KENDAL, Wawasannews.com — Suasana Dusun Duren, Desa Jatirejo, Kecamatan Ngampel, Kabupaten Kendal, tampak lebih ramai selama empat hari terakhir. Mahasiswa yang tergabung dalam DHARMAKIP (Dharma Aksi FORMAKIP) UIN Walisongo Semarang menggelar rangkaian pengabdian masyarakat pada 9–12 Juli 2026 dengan berbagai kegiatan yang menyentuh bidang pendidikan, kesehatan, lingkungan, sosial, dan keagamaan.
Program tersebut dimulai pada Kamis, 9 Juli 2026. Setelah pembukaan bersama perangkat desa dan tokoh masyarakat, tim mahasiswa langsung mengadakan kegiatan Sapa Warga. Melalui kegiatan ini, mereka mendatangi warga untuk berkenalan dan membangun kedekatan sejak awal pelaksanaan program.
“Kami ingin hadir bukan hanya menjalankan program, tetapi juga mengenal warga lebih dekat,” ujar Ketua Pelaksana DHARMAKIP, Yumela Sukmawati.
Hari kedua, Jumat, 10 Juli 2026, diisi dengan kegiatan yang berfokus pada edukasi dan kesehatan. Mahasiswa menggelar pemeriksaan kesehatan gratis bagi warga Dusun Duren. Kegiatan ini dimanfaatkan masyarakat untuk memeriksakan kondisi kesehatan secara dini.
Selain pemeriksaan kesehatan, tim juga mengadakan sosialisasi di MI NU 46 Winong serta belajar bersama di posko. Anak-anak tampak antusias mengikuti materi yang diberikan mahasiswa.
Menurut Yumela, kegiatan belajar bersama sengaja dibuat santai agar anak-anak lebih mudah memahami materi. “Kami ingin menumbuhkan semangat belajar mereka dengan cara yang menyenangkan,” katanya.
Rangkaian kegiatan mencapai puncaknya pada Sabtu, 11 Juli 2026. Sejak pagi, mahasiswa bersama warga melakukan aksi bersih masjid dan lingkungan sekitar posko.
Setelah itu, tim memberikan sosialisasi tentang pemanfaatan limbah jagung. Warga dikenalkan pada cara mengelola limbah agar tidak terbuang percuma dan tetap ramah lingkungan.
Kegiatan berlanjut dengan pelatihan kerajinan tangan untuk anak-anak. Dalam pelatihan ini, peserta diajak membuat berbagai karya sederhana untuk melatih kreativitas, fokus, dan keterampilan motorik.

Malam harinya, pengajian umum digelar di dusun setempat. Acara tersebut dihadiri warga dari berbagai kalangan dan menjadi penutup kegiatan sosial serta keagamaan pada hari ketiga.
Pada hari terakhir, Minggu, 12 Juli 2026, warga diajak mengikuti senam pagi bersama. Suasana semakin meriah ketika berbagai lomba digelar dan doorprize dibagikan kepada peserta.
Acara penutupan dilaksanakan pada siang hari. Dalam kesempatan itu, tim DHARMAKIP menyerahkan kenang-kenangan kepada perangkat desa sebagai bentuk terima kasih atas dukungan selama program berlangsung.
“Empat hari ini memberi pelajaran berharga bagi kami. Sambutan hangat dari para sesepuh, ibu-ibu, hingga anak-anak menjadi pengalaman yang tidak akan kami lupakan,” kata Yumela.
Kepala Dusun Duren, Romli Mubbarak, mengapresiasi kehadiran mahasiswa UIN Walisongo di wilayahnya. Menurutnya, kegiatan yang digelar mampu memberi warna baru dan menambah semangat kebersamaan warga.
“Kami berterima kasih karena mahasiswa tidak hanya datang, tetapi juga ikut berbaur dengan masyarakat dan membantu berbagai kegiatan di dusun,” ujarnya.
Seluruh rangkaian pengabdian kemudian ditutup dengan evaluasi internal tim untuk menilai pelaksanaan program sekaligus menjadi bahan pembelajaran bagi kegiatan serupa di masa mendatang.
Pewarta : Farisa Alifatun Nasywa
(Prodi Ilmu Falak)
Editor : Riyadi






