Lompatan Inovatif Pembelajaran IPAS di SD N 2 Ngampel Kulon: Dari Hafalan Kaku Menuju Eksplorasi 3D 

- Pewarta

Rabu, 9 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Guru Eka Sari Pancasilawati mendampingi siswa belajar Tata Surya dengan layar interaktif di SDN 2 Ngampel Kulon, Kendal. (Istimewa/Wawasannews)

Guru Eka Sari Pancasilawati mendampingi siswa belajar Tata Surya dengan layar interaktif di SDN 2 Ngampel Kulon, Kendal. (Istimewa/Wawasannews)

Bawa Angkasa Luar ke Dalam Kelas

KENDAL — Mengajarkan materi astronomi seperti Tata Surya kepada siswa sekolah dasar sering kali menghadapi tantangan besar. Konsep yang abstrak dan objek langit yang terpisah jarak jutaan kilometer sering membuat siswa kesulitan membayangkan kondisi sebenarnya jika hanya mengandalkan gambar dua dimensi di buku teks. Akibatnya, metode membaca dan menghafal yang kaku menjadi jalan pintas, meskipun kurang efektif untuk pemahaman jangka panjang.

Melihat kendala tersebut, Eka Sari Pancasilawati, S.Pd.SD., M.Pd., seorang guru berdedikasi di SD N 2 Ngampel Kulon, Kendal, meluncurkan sebuah terobosan pembelajaran berbasis teknologi interaktif. Melalui strategi Best Practice bertajuk “Transformasi Pembelajaran IPAS: Menggugah Rasa Ingin Tahu Siswa Melalui Eksplorasi Visual Interaktif Tata Surya Menggunakan IFP”, ruang kelas VI disulap menjadi wahana penjelajahan luar angkasa yang imersif.

Awal Masalah: Hanya 29% Siswa Paham Urutan Planet

Sebelum inovasi ini diterapkan, kondisi pembelajaran tergolong konvensional. Hasil asesmen awal menunjukkan capaian yang memprihatinkan: dari total 17 siswa kelas VI, hanya 5 siswa (29,41%) yang sanggup mengurutkan planet-planet dalam Tata Surya secara akurat. Sebanyak 12 siswa lainnya sering tertukar menentukan posisi planet dari Matahari.

“Siswa cenderung hanya menghafal nama-nama planet tanpa memahami hubungan posisi dan karakteristik visualnya. Buku cetak memberikan informasi yang cukup, tetapi gambaran visualnya masih terbatas,” terang Eka Sari.

Solusi Cerdas: Kolaborasi Papan Pintar IFP dan Kecerdasan Buatan (AI)

Untuk meruntuhkan tembok kendala tersebut, sekolah mengoptimalkan penggunaan Interactive Flat Panel (IFP) — papan tulis digital interaktif berukuran besar. Melalui media simulasi 3D yang ditampilkan di layar IFP, para siswa dapat memutar, memperbesar, serta mengamati pergerakan planet dan Matahari secara langsung dan nyata.

Tidak berhenti di situ, guru juga memanfaatkan Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) secara etis dan bertanggung jawab. Teknologi AI difungsikan sebagai asisten pribadi guru dalam menyusun variasi soal kuis interaktif, pertanyaan pemantik, serta materi pengayaan yang adaptif sesuai tingkat pemahaman siswa.

Metode 6 Langkah: “Lihat – Amati – Pahami – Urutkan – Mainkan – Refleksikan”

Proses pembelajaran dirancang dengan pendekatan berpusat pada siswa (student-centered) melalui enam tahapan utama:

1. Lihat: Menampilkan visualisasi Tata Surya interaktif pada layar layar IFP.

2. Amati: Siswa mengeksplorasi bentuk dan posisi planet secara tiga dimensi.

3. Pahami: Guru memfasilitasi pendalaman materi dan ruang diskusi aktif.

4. Urutkan: Siswa maju ke depan kelas untuk menyusun urutan planet langsung di layar touch-screen IFP.

5. Mainkan: Melakukan kuis interaktif berbasis permainan edukatif.

6. Refleksikan: Mengulas bersama hasil temuan dan pemahaman yang didapat.

Hasil Fantastis: Pemahaman Siswa Melesat Hingga 82%

Dampak dari transformasi digital ini sangat terasa pada evaluasi akhir. Jumlah siswa yang berhasil mengurutkan planet dengan benar melonjak drastis dari 5 siswa menjadi 14 siswa. Persentase ketuntasan belajar melesat tinggi dari 29,41% menjadi 82,35%, mencatatkan kenaikan signifikan sebesar 52,94%.

Selain peningkatan nilai kuantitatif, suasana kelas menjadi jauh lebih hidup. Siswa tidak lagi pasif mendengarkan, melainkan aktif bertanya, berdiskusi, dan antusias berebut maju ke depan untuk mencoba fitur interaktif pada IFP.

Inspirasi Bagi Pendidik Lain

Praktik baik yang diterapkan di SD N 2 Ngampel Kulon ini membuktikan bahwa kehadiran teknologi mutakhir di sekolah tidak otomatis menjamin keberhasilan belajar tanpa dipadukan dengan strategi pedagogis yang tepat.

Inovasi ini diharapkan menjadi pemantik inspirasi bagi komunitas guru maupun Kelompok Kerja Guru (KKG) di Kecamatan Ngampel dan kecamatan-kecamatan lain di Kabupaten Kendal dan sekitarnya untuk mereplikasi metode serupa pada materi abstrak lainnya, seperti sistem organ manusia, rantai makanan, hingga siklus air.

Penulis : Eka Sari Pancasilawati, S.Pd.SD., M.Pd

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Polres Kendal Jemput Bola Cari Penderita TB Paru, Tracing Dilakukan dari Rumah ke Rumah
Penelitian Ungkap Stres Ayah Sebelum Pembuahan Bisa Pengaruhi Pertumbuhan Anak
Meta Resmi Ikuti Aturan Indonesia, Pengguna Instagram dan Facebook Wajib Usia 16 Tahun
Krisis Ganda Hantui Pantura Jawa, AHY Minta Penanganan Serius dan Cepat
Gaya Hidup 2026 Makin Sadar: Mental Health, Finansial, dan Fleksibilitas Jadi Kunci
Imbas Gejolak Global, Pertamina Naikkan Harga BBM Nonsubsidi Mulai Hari Ini
Normalisasi Candaan Seksual Disorot, Kasus di UI dan ITB Jadi Peringatan
Bukan Sekadar Jalan Cepat, Ini Fakta di Balik Jalan Tol di Indonesia

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 18:55

Lompatan Inovatif Pembelajaran IPAS di SD N 2 Ngampel Kulon: Dari Hafalan Kaku Menuju Eksplorasi 3D 

Selasa, 9 Juni 2026 - 13:55

Polres Kendal Jemput Bola Cari Penderita TB Paru, Tracing Dilakukan dari Rumah ke Rumah

Kamis, 28 Mei 2026 - 10:51

Penelitian Ungkap Stres Ayah Sebelum Pembuahan Bisa Pengaruhi Pertumbuhan Anak

Jumat, 15 Mei 2026 - 17:40

Meta Resmi Ikuti Aturan Indonesia, Pengguna Instagram dan Facebook Wajib Usia 16 Tahun

Senin, 4 Mei 2026 - 19:18

Krisis Ganda Hantui Pantura Jawa, AHY Minta Penanganan Serius dan Cepat

Berita Terbaru

Wakil Bupati Kendal Benny Karnadi menyampaikan sambutan Bupati Kendal dalam Rapat Paripurna DPRD Kendal, Rabu (9/9/2026). Foto : Zidnal/Wawasannews

Jawa Tengah

Kendal Bersiap Terapkan Aturan Kawasan Tanpa Rokok

Kamis, 10 Sep 2026 - 13:55

Secret Link