lolos Verifikasi, BGN Pastikan Kualitas dan Anggaran Tetap Terjaga

- Pewarta

Sabtu, 30 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sonjaya (kanan) didampingi Sekretaris Deputi (Sesdep) Promosi dan Kerja Sama BGN Lalu Muhammad Iwan Mahardan (kiri) memberikan keterangan pers terkait perkembangan kasus dugaan penipuan dan/atau penggelapan praktik jual beli titik lokasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Markas Polda NTB, Mataram, NTB, Jumat (29/5/2026). (Istimewa/Wawasannews)

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sonjaya (kanan) didampingi Sekretaris Deputi (Sesdep) Promosi dan Kerja Sama BGN Lalu Muhammad Iwan Mahardan (kiri) memberikan keterangan pers terkait perkembangan kasus dugaan penipuan dan/atau penggelapan praktik jual beli titik lokasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Markas Polda NTB, Mataram, NTB, Jumat (29/5/2026). (Istimewa/Wawasannews)

MATARAM, Wawasannews.com — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus berjalan di berbagai daerah di Indonesia. Hingga akhir Mei 2026, Badan Gizi Nasional (BGN) mencatat sebanyak 29.400 dapur MBG telah lolos verifikasi sebagai mitra secara nasional.

Dari jumlah itu, 27.900 dapur di antaranya sudah mulai beroperasi dan menyalurkan makanan kepada penerima manfaat.

Perkembangan tersebut disampaikan Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya saat konferensi pers di Markas Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat di Mataram, Jumat (29/5/2026).

Sony menjelaskan, jumlah dapur yang telah lolos verifikasi saat ini terus mendekati kebutuhan nasional yang ditargetkan berada di angka 30 ribu lokasi.

Dengan capaian tersebut, proses verifikasi disebut sudah berjalan cukup luas di berbagai wilayah Indonesia.

“Sekarang yang terverifikasi secara nasional ada 29.400 dapur dan yang sudah operasional 27.900 dapur,” kata Sony.

Ia menyebut sebagian lokasi lainnya masih dalam tahap validasi.

Terutama untuk wilayah terpencil yang membutuhkan pengecekan data lebih rinci sebelum resmi masuk dalam jaringan mitra penyalur MBG.

“Yang belum, kita masih menunggu validasi data riil, terutama daerah terpencil,” ujarnya.

Selain perkembangan jumlah dapur, BGN juga memaparkan kebutuhan nasional penerima manfaat yang kini mencapai 82,9 juta orang.

Angka itu mencakup beberapa kelompok sasaran yang menjadi prioritas pemerintah dalam pelaksanaan MBG.

Tidak hanya peserta didik, penerima manfaat kini juga meliputi ibu hamil, ibu menyusui, balita, hingga tenaga pendidik.

Menurut Sony, kelompok tersebut diprioritaskan karena berkaitan langsung dengan kebutuhan gizi harian dan aktivitas belajar.

“Yang kita utamakan adalah ibu hamil, menyusui, anak balita, peserta didik, dan tenaga pendidik,” ujarnya. (Dilansir dari antaranews)

Program MBG sendiri ikut diperhatikan masyarakat di daerah, termasuk Jawa Tengah dan Kabupaten Kendal.

Selain berkaitan dengan kebutuhan gizi anak sekolah, keberadaan dapur MBG juga memberi dampak terhadap aktivitas ekonomi di sekitar lokasi.

Kebutuhan bahan pangan untuk operasional dapur mendorong perputaran belanja harian yang melibatkan penyedia bahan baku lokal.

Di sisi lain, BGN juga memastikan kebijakan efisiensi anggaran pemerintah tidak mengubah kualitas makanan yang dibagikan.

Sony mengatakan penyesuaian dilakukan pada sejumlah kegiatan, namun nilai porsi MBG tetap dipertahankan seperti sebelumnya.

Untuk porsi besar tetap dianggarkan Rp15 ribu.

Sedangkan porsi kecil berada di angka Rp13 ribu.

Porsi Rp15 ribu diberikan untuk peserta didik mulai kelas 4 sekolah dasar, ibu hamil, dan tenaga pendidik.

Sementara porsi Rp13 ribu disalurkan kepada balita sampai siswa kelas 3 sekolah dasar.

Menurut Sony, alokasi anggaran itu sudah mencakup berbagai kebutuhan dasar dalam operasional dapur.

Mulai dari biaya operasional harian, insentif petugas, hingga pengadaan bahan makanan.

“Itu terdiri dari uang operasional, insentif dan bahan baku,” jelasnya.

Dengan jumlah dapur yang terus bertambah dan sebagian besar sudah berjalan, BGN masih melanjutkan proses verifikasi di beberapa wilayah agar target nasional bisa tercapai sesuai kebutuhan di lapangan. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Bulog Bidik Ekspor Beras ke Malaysia, Harga Disiapkan di Atas HET Dalam Negeri
Harga Emas Pegadaian Kompak Naik, Antam Sentuh Rp2,885 Juta per Gram pada Sabtu Pagi
Wamenaker Soroti Pentingnya Kesiapan Kerja Inklusif di Era Ekonomi Digital
Wamendes Sebut Kritik Program Desa Bagian dari Demokrasi Isi Artikel:
Libur Idul Adha 2026, Volume Kendaraan di Tol Trans Jawa dan Jabodetabek Meningkat
Alfamart Gandeng Pemkab Kendal, Puluhan UMKM Dapat Pelatihan Manajemen Ritel
Luhut Tegaskan Usulan Tata Kelola Ekspor SDA Tak Ubah Fungsi Bea Cukai
Lemhannas Minta Pertumbuhan Ekonomi Nasional Terus Dipacu di Tengah Gejolak Global

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 09:24

29.400 Dapur MBG Lolos Verifikasi, BGN Pastikan Kualitas dan Anggaran Tetap Terjaga

Sabtu, 30 Mei 2026 - 09:05

Bulog Bidik Ekspor Beras ke Malaysia, Harga Disiapkan di Atas HET Dalam Negeri

Sabtu, 30 Mei 2026 - 08:57

Harga Emas Pegadaian Kompak Naik, Antam Sentuh Rp2,885 Juta per Gram pada Sabtu Pagi

Kamis, 28 Mei 2026 - 10:59

Wamenaker Soroti Pentingnya Kesiapan Kerja Inklusif di Era Ekonomi Digital

Kamis, 28 Mei 2026 - 09:51

Wamendes Sebut Kritik Program Desa Bagian dari Demokrasi Isi Artikel:

Berita Terbaru