Sampah Sungai Kendal Jadi Perhatian, Pemkab Percepat Normalisasi dan Edukasi Warga

- Pewarta

Selasa, 17 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas gabungan dari Polri, TNI, dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kendal membersihkan tumpukan sampah yang menyumbat aliran Sungai Kendal. Aksi bersih sungai ini dilakukan sebagai bagian dari upaya normalisasi dan pencegahan banjir. (Istimewa/Wawasannews)

Petugas gabungan dari Polri, TNI, dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kendal membersihkan tumpukan sampah yang menyumbat aliran Sungai Kendal. Aksi bersih sungai ini dilakukan sebagai bagian dari upaya normalisasi dan pencegahan banjir. (Istimewa/Wawasannews)

KENDAL, Wawasannews.com – Persoalan sampah yang kerap menumpuk di aliran Sungai Kendal masih menjadi pekerjaan rumah serius bagi Pemerintah Kabupaten Kendal. Meski aturan larangan membuang sampah sembarangan telah diatur secara jelas dalam peraturan daerah, penegakan sanksi belum diterapkan secara tegas demi menjaga kondusivitas sosial di tengah masyarakat.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kendal, Aris Irwanto, menyampaikan bahwa hingga saat ini pendekatan persuasif masih menjadi pilihan utama. Menurutnya, penerapan sanksi denda maupun kurungan sebagaimana tertuang dalam Perda Nomor 13 Tahun 2013 tentang Pengelolaan Sampah perlu dilakukan dengan kehati-hatian.

“Perda memang sudah ada, tetapi untuk penerapan sanksi kami masih mengedepankan sosialisasi. Kondisi sosial masyarakat saat ini cukup sensitif, sehingga perlu pendekatan yang lebih edukatif,” ujarnya, Minggu (15/2/2026).

Baca Juga  Tak Cukup Disahkan, IPNU Kebumen Kawal Implementasi Perda Perlindungan Anak

Sebagai langkah berkelanjutan, DLH Kendal terus menggencarkan edukasi lingkungan dan mengajak masyarakat menumbuhkan kesadaran pribadi untuk tidak membuang sampah ke sungai maupun lokasi terlarang lainnya. Aris menegaskan, perubahan perilaku menjadi kunci utama dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Sementara itu, Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari memastikan pemerintah daerah akan segera melakukan normalisasi Sungai Kendal dalam waktu dekat. Langkah ini dinilai penting untuk mengurangi risiko luapan air akibat sumbatan sampah yang kerap berdampak pada jalan dan permukiman warga.

“Normalisasi ini bersifat perawatan rutin yang menjadi kewenangan kabupaten. Untuk penanganan permanen, kami tetap berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah,” jelas bupati yang akrab disapa Tika.

Baca Juga  Ujian Seleksi Tahap II Double Degree Australia–UIN Sunan Ampel Berjalan Lancar, 110 Peserta Ikuti TBS

Ia juga mengakui bahwa imbauan dan pembinaan kepada masyarakat sudah dilakukan berulang kali, namun belum sepenuhnya direspons optimal. Kondisi tersebut diperparah oleh faktor alam, seperti air rob dari laut serta limpasan air dari wilayah hulu yang membawa sampah dan tersangkut di aliran sungai.

Selain normalisasi, Pemkab Kendal akan mengintensifkan gerakan bersih lingkungan di sejumlah titik strategis. Program ini menjadi bagian dari upaya penataan wilayah agar lebih asri dan berkelanjutan, sekaligus sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto terkait gerakan Indonesia Asri.

“Di Kendal, kegiatan bersih lingkungan tidak hanya dilakukan setiap Jumat, tetapi juga Sabtu melalui program Bersatu Siaga. Harapannya, kepedulian terhadap kebersihan menjadi budaya bersama,” pungkasnya.

Baca Juga  Indonesia Kirim 48 Cabor ke SEA Games 33, Prabowo Tekankan Kebanggaan dan Kehormatan

Pewarta : Fuad Dwi

Editor : Zidnal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Penjual Nasi Bungkus di Brangsong Tiba-tiba Meninggal di Samping Warungnya
Akhir Penantian, Kendal Kini Punya Sekda Definitif
Puan Maharani Sebut Arah RAPBN 2027 Fokus pada Kebutuhan Rakyat
Tragedi di Sungai Batang Paparian, Pencari Lokan di Pasaman Barat Tewas Diterkam Buaya
Pelayanan SKCK di MPP Kendal Kembali Dibuka, Warga Kini Tak Perlu Antre Lama di Polres
Kecelakaan Bus Study Tour SMPN 2 Brangsong di Tol Cipali, Siswa Sempat Panik Saat Truk Tiba-tiba Oleng
Usai Juara Thailand Open, Leo/Daniel Ditantang Jaga Konsistensi di Turnamen Berikutnya
Menkeu Pastikan Rupiah Melemah Tak Sama dengan Krisis 1998, Investor Diminta Tak Panik

Berita Terkait

Rabu, 20 Mei 2026 - 17:57

Penjual Nasi Bungkus di Brangsong Tiba-tiba Meninggal di Samping Warungnya

Rabu, 20 Mei 2026 - 16:32

Akhir Penantian, Kendal Kini Punya Sekda Definitif

Rabu, 20 Mei 2026 - 13:12

Puan Maharani Sebut Arah RAPBN 2027 Fokus pada Kebutuhan Rakyat

Rabu, 20 Mei 2026 - 13:06

Tragedi di Sungai Batang Paparian, Pencari Lokan di Pasaman Barat Tewas Diterkam Buaya

Rabu, 20 Mei 2026 - 12:55

Pelayanan SKCK di MPP Kendal Kembali Dibuka, Warga Kini Tak Perlu Antre Lama di Polres

Berita Terbaru

Jawa Tengah

Akhir Penantian, Kendal Kini Punya Sekda Definitif

Rabu, 20 Mei 2026 - 16:32