Hari Anak Nasional, Alfamart Gelar Edukasi Gizi di Kendal untuk Perkuat Program Satu Telur Sehari

- Pewarta

Kamis, 23 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ahli Gizi Puskesmas Boja I memberikan edukasi kepada orang tua penerima manfaat Program Satu Telur Sehari dalam peringatan Hari Anak Nasional di Aula Puskesmas Boja I, Kendal, Kamis (23/7/2026). (Istimewa/Wawasannews)

Ahli Gizi Puskesmas Boja I memberikan edukasi kepada orang tua penerima manfaat Program Satu Telur Sehari dalam peringatan Hari Anak Nasional di Aula Puskesmas Boja I, Kendal, Kamis (23/7/2026). (Istimewa/Wawasannews)

Kendal, Wawasannews.com — Alfamart memanfaatkan peringatan Hari Anak Nasional untuk memperkuat upaya pencegahan stunting melalui Program Satu Telur Sehari (STS). Selain menyalurkan bantuan telur, perusahaan juga menggelar edukasi gizi bagi orang tua agar pemenuhan nutrisi anak berjalan lebih optimal.

Kegiatan edukasi berlangsung di Aula Puskesmas Boja I, Kabupaten Kendal, Kamis (23/7/2026). Sebanyak 100 anak penerima manfaat bersama orang tuanya mengikuti penyuluhan yang dipandu tenaga kesehatan.

Program Satu Telur Sehari kini memasuki tahun keempat pelaksanaan. Pada 2026, Alfamart menargetkan 2.700 anak yang terindikasi stunting di 39 kabupaten dan kota. Selama enam bulan, lebih dari 510.000 butir telur akan disalurkan kepada para penerima manfaat.

Tak hanya membagikan bantuan pangan, Alfamart juga memberikan edukasi mengenai gizi seimbang dan kebiasaan hidup bersih. Orang tua diajak memahami pentingnya pola makan yang tepat, pola asuh, serta kebiasaan mencuci tangan pakai sabun (CTPS) untuk mengurangi risiko penyakit yang dapat memengaruhi tumbuh kembang anak.

Ahli Gizi Puskesmas Boja I Kendal, Wahyusari, menjelaskan bahwa stunting tidak hanya dipengaruhi kurangnya asupan gizi. Kondisi tersebut juga berkaitan dengan infeksi berulang, lingkungan yang kurang sehat, pola pengasuhan, hingga akses layanan kesehatan.

Menurutnya, masa 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) menjadi periode paling menentukan dalam mencegah stunting.

“Seribu Hari Pertama Kehidupan merupakan waktu terbaik untuk mencegah stunting. Sejak anak masih dalam kandungan, kebutuhan gizi ibu harus terpenuhi selama masa kehamilan. Setelah lahir, pemenuhan gizi seimbang pada anak juga menjadi faktor penting agar tumbuh kembangnya berlangsung optimal,” kata Wahyusari.

Ia menambahkan, usia enam hingga 24 bulan menjadi fase penting dalam memperbaiki status gizi anak. Pada masa tersebut, protein hewani, termasuk telur, menjadi salah satu sumber nutrisi yang baik apabila dikombinasikan dengan makanan bergizi lainnya.

Dalam kegiatan itu, para orang tua juga mendapat contoh menu sederhana berbahan dasar telur. Beberapa di antaranya omelet sayur, sup telur, semur telur, hingga telur gulung sayuran yang lebih menarik bagi anak.

Program Satu Telur Sehari menyasar anak usia satu hingga tiga tahun yang terdata terindikasi stunting berdasarkan pendataan Dinas Kesehatan bersama kader Posyandu di masing-masing daerah.

Setiap anak menerima bantuan satu butir telur setiap hari selama enam bulan. Penyalurannya dilakukan secara berkala melalui Dinas Kesehatan dan kader Posyandu sehingga pendampingan terhadap keluarga penerima manfaat dapat terus berjalan.

Jangkauan program tersebut juga terus bertambah dari tahun ke tahun. Pada 2022, Alfamart menyalurkan 177.000 butir telur kepada 1.000 anak di 10 kabupaten dan kota.

Program berlanjut pada 2024 dengan distribusi 103.000 butir telur kepada 591 anak di 12 kabupaten dan kota. Kemudian pada 2025 diperluas ke 25 kabupaten dan kota dengan penyaluran 189.000 butir telur untuk 1.000 anak.

Memasuki 2026, cakupan program meningkat menjadi yang terbesar sejak pertama kali dijalankan. Sebanyak lebih dari 510.000 butir telur didistribusikan kepada 2.700 anak di 39 kabupaten dan kota.

General Manager Corporate Communications Alfamart, Rani Wijaya, mengatakan Program Satu Telur Sehari terus dikembangkan berdasarkan hasil evaluasi setiap tahun.

Menurutnya, perluasan wilayah penerima manfaat menunjukkan bahwa kolaborasi berbagai pihak mampu memperluas jangkauan program pencegahan stunting.

Rani menambahkan, keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah telur yang dibagikan, tetapi juga perubahan kebiasaan keluarga dalam memenuhi kebutuhan gizi anak.

Berdasarkan hasil monitoring internal pada 2025, sekitar 72 persen anak penerima manfaat mengalami peningkatan berat badan sebagai salah satu indikator membaiknya status gizi.

“Intervensi gizi akan lebih optimal jika dibarengi peningkatan pengetahuan orang tua. Karena itu, kami tidak hanya memberikan telur, tetapi juga menghadirkan edukasi langsung dari para ahli agar keluarga memahami pentingnya gizi seimbang dan pola asuh yang mendukung tumbuh kembang anak,” ujar Rani.

Melalui pelaksanaan program di Kendal, Alfamart berharap semakin banyak keluarga yang memahami pentingnya pemenuhan gizi sejak dini sehingga upaya pencegahan stunting dapat berjalan lebih efektif.

 

Pewarta : Zidnal
Editor : Riyadi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Peduli Anak dengan CTEV, Kapolda Jateng Kunjungi Pasien dan Berikan Dukungan kepada Keluarga Polda Jateng
SMA NU 05 Brangsong Bawa Pulang Empat Medali dari OSKANU IV Jateng
PKB Banjarnegara Andalkan Generasi Muda, Ketua DPAC Ditargetkan Maksimal 35 Tahun
Quick Response Polres Kendal Evakuasi Pohon Tumbang di Jalur Pantura, Pastikan Keselamatan Pengguna Jalan
Kendal Bersiap Terapkan Aturan Kawasan Tanpa Rokok
KEK Kendal Kembali Dilirik Investor, Tiga Komitmen Baru Perkuat Industri hingga Hospitality
Bikin Kaget! HP Petugas Lapas Plantungan Mendadak Diperiksa, Ternyata Ini yang Dicari
Ketua DPRD Kendal Tanggapi Penetapan Mora Sandhy sebagai Tersangka, Tunggu Perkembangan Kasus

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 12:35

Peduli Anak dengan CTEV, Kapolda Jateng Kunjungi Pasien dan Berikan Dukungan kepada Keluarga Polda Jateng

Sabtu, 12 September 2026 - 10:12

SMA NU 05 Brangsong Bawa Pulang Empat Medali dari OSKANU IV Jateng

Jumat, 11 September 2026 - 09:30

PKB Banjarnegara Andalkan Generasi Muda, Ketua DPAC Ditargetkan Maksimal 35 Tahun

Jumat, 11 September 2026 - 09:15

Quick Response Polres Kendal Evakuasi Pohon Tumbang di Jalur Pantura, Pastikan Keselamatan Pengguna Jalan

Kamis, 10 September 2026 - 13:55

Kendal Bersiap Terapkan Aturan Kawasan Tanpa Rokok

Berita Terbaru

Secret Link