PBB Prihatin Ketegangan Lebanon Meningkat di Tengah Eskalasi Konflik Iran, AS dan Israel

- Pewarta

Selasa, 3 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Juru bicara Sekretaris Jenderal PBB, Stephane Dujarric. (Istimewa/Wawasannews.com)

Juru bicara Sekretaris Jenderal PBB, Stephane Dujarric. (Istimewa/Wawasannews.com)

NEW YORK, Wawasannews.com – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan keprihatinan mendalam atas meningkatnya ketegangan di Lebanon menyusul eskalasi konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.

Di kutip dari antaranews.com, Juru bicara PBB, Stephane Dujarric, pada Senin (2/3/2026) menyampaikan bahwa situasi di sepanjang perbatasan Lebanon–Israel kian memanas, terutama setelah Kelompok Hizbullah menyatakan solidaritas penuh terhadap Iran.

Diketahui, Hizbullah melancarkan sejumlah serangan ke wilayah Israel sebagai respons atas serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran. Aksi tersebut kemudian dibalas Israel dengan menargetkan sejumlah lokasi militer Hizbullah di Lebanon.

“Di Lebanon, di mana kami memiliki kehadiran politik dan pasukan penjaga perdamaian, ketegangan juga meningkat. Kami sangat prihatin atas baku tembak di sepanjang Garis Biru. Situasi di lapangan berkembang dengan cepat, dan kami memantau secara saksama,” ujar Dujarric kepada wartawan di Markas Besar PBB.

Ia menambahkan, PBB menerima laporan terkait penembakan ke arah Israel yang diklaim dilakukan Hizbullah serta serangan balasan Israel terhadap sejumlah wilayah di Lebanon.

Meski kondisi keamanan memburuk, Dujarric menegaskan pasukan penjaga perdamaian PBB, United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), tetap bertugas di pos masing-masing.

“Pasukan penjaga perdamaian UNIFIL kami tetap berada di posisinya meskipun dalam situasi yang penuh tantangan,” tegasnya.

Sebelumnya, pada Sabtu (28/2/2026), Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran. Serangan tersebut dilaporkan menimbulkan kerusakan serta korban sipil.

Iran kemudian membalas dengan melancarkan serangan ke wilayah Israel dan sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

Perkembangan ini menimbulkan kekhawatiran internasional akan meluasnya konflik di kawasan yang berpotensi memicu instabilitas regional. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

PMII Rayon Ekonomi UIN Walisongo Bangun Kepemimpinan Masa Depan melalui MAPABA 2026
Mora Sandhy Jadi Tersangka, Polda Jateng Panggil Anggota DPRD Kendal 10 September
Sekretaris DPC PKB Beri Mobil Siaga untuk Warga Dapil 4 Kendal, Bisa Dipakai untuk Sosial dan Kesehatan
Penyegaran Organisasi, 3 Kasat dan 1 Kabagren Polres Kendal Dimutasi
Atasi Kendala Pipa Air, Polres Kendal Bangun Instalasi Sumur Bor di Kaliwungu Selatan
Gagal Mendahului Truk, Pemotor Terjatuh dan Tewas
1,5 Tahun Memimpin Kendal, Bupati Tika Rotasi 17 Kepala OPD, Ini Daftarnya
Usai Hadiri Muktamar NU, Ketua PKB Pati Gus Rijal Meninggal Dunia di Jombang

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 19:59

PMII Rayon Ekonomi UIN Walisongo Bangun Kepemimpinan Masa Depan melalui MAPABA 2026

Minggu, 6 September 2026 - 18:43

Mora Sandhy Jadi Tersangka, Polda Jateng Panggil Anggota DPRD Kendal 10 September

Sabtu, 5 September 2026 - 17:10

Sekretaris DPC PKB Beri Mobil Siaga untuk Warga Dapil 4 Kendal, Bisa Dipakai untuk Sosial dan Kesehatan

Kamis, 3 September 2026 - 16:55

Penyegaran Organisasi, 3 Kasat dan 1 Kabagren Polres Kendal Dimutasi

Kamis, 3 September 2026 - 16:49

Atasi Kendala Pipa Air, Polres Kendal Bangun Instalasi Sumur Bor di Kaliwungu Selatan

Berita Terbaru

Secret Link