Mengurangi Doomscrolling dan Memperluas Wawasan, Ini Caranya

- Pewarta

Senin, 8 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Abdurahman Wahid ( Gus Dur ), Wawasannews.com

Foto : Abdurahman Wahid ( Gus Dur ), Wawasannews.com

OPINI, Wawasannews.com – Di tengah derasnya arus informasi dan tekanan kehidupan modern, banyak orang merasa kehilangan ruang untuk berpikir jernih. Media sosial yang awalnya menjadi sarana informasi justru sering membuat seseorang terjebak dalam kebisingan, perdebatan, hingga kebiasaan doomscrolling yang menghabiskan waktu tanpa disadari.

Salah satu sosok yang dapat dijadikan inspirasi dalam menghadapi kondisi tersebut adalah Gus Dur. Presiden keempat Republik Indonesia itu dikenal memiliki cara pandang yang luas, santai menghadapi kritik, serta tidak mudah terjebak dalam penilaian yang sempit. Dari sosoknya, terdapat beberapa pelajaran sederhana yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Pertama, perbanyak membaca dari berbagai sudut pandang. Kebiasaan membaca membantu seseorang memahami bahwa setiap persoalan memiliki latar belakang yang berbeda. Semakin luas wawasan, semakin kecil kemungkinan seseorang mudah terprovokasi atau terburu-buru menghakimi orang lain.

Kedua, biasakan menulis sebagai sarana refleksi. Menulis bukan hanya untuk mereka yang ingin menjadi penulis profesional. Dengan menulis, pikiran yang semula berantakan dapat tersusun lebih rapi sehingga membantu memahami perasaan, gagasan, dan tujuan hidup dengan lebih jelas.

Ketiga, kurangi kebiasaan doomscrolling. Menghabiskan waktu berjam-jam untuk melihat konten tanpa arah sering kali hanya memberikan hiburan sesaat. Sebaliknya, waktu tersebut dapat dialihkan untuk membaca buku, artikel, atau aktivitas lain yang memberikan manfaat jangka panjang.

Keempat, jangan mudah menghakimi. Kehidupan manusia tidak sesederhana yang terlihat di permukaan. Setiap tindakan memiliki sebab dan akibat yang sering kali tidak diketahui oleh orang lain. Karena itu, memahami sebelum menilai menjadi sikap yang penting untuk dilatih.

Kelima, tetap berusaha tanpa dibebani ekspektasi berlebihan. Ambisi memang penting sebagai pendorong kemajuan, tetapi ekspektasi yang terlalu tinggi sering menjadi sumber kekecewaan. Fokus pada proses dan usaha yang dilakukan dapat membantu menjaga ketenangan dalam menjalani kehidupan.

Terakhir, jangan melupakan hubungan spiritual dengan Allah. Ketika seseorang telah berusaha semaksimal mungkin dan menyerahkan hasilnya kepada Allah, akan muncul ketenangan yang sulit ditemukan dari hal-hal duniawi. Sikap inilah yang dapat menghadirkan rasa bebas dari kecemasan yang berlebihan.

Kebebasan yang sesungguhnya bukan berarti hidup tanpa aturan atau tanpa tanggung jawab. Kebebasan adalah kemampuan untuk tetap berpikir jernih, terus belajar, tidak mudah menghakimi, serta mampu menjalani hidup dengan hati yang lebih lapang. Di era yang serba cepat seperti sekarang, kemampuan tersebut menjadi bekal penting untuk menjaga kesehatan pikiran dan ketenangan batin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Bayang-Bayang Perlambatan Ekonomi Indonesia: Antara Optimisme dan Tantangan Nyata
Dari Peci ke Pesantren Entrepreneur : Cara Gus Yusuf Mengubah Pesantren Menjadi Kekuatan Ekonomi NU
Gus Yusuf dan Harapan NU Masa Depan : Cacatan Kader GP Ansor
Psikologi Self Control: Kunci Menjaga Kesehatan Mental di Era Modern
Gus Yusuf Melihat Kami (Perempuan): Bukan Objek, tapi Kekuatan
Gus Yusuf, Kiai Yang Mendengar Bukan Hanya Bicara.
Era Visual Semakin Mendominasi, Apakah Literasi Akan Bertahan?
KH. Yusuf Chudlori: Sosok Harapan untuk Kepemimpinan PBNU di Abad Kedua

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 19:37

Mengurangi Doomscrolling dan Memperluas Wawasan, Ini Caranya

Kamis, 4 Juni 2026 - 14:20

Bayang-Bayang Perlambatan Ekonomi Indonesia: Antara Optimisme dan Tantangan Nyata

Rabu, 3 Juni 2026 - 21:53

Dari Peci ke Pesantren Entrepreneur : Cara Gus Yusuf Mengubah Pesantren Menjadi Kekuatan Ekonomi NU

Sabtu, 30 Mei 2026 - 14:36

Gus Yusuf dan Harapan NU Masa Depan : Cacatan Kader GP Ansor

Selasa, 26 Mei 2026 - 18:05

Psikologi Self Control: Kunci Menjaga Kesehatan Mental di Era Modern

Berita Terbaru