Kendal, Wawasannews.com — Pemerintah Kabupaten Kendal kembali menggelar Job Fair 2026 sebagai upaya memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat. Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi ke-421 Kabupaten Kendal itu mempertemukan pencari kerja dengan puluhan perusahaan dari dalam maupun luar daerah.
Job Fair digelar di Sport Centre Stadion Kebondalem, Rabu (22/7/2026). Sebanyak 30 mitra ambil bagian, terdiri dari 21 perusahaan, lima Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI), dan empat Lembaga Pelatihan Kerja Swasta (LPKS).
Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari mengatakan, kegiatan tersebut diharapkan dapat mempermudah masyarakat memperoleh pekerjaan tanpa harus mencari informasi ke berbagai perusahaan.
Menurutnya, perusahaan yang berpartisipasi tidak hanya berasal dari Kawasan Industri Kendal (KIK), tetapi juga dari kawasan industri lain di Kabupaten Kendal hingga Kota Semarang.
“Job Fair ini merupakan rangkaian Hari Jadi Kabupaten Kendal. Disperinaker bekerja sama dengan perusahaan di Kendal maupun luar Kendal agar masyarakat lebih mudah mendapatkan pekerjaan,” ujar Dyah usai membuka kegiatan.
Ia menilai Job Fair menjadi sarana yang mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan secara langsung. Dengan begitu, proses rekrutmen dapat berlangsung lebih cepat.
Dyah juga menyinggung tingginya pertumbuhan investasi di Kabupaten Kendal. Menurutnya, masuknya investasi harus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, terutama melalui bertambahnya lapangan pekerjaan.
“Salah satu manfaat yang harus dirasakan masyarakat adalah menurunnya angka pengangguran terbuka,” katanya.
Saat ini, tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kabupaten Kendal tercatat sebesar 4,6 persen. Pemerintah daerah menargetkan angka tersebut bisa ditekan hingga di bawah 4 persen melalui berbagai program ketenagakerjaan.
Selain membuka akses kerja, Pemkab Kendal mengapresiasi perusahaan yang mulai menyediakan kesempatan bagi penyandang disabilitas. Meski belum seluruh perusahaan menerapkannya, pemerintah berharap semakin banyak dunia usaha yang membuka peluang kerja secara setara.
Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kendal, Cicik Sulastri, mengatakan kebutuhan tenaga kerja di Kendal terus meningkat seiring berkembangnya kawasan industri, terutama Kawasan Industri Kendal.
Kondisi tersebut juga berdampak pada berkurangnya jumlah warga Kendal yang memilih bekerja ke luar negeri sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI).
“Penempatan PMI Kendal masih nomor dua di Jawa Tengah. Namun tahun ini mengalami penurunan. Semester pertama baru sekitar 1.500 orang, sedangkan tahun lalu hampir mencapai 3.500 orang,” jelas Cicik.
Ia menjelaskan, dari 21 perusahaan yang mengikuti Job Fair, sebanyak 12 perusahaan berasal dari Kawasan Industri Kendal, sedangkan sembilan perusahaan lainnya berasal dari luar kawasan industri.
Menurut Cicik, perusahaan peserta memberikan prioritas kepada tenaga kerja lokal agar masyarakat Kendal dapat lebih banyak terserap di dunia industri yang terus berkembang.
Selain rekrutmen, Disperinaker Kendal juga menjalankan pelatihan kerja yang disesuaikan dengan kebutuhan industri. Peserta pelatihan dipersiapkan sesuai kebutuhan perusahaan dan diarahkan untuk mengikuti proses penempatan kerja setelah pelatihan selesai.
Dengan semakin banyaknya perusahaan yang membuka lowongan di Kendal, pemerintah berharap masyarakat dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperoleh pekerjaan sesuai kemampuan dan kebutuhan industri.
Pewarta : Zidnal
Editor : Riyadi






