Penelitian Ungkap Stres Ayah Sebelum Pembuahan Bisa Pengaruhi Pertumbuhan Anak

- Pewarta

Kamis, 28 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi -- Masalah stres pada pria. (Istimewa/Wawasannews)

Ilustrasi -- Masalah stres pada pria. (Istimewa/Wawasannews)

OPINI, Wawasannews.com – Sebuah penelitian dari Universitas Colorado Anschutz, Amerika Serikat, menemukan bahwa stres yang dialami ayah sebelum pembuahan dapat memengaruhi perkembangan awal anak.

Penelitian tersebut dipublikasikan dalam jurnal iScience dan dilaporkan melalui Neuroscience News, Rabu (27/5/2026).

Hasil riset menunjukkan stres berkepanjangan pada ayah dapat memicu perubahan biologis dalam sperma yang kemudian memengaruhi pertumbuhan anak sejak tahap awal perkembangan embrio.

Para peneliti menemukan adanya peningkatan molekul kecil bernama let-7f-5p pada sperma pria yang mengalami stres.

Molekul tersebut termasuk RNA non-coding kecil yang responsif terhadap tekanan psikologis.

Menurut para ilmuwan, molekul ini bukan mengubah DNA, tetapi membawa sinyal biologis yang dapat memengaruhi perkembangan embrio.

Penelitian dilakukan menggunakan tikus untuk melihat dampak biologis tersebut.

Dalam percobaan itu, peneliti meningkatkan kadar molekul let-7f-5p pada sel telur yang telah dibuahi agar menyerupai kondisi stres pada ayah.

Hasilnya, anak tikus jantan yang terpapar molekul lebih tinggi tumbuh lebih besar dan memiliki tulang lebih panjang meski pola makannya normal.

Penulis utama penelitian, Tracy Bale, mengatakan sperma ternyata tidak hanya membawa informasi genetik dari ayah.

Menurutnya, sperma juga dapat membawa sinyal biologis yang dipengaruhi pengalaman hidup seseorang, termasuk stres.

“Mereka membawa informasi tentang pengalaman seorang ayah yang dapat membentuk perkembangan awal dan kesehatan jangka panjang,” ujar Bale.

Ia menjelaskan stres berkepanjangan bisa muncul dari berbagai kondisi kehidupan sehari-hari.

Mulai dari merawat anggota keluarga yang sakit, tekanan pekerjaan, hingga masalah keuangan.

Kondisi tersebut disebut dapat meningkatkan kadar molekul tertentu dalam sperma.

Molekul itu kemudian diduga memengaruhi pengaturan pertumbuhan tubuh anak sebelum lahir.

Bale menggambarkan pengaruh stres ayah terhadap anak seperti proses diam-diam yang baru terlihat dampaknya di kemudian hari.

Sementara itu, Ketua Departemen Psikiatri Universitas Colorado Anschutz, Neill Epperson, mengatakan penelitian ini memperkuat bukti bahwa kondisi biologis sebelum pembuahan dapat berubah mengikuti pengalaman hidup seseorang.

Karena itu, pengalaman emosional dan tekanan mental dinilai bisa berdampak pada perkembangan awal keturunan.

Para peneliti juga menekankan pentingnya menjaga kondisi fisik dan mental sebelum merencanakan kehamilan.

Mengelola stres, menjaga pola makan, tidur cukup, dan mendapat dukungan emosional disebut dapat membantu menciptakan kondisi biologis yang lebih sehat.

Penelitian ini juga membuka pemahaman baru bahwa kesehatan calon ayah sama pentingnya dalam proses tumbuh kembang anak.

Bagi masyarakat Indonesia, termasuk di Jawa Tengah dan Kabupaten Kendal, hasil penelitian tersebut menjadi pengingat bahwa tekanan hidup dan stres berkepanjangan dapat berdampak lebih luas terhadap keluarga.

Karena itu, menjaga kesehatan mental dan keseimbangan hidup dinilai penting, bukan hanya bagi ibu, tetapi juga calon ayah sebelum memiliki anak. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Meta Resmi Ikuti Aturan Indonesia, Pengguna Instagram dan Facebook Wajib Usia 16 Tahun
Krisis Ganda Hantui Pantura Jawa, AHY Minta Penanganan Serius dan Cepat
Gaya Hidup 2026 Makin Sadar: Mental Health, Finansial, dan Fleksibilitas Jadi Kunci
Imbas Gejolak Global, Pertamina Naikkan Harga BBM Nonsubsidi Mulai Hari Ini
Normalisasi Candaan Seksual Disorot, Kasus di UI dan ITB Jadi Peringatan
Bukan Sekadar Jalan Cepat, Ini Fakta di Balik Jalan Tol di Indonesia
Layanan Medis Bergerak TNI Cegah Penyakit Pascabencana di Aceh dan Sumut
Waspada Virus Nipah, Kemenkes Imbau Masyarakat Hindari Konsumsi Buah Terbuka

Berita Terkait

Kamis, 28 Mei 2026 - 10:51

Penelitian Ungkap Stres Ayah Sebelum Pembuahan Bisa Pengaruhi Pertumbuhan Anak

Jumat, 15 Mei 2026 - 17:40

Meta Resmi Ikuti Aturan Indonesia, Pengguna Instagram dan Facebook Wajib Usia 16 Tahun

Senin, 4 Mei 2026 - 19:18

Krisis Ganda Hantui Pantura Jawa, AHY Minta Penanganan Serius dan Cepat

Sabtu, 2 Mei 2026 - 21:48

Gaya Hidup 2026 Makin Sadar: Mental Health, Finansial, dan Fleksibilitas Jadi Kunci

Sabtu, 18 April 2026 - 20:50

Imbas Gejolak Global, Pertamina Naikkan Harga BBM Nonsubsidi Mulai Hari Ini

Berita Terbaru