Krisis Ganda Hantui Pantura Jawa, AHY Minta Penanganan Serius dan Cepat

- Pewarta

Senin, 4 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan menggelar rapat koordinasi (rakor) bersama jajaran kementerian dan lembaga serta kepala daerah untuk membahas perlindungan pesisir pantai utara (Pantura Jawa, Senin (4/5/2026). wawasannews.com

Foto: Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan menggelar rapat koordinasi (rakor) bersama jajaran kementerian dan lembaga serta kepala daerah untuk membahas perlindungan pesisir pantai utara (Pantura Jawa, Senin (4/5/2026). wawasannews.com

*PANTURA JAWA, Wawasannews.com* – Kondisi pesisir Pantai Utara (Pantura) Jawa kini berada dalam situasi yang semakin mengkhawatirkan. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, mengungkapkan adanya tekanan besar yang berpotensi memicu krisis lingkungan dan ekonomi jika tidak segera ditangani secara serius.

Dalam rapat koordinasi yang melibatkan berbagai kementerian, lembaga, serta kepala daerah, AHY menyoroti fenomena penurunan permukaan tanah yang terjadi secara signifikan di sejumlah wilayah Pantura. Ia menyebutkan bahwa penurunan tanah dapat mencapai 15 hingga 20 sentimeter per tahun, dengan kondisi terparah terjadi di wilayah Jakarta dan Semarang.

Tidak hanya itu, kawasan Pantura juga menghadapi ancaman kenaikan permukaan air laut sebagai dampak dari pemanasan global. Kenaikan air laut yang berkisar antara 0,8 hingga 1,2 sentimeter per tahun memperparah risiko banjir rob yang berpotensi merusak permukiman warga dan infrastruktur penting di sepanjang pesisir.

AHY menjelaskan bahwa kombinasi penurunan tanah dan kenaikan air laut ini menjadi “tekanan ganda” yang sangat berbahaya. Jika tidak ada intervensi yang tepat, maka pada tahun 2050, kondisi Pantura diproyeksikan akan mengalami dampak yang jauh lebih parah, termasuk meluasnya wilayah yang terendam air laut.

Selain ancaman banjir, masyarakat di kawasan tersebut juga mulai menghadapi krisis air bersih. Kondisi ini menambah kompleksitas persoalan yang tidak hanya berkaitan dengan kelebihan air saat banjir, tetapi juga kekurangan air layak konsumsi untuk kebutuhan sehari-hari.

Lebih lanjut, AHY menegaskan bahwa dampak dari krisis di Pantura Jawa tidak hanya terbatas pada lingkungan, tetapi juga akan memengaruhi perekonomian nasional. Hal ini mengingat kontribusi kawasan Pantura terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia mencapai sekitar 27 persen.

Ia pun mengajak seluruh pihak untuk bergerak bersama dalam menjaga kawasan pesisir agar tidak mengalami kerusakan yang lebih parah. Upaya kolaboratif antara pemerintah pusat, daerah, serta masyarakat dinilai menjadi kunci dalam mengatasi berbagai tantangan yang ada.

Dengan berbagai ancaman yang terus meningkat, penanganan Pantura Jawa kini menjadi prioritas penting demi menjaga keberlanjutan lingkungan sekaligus stabilitas ekonomi Indonesia di masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Lewat FGD, DPRD Kendal Bangun Sinergi dengan Organisasi Kemasyarakatan untuk Perkuat Pembangunan Daerah
Mahfud Sodiq: 2.503 Anggota Pramuka Kendal Lolos Seleksi Ketat Raih Predikat Pramuka Garuda
PKB Kendal Gelar Ta’aruf dan Upgrading Pengurus, Bidik Hattrick Pemilu 2029
Kementan Salurkan Bantuan Alsintan dan Pompa Air di Kendal
Dengar Aspirasi Warga, Ketua Komisi C DPRD Kendal Dorong Program Agroforestry untuk Kurangi Risiko Banjir dan Longsor
Kendal Open Fair 2026 Ditutup dengan Kendal Bersholawat, Dikunjungi 462 Ribu Orang dan Catat Omzet Rp60,65 Miliar
Petani Muda Kendal Disiapkan Hadapi Era Pertanian Modern Berbasis AI
Usai Dipanggil Polda Jateng, DPRD Kendal Minta Mora Sandhy Tak Ikuti Agenda Kedewanan Sementara

Berita Terkait

Minggu, 2 Agustus 2026 - 07:18

Lewat FGD, DPRD Kendal Bangun Sinergi dengan Organisasi Kemasyarakatan untuk Perkuat Pembangunan Daerah

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 09:30

Mahfud Sodiq: 2.503 Anggota Pramuka Kendal Lolos Seleksi Ketat Raih Predikat Pramuka Garuda

Jumat, 31 Juli 2026 - 22:56

PKB Kendal Gelar Ta’aruf dan Upgrading Pengurus, Bidik Hattrick Pemilu 2029

Jumat, 31 Juli 2026 - 07:42

Kementan Salurkan Bantuan Alsintan dan Pompa Air di Kendal

Rabu, 29 Juli 2026 - 12:58

Kendal Open Fair 2026 Ditutup dengan Kendal Bersholawat, Dikunjungi 462 Ribu Orang dan Catat Omzet Rp60,65 Miliar

Berita Terbaru

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian RI, Andi Nur Alam Syah, menyerahkan secara simbolis bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari saat kunjungan kerja di Dukuh Saren, Desa Sidomukti, Kecamatan Weleri, Kabupaten Kendal, Kamis (30/7/2026). (Istimewa/Wawasannews)

Jawa Tengah

Kementan Salurkan Bantuan Alsintan dan Pompa Air di Kendal

Jumat, 31 Jul 2026 - 07:42