Kemalasan yang Diam-Diam Menjauhkan Kita dari Mimpi

- Pewarta

Jumat, 16 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

istimewa/wawasannews

istimewa/wawasannews

OPINI, Wawasannews.com – Pernah merasa kepala penuh oleh pikiran sendiri? Bukan karena masalah besar, tapi karena terlalu banyak pertanyaan yang berputar. Jika Anda sedang berada di fase ini, tulisan ini memang untuk Anda.

Sering kali, saat hal baru datang, yang muncul bukan rasa kaget, melainkan ragu dan takut salah. Kita berpikir terlalu jauh, menimbang terlalu lama, sampai akhirnya tidak melakukan apa-apa. Padahal, banyak keadaan dalam hidup sebenarnya bisa dijalani dengan lebih sederhana.

Banyak orang punya mimpi dan harapan yang jelas. Masalahnya bukan pada mimpi itu, tapi pada rasa takut bahwa semua tidak akan tercapai dalam waktu singkat. Dari situlah kemalasan muncul. Bukan karena kita tidak mampu, tapi karena kita menunda dan merasa belum siap.

Kadang kita butuh diingatkan. Bisa lewat nasihat, doa, atau momen hening yang membuat pikiran lebih tenang. Mungkin hati belum sepenuhnya damai, tapi setidaknya kita sadar bahwa hidup ini masih bisa dilanjutkan. Berhenti sebentar bukan berarti gagal, selama kita mau bergerak lagi.

Tulisan ini ingin mengatakan bahwa penyesalan tidak perlu dipeluk terlalu lama. Ia cukup dijadikan pelajaran. Bangkit tidak harus dengan langkah besar. Mulai lagi dari hal kecil pun sudah cukup, asalkan konsisten.

Kemalasan sering terasa sepele. Bahkan kadang membosankan. Tapi jika dibiarkan, ia bisa datang kembali dengan masalah yang lebih besar. Banyak dari kita merasa bingung harus berbuat apa, padahal sebenarnya kita hanya menunda satu keputusan sederhana.

Jika Anda merasa tidak capek, tapi juga tidak melangkah, ingatlah bahwa Anda tidak sendiri. Harapan masih ada. Tidak perlu menunggu segalanya sempurna untuk memulai. Cukup jujur pada diri sendiri dan ambil satu langkah kecil hari ini.

Karena hidup tidak menunggu kita siap. Hidup hanya menunggu kita mau bergerak.~mahkota jr~

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Muktamar Untuk Ulama, Bukan Untuk Istana
Mengapa Kita Begitu Takut pada Masa Depan?
Ketika Tegalrejo Bersinar, Menara Gading Mencari Alasan
Gus Yusuf Chudlori: Magnet Massa dan Harapan Baru PBNU Menuju Muktamar 2026
Rupiah di Bawah Tekanan: Membaca Akar Struktural dan Arah Kebijakan Ekonomi 2026
Mengurangi Doomscrolling dan Memperluas Wawasan, Ini Caranya
Bayang-Bayang Perlambatan Ekonomi Indonesia: Antara Optimisme dan Tantangan Nyata
Dari Peci ke Pesantren Entrepreneur : Cara Gus Yusuf Mengubah Pesantren Menjadi Kekuatan Ekonomi NU

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 21:58

Muktamar Untuk Ulama, Bukan Untuk Istana

Selasa, 11 Agustus 2026 - 19:28

Mengapa Kita Begitu Takut pada Masa Depan?

Selasa, 21 Juli 2026 - 15:14

Ketika Tegalrejo Bersinar, Menara Gading Mencari Alasan

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:15

Gus Yusuf Chudlori: Magnet Massa dan Harapan Baru PBNU Menuju Muktamar 2026

Rabu, 10 Juni 2026 - 19:21

Rupiah di Bawah Tekanan: Membaca Akar Struktural dan Arah Kebijakan Ekonomi 2026

Berita Terbaru

Gerbang Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, yang menjadi lokasi Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), 27–31 Agustus 2026. (Istimewa/Wawasannews)

Nasional

Surat Terbuka Untuk Para Muasis NU

Kamis, 27 Agu 2026 - 12:33

Secret Link