Bulog Bidik Ekspor Beras ke Malaysia, Harga Disiapkan di Atas HET Dalam Negeri

- Pewarta

Sabtu, 30 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menjawab pertanyaan awak media di sela penyembelihan hewan kurban di kawasan kantor pusat Perum Bulog, Jakarta, Jumat (29/5/2026). (Istimewa/Wawasannews)

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menjawab pertanyaan awak media di sela penyembelihan hewan kurban di kawasan kantor pusat Perum Bulog, Jakarta, Jumat (29/5/2026). (Istimewa/Wawasannews)

JAKARTA, Wawasannews.com – Perum Bulog mulai mematangkan rencana ekspor beras ke Malaysia. Harga yang disiapkan dipastikan berada di atas harga eceran tertinggi (HET) di pasar domestik.

Kebijakan itu disampaikan Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani usai kegiatan pemotongan hewan kurban di Jakarta, Jumat (29/5/2026).

Menurut Rizal, penetapan harga tersebut mengikuti arahan Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah ingin beras yang dikirim ke luar negeri tetap memberi keuntungan bagi petani sekaligus menambah pemasukan negara.

“Karena sesuai arahan Bapak Presiden kemarin, harga yang kita ekspor harus menguntungkan untuk petani, untuk bangsa dan negara kita,” ujar Rizal.

Bulog menyebut harga beras ekspor ke Malaysia berpeluang berada di atas Rp16 ribu per kilogram.

Angka itu lebih tinggi dibanding HET beras premium yang saat ini berlaku di dalam negeri. Berdasarkan regulasi Badan Pangan Nasional, HET beras premium berada di kisaran Rp14.900 hingga Rp15.800 per kilogram, tergantung wilayah penjualan.

Dengan selisih tersebut, pemerintah berharap ekspor tidak mengganggu kebutuhan pasar lokal.

Di sisi lain, petani juga berpeluang mendapat harga jual yang lebih baik dari meningkatnya permintaan.

Rizal menjelaskan pembahasan dengan Malaysia masih terus berjalan.

Dalam waktu dekat, Bulog bersama tim dari Kementerian Pertanian dijadwalkan berangkat ke Sarawak untuk membicarakan lebih detail rencana pengiriman beras dari Indonesia.

Agenda pertemuan nantinya mencakup jumlah kebutuhan beras, harga final yang disepakati, hingga skema perdagangan yang dianggap paling menguntungkan bagi kedua pihak.

“Rencana habis Idul Adha ini kami ke Sarawak bersama tim Kementerian Pertanian. Sekalian memastikan jumlahnya dan berapa harga fiksnya,” kata Rizal.

Selain membahas volume dan harga, Bulog juga menyiapkan opsi teknis pengiriman.

Salah satu skema yang dibicarakan yakni pengiriman langsung dari pelabuhan Indonesia ke Malaysia.

Pilihan lain adalah pembelian dilakukan langsung oleh pihak Malaysia melalui Pelabuhan Tanjung Priok di Jakarta.

“Nanti setelah diskusi di sana baru diputuskan. Apakah port to port atau mereka langsung beli di Pelabuhan Priok,” ujarnya. (Dilansir dari antaranews)

Meski rencana ekspor makin mengerucut, Bulog belum menetapkan angka final.

Rizal mengatakan keputusan akhir masih menunggu pembahasan bersama jajaran internal perusahaan. (Dilansir dari antaranews)

Termasuk koordinasi dengan direktur pemasaran Bulog dan Menteri Pertanian yang juga menjabat Kepala Badan Pangan Nasional, Andi Amran Sulaiman.

Ia menyebut semua opsi sedang dihitung agar hasilnya tetap menguntungkan bagi petani dan negara.

Rencana ekspor ini juga dinilai membuka peluang baru bagi daerah penghasil padi.

Wilayah pertanian seperti Jawa Tengah, termasuk Kabupaten Kendal dan sekitarnya, berpotensi ikut merasakan dampaknya bila permintaan beras nasional meningkat.

Saat pasar ekspor terbuka, hasil panen petani lokal punya peluang terserap lebih luas.

Hal itu bisa memberi ruang pergerakan ekonomi di tingkat daerah, terutama saat musim panen.

Sebelumnya Presiden Prabowo Subianto sempat menyinggung langsung kesiapan Bulog saat peluncuran 1.061 gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.

Saat itu Presiden meminta agar beras Indonesia tidak dilepas terlalu murah ke pasar luar negeri.

Pesan tersebut kemudian menjadi acuan dalam pembahasan harga ekspor yang saat ini masih terus difinalkan.

Bulog optimistis peluang perdagangan beras dengan Malaysia bisa berjalan sesuai rencana.

Selain memperluas pasar, langkah ini juga diharapkan memperkuat posisi Indonesia dalam perdagangan pangan di kawasan Asia Tenggara. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

29.400 Dapur MBG Lolos Verifikasi, BGN Pastikan Kualitas dan Anggaran Tetap Terjaga
Harga Emas Pegadaian Kompak Naik, Antam Sentuh Rp2,885 Juta per Gram pada Sabtu Pagi
Wamenaker Soroti Pentingnya Kesiapan Kerja Inklusif di Era Ekonomi Digital
Wamendes Sebut Kritik Program Desa Bagian dari Demokrasi Isi Artikel:
Libur Idul Adha 2026, Volume Kendaraan di Tol Trans Jawa dan Jabodetabek Meningkat
Alfamart Gandeng Pemkab Kendal, Puluhan UMKM Dapat Pelatihan Manajemen Ritel
Luhut Tegaskan Usulan Tata Kelola Ekspor SDA Tak Ubah Fungsi Bea Cukai
Lemhannas Minta Pertumbuhan Ekonomi Nasional Terus Dipacu di Tengah Gejolak Global

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 09:24

29.400 Dapur MBG Lolos Verifikasi, BGN Pastikan Kualitas dan Anggaran Tetap Terjaga

Sabtu, 30 Mei 2026 - 09:05

Bulog Bidik Ekspor Beras ke Malaysia, Harga Disiapkan di Atas HET Dalam Negeri

Sabtu, 30 Mei 2026 - 08:57

Harga Emas Pegadaian Kompak Naik, Antam Sentuh Rp2,885 Juta per Gram pada Sabtu Pagi

Kamis, 28 Mei 2026 - 10:59

Wamenaker Soroti Pentingnya Kesiapan Kerja Inklusif di Era Ekonomi Digital

Kamis, 28 Mei 2026 - 09:51

Wamendes Sebut Kritik Program Desa Bagian dari Demokrasi Isi Artikel:

Berita Terbaru