IHSG Anjlok Hampir 5 Persen, Rupiah Melemah Jadi Beban Pasar Saham

- Pewarta

Senin, 18 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi - Pengunjung memotret layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (24/4/2026). IHSG pada Jumat (24/4) ditutup melemah 249,12 poin atau 3,38 persen ke posisi 7.129,49, sementara indeks LQ45 turun 25,12 poin atau 3,51 persen ke posisi 690,76. (Istimewa/Wawasannews)

Ilustrasi - Pengunjung memotret layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (24/4/2026). IHSG pada Jumat (24/4) ditutup melemah 249,12 poin atau 3,38 persen ke posisi 7.129,49, sementara indeks LQ45 turun 25,12 poin atau 3,51 persen ke posisi 690,76. (Istimewa/Wawasannews)

JAKARTA, Wawasannews.com – Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat menjadi salah satu faktor utama yang menekan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Senin (18/5/2026). Kondisi tersebut membuat IHSG sempat terkoreksi tajam hingga hampir lima persen.

Berdasarkan data perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG sempat melemah 320,76 poin atau 4,77 persen ke level 6.402,56 pada pukul 11.04 WIB.

Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menilai tekanan terhadap rupiah yang kini berada di kisaran Rp17.676 per dolar AS turut membebani sentimen investor di pasar modal domestik.

“Selain dipengaruhi pelemahan bursa global dan mayoritas pasar Asia yang terkoreksi, nilai tukar rupiah yang masih tertekan juga ikut menjadi beban bagi pergerakan IHSG,” ujar Herditya, Senin. (Dilansir dari antaranews)

Baca Juga  Ketua DPRD Kendal Mahfud Sodiq Ikuti Pemancangan Bambu Runcing di Makam Pejuang Boja

Tidak hanya faktor kurs, tekanan terhadap pasar saham Indonesia juga datang dari keputusan penyedia indeks global MSCI dan FTSE yang masih membekukan sejumlah saham Indonesia serta mengeluarkan beberapa emiten dari konstituen indeks mereka.

Kondisi tersebut diperkirakan memicu arus dana keluar (outflow) yang cukup besar dari pasar modal Indonesia pada akhir Mei 2026.

Di sisi lain, konflik geopolitik yang terus memanas di kawasan Timur Tengah turut mendorong harga minyak mentah dunia menembus level 100 dolar AS per barel. Situasi ini meningkatkan kekhawatiran investor terhadap potensi inflasi global dan perlambatan ekonomi.

Pengamat pasar modal Reydi Octa menilai pelemahan IHSG merupakan kombinasi tekanan global dan domestik, termasuk aksi jual investor asing yang kembali agresif pada saham-saham kapitalisasi besar.

Baca Juga  HUT ke-80 TNI AU, Gibran Dorong Perkuat Kekuatan Udara Indonesia

“Pasar saat ini masih berada dalam mode risk-off akibat eskalasi konflik Timur Tengah, pelemahan rupiah, serta tekanan teknikal domestik,” ujarnya.

Selain itu, FTSE juga memberikan sinyal penghapusan saham-saham dengan kategori High Shareholding Concentration (HSC), sehingga menambah kekhawatiran pasar terhadap potensi tekanan jual dari investor asing dan passive funds.

Pelaku pasar kini mencermati perkembangan nilai tukar rupiah, stabilitas geopolitik global, serta potensi kebijakan lanjutan pemerintah dan otoritas pasar dalam menjaga kepercayaan investor. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Skandal Dugaan Pemerasan THR, Delapan Pejabat RSUD Cilacap Diperiksa KPK
Harlah ke-92, GP Ansor Gemuh Gelar Turnamen Olahraga dan Pererat Solidaritas Kader
Pelantikan Bantara SMA NU 05 Brangsong Jadi Ajang Tempa Jiwa Kepemimpinan Pelajar
Terungkap! Korban Tertabrak KA Kargo di Ngampel Kendal Ternyata Warga Sukodono
KA Kargo Tabrak Pejalan Kaki di Rel Ngampel, Korban Tewas di Tempat
Pemkab Kendal Siap Bangun Jembatan Putus, Terkendala Rekomtek Provinsi
Nasabah Harus Tahu! Ini Ketentuan Saldo Minimum Bank Mandiri, BRI, dan BNI Terbaru
Dari Klantung ke Cepu, Sumur Minyak Rakyat Kendal Resmi Kirim Perdana Minyak Mentah

Berita Terkait

Senin, 18 Mei 2026 - 12:47

Skandal Dugaan Pemerasan THR, Delapan Pejabat RSUD Cilacap Diperiksa KPK

Senin, 18 Mei 2026 - 12:32

IHSG Anjlok Hampir 5 Persen, Rupiah Melemah Jadi Beban Pasar Saham

Senin, 18 Mei 2026 - 12:09

Harlah ke-92, GP Ansor Gemuh Gelar Turnamen Olahraga dan Pererat Solidaritas Kader

Senin, 18 Mei 2026 - 12:01

Pelantikan Bantara SMA NU 05 Brangsong Jadi Ajang Tempa Jiwa Kepemimpinan Pelajar

Minggu, 17 Mei 2026 - 19:49

Terungkap! Korban Tertabrak KA Kargo di Ngampel Kendal Ternyata Warga Sukodono

Berita Terbaru