Prabowo Dorong Tambak Udang dan Ikan Produktif, Kebumen Disiapkan Jadi Penguat Protein Nasional

- Pewarta

Senin, 25 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden RI Prabowo Subianto (kedua kiri) didampingi Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (kedua kanan) dan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono (kiri) saat meninjau panen raya udang di Tambak Budidaya Udang Berbasis Kawasan di Kebumen, Jawa Tengah, Sabtu (23/5/2026). (Istimewa/Wawasannews)

Presiden RI Prabowo Subianto (kedua kiri) didampingi Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (kedua kanan) dan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono (kiri) saat meninjau panen raya udang di Tambak Budidaya Udang Berbasis Kawasan di Kebumen, Jawa Tengah, Sabtu (23/5/2026). (Istimewa/Wawasannews)

KEBUMEN, Wawasannews.com – Pemerintah pusat mulai mempercepat pengembangan tambak udang dan ikan di sejumlah daerah. Kebijakan itu diarahkan untuk menjaga pasokan protein dalam negeri sekaligus memperkuat sektor perikanan budidaya yang dinilai punya potensi besar.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan Presiden Prabowo Subianto memberi perhatian khusus pada pengembangan kawasan tambak produktif.

Menurut Zulhas, hasil panen dari tambak udang nantinya diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan nasional terlebih dahulu.

Ia menyebut langkah itu bagian dari upaya pemerintah memperkuat swasembada protein di Indonesia.

“Panen udang dari kawasan ini akan diarahkan lebih dulu untuk kebutuhan dalam negeri,” kata Zulhas dalam keterangannya di Jakarta, Senin (25/5/2026).

Sebelumnya, Presiden Prabowo meninjau langsung panen raya udang di kawasan tambak budidaya berbasis kawasan di Kebumen, Jawa Tengah, Sabtu (23/5/2026).

Baca Juga  Rakorcab IPNU–IPPNU Kendal Perkuat Sinergi, Siapkan Organisasi Pelajar Lebih Progresif

Dalam kunjungan tersebut, Presiden turun ke area tambak dan ikut menarik jaring panen bersama Zulhas dan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono.

Panen raya itu menjadi bagian dari pengembangan budidaya perikanan yang sedang didorong pemerintah.

Selain memperkuat pasokan protein masyarakat, hasil budidaya juga dipandang punya peluang besar di pasar ekspor.

Tambak di Desa Tegal Retno, Kebumen, saat ini berdiri di lahan sekitar 65 hektare dengan total 206 petak kolam.

Kawasan itu dikelola Badan Layanan Umum Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Pembangunannya sudah berjalan sekitar tiga tahun.

Pemerintah menargetkan setiap hektare tambak mampu menghasilkan sekitar 40 ton udang.

Baca Juga  King Emyu Tanpa Pilar Belakang Saat Tantang Chelsea, Carrick Andalkan Bek Muda

Dengan hitungan itu, total produksi di kawasan Kebumen bisa mencapai 960 ton dalam satu siklus.

Dalam setahun, produksi diperkirakan mencapai sekitar 1.920 ton.

Dengan asumsi harga udang sekitar Rp70 ribu per kilogram, nilai produksinya diperkirakan menyentuh Rp67,2 miliar per siklus.

Sementara dalam setahun nilainya bisa mencapai Rp134,4 miliar.

Tak hanya dari sisi produksi, kawasan tambak itu juga membuka lapangan kerja.

Sekitar 650 tenaga kerja lokal tercatat terlibat di kawasan tersebut.

Pemerintah juga menyiapkan pengembangan di daerah lain.

Untuk tambak udang, kawasan yang disiapkan berada di Waingapu seluas 2.000 hektare dan Gorontalo sekitar 200 hektare.

Sedangkan tambak ikan direncanakan di wilayah pantai utara Jawa Barat dengan luasan mencapai 14.000 hektare.

Data Kementerian Kelautan dan Perikanan mencatat nilai ekspor produk perikanan Indonesia mencapai 6,27 miliar dolar AS.

Baca Juga  Hampir 850 Ribu Warga Mengungsi, Korban Jiwa Banjir Bandang Tiga Provinsi Tembus 867 Orang

Dari jumlah itu, komoditas udang memberi kontribusi sekitar 1,87 miliar dolar AS atau hampir 30 persen dari total ekspor perikanan nasional.

Pemerintah melihat sektor budidaya perikanan masih terbuka lebar untuk terus berkembang.

Bagi wilayah pesisir di Jawa Tengah, termasuk kawasan pantura seperti Kendal, arah kebijakan ini ikut membuka peluang ekonomi baru.

Terutama untuk sektor budidaya, perdagangan hasil laut, hingga penyerapan tenaga kerja di kawasan pesisir.

Penguatan kebutuhan protein juga dinilai berkaitan langsung dengan kualitas sumber daya manusia.

Karena itu, pengembangan tambak udang dan ikan kini masuk dalam fokus pemerintah setelah sebelumnya mendorong produksi beras, jagung, telur, ayam, dan ikan. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Rupiah Menguat ke Rp17.696 per Dolar AS, Sentimen Perdamaian Timur Tengah Jadi Penopang
Harga Emas Pegadaian Awal Pekan Stabil, Antam Bertahan di Rp2,87 Juta per Gram
Menkeu Pastikan Rupiah Melemah Tak Sama dengan Krisis 1998, Investor Diminta Tak Panik
Nasabah Harus Tahu! Ini Ketentuan Saldo Minimum Bank Mandiri, BRI, dan BNI Terbaru
Update Harga Pangan Nasional: Cabai Rp52 Ribu, Beras Tetap Stabil
Gubernur Jateng Minta Investor Prioritaskan Tenaga Kerja Lokal di Jateng
Krisis Ganda Hantui Pantura Jawa, AHY Minta Penanganan Serius dan Cepat
Dampak PMK, Stok Sapi Qurban di Kendal Menipis, Harga Tembus Rp30 Juta

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 10:48

Rupiah Menguat ke Rp17.696 per Dolar AS, Sentimen Perdamaian Timur Tengah Jadi Penopang

Senin, 25 Mei 2026 - 10:17

Prabowo Dorong Tambak Udang dan Ikan Produktif, Kebumen Disiapkan Jadi Penguat Protein Nasional

Selasa, 19 Mei 2026 - 10:46

Menkeu Pastikan Rupiah Melemah Tak Sama dengan Krisis 1998, Investor Diminta Tak Panik

Minggu, 17 Mei 2026 - 18:00

Nasabah Harus Tahu! Ini Ketentuan Saldo Minimum Bank Mandiri, BRI, dan BNI Terbaru

Jumat, 8 Mei 2026 - 10:31

Update Harga Pangan Nasional: Cabai Rp52 Ribu, Beras Tetap Stabil

Berita Terbaru