Usai Lebaran, Rupiah Langsung Melemah ke Level Rp16.928

- Pewarta

Rabu, 25 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Uang Rupiah, Wawasannews.com

Uang Rupiah, Wawasannews.com

JAKARTA, Wawasannews.com – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali menunjukkan pelemahan pada pembukaan perdagangan Rabu (25/3) pagi. Mata uang Garuda tercatat berada di level Rp16.928 per dolar AS, atau turun sekitar 30 poin setara 0,18 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.

Pelemahan rupiah ini terjadi di tengah pergerakan mata uang global yang cenderung bervariasi, baik di kawasan Asia maupun negara-negara maju. Di Asia, sejumlah mata uang justru mencatatkan penguatan. Yuan China menguat sebesar 0,11 persen, dolar Hong Kong naik tipis 0,02 persen, dan won Korea Selatan menguat cukup signifikan sebesar 0,41 persen.

Namun, tidak semua mata uang di kawasan Asia mengalami penguatan. Yen Jepang tercatat melemah tipis sebesar 0,03 persen, sementara dolar Singapura bergerak stabil tanpa perubahan berarti.

Sementara itu, pergerakan mata uang utama negara maju juga menunjukkan tren yang beragam. Euro Eropa dan poundsterling Inggris tercatat stagnan pada perdagangan pagi ini. Di sisi lain, franc Swiss melemah 0,03 persen dan dolar Kanada turun 0,04 persen. Berbeda dengan mata uang lainnya, dolar Australia justru berhasil menguat sebesar 0,27 persen.

Pengamat pasar keuangan sekaligus Presiden Direktur Doo Financial Futures, Ariston Tjendra, menilai bahwa tekanan terhadap rupiah masih cukup kuat, terutama dipengaruhi oleh faktor eksternal. Salah satu faktor utama adalah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah yang mendorong pelaku pasar global untuk beralih ke aset yang lebih aman, seperti dolar AS.

Menurutnya, kondisi ini membuat permintaan terhadap dolar AS meningkat sehingga memberikan tekanan terhadap mata uang negara berkembang, termasuk rupiah. Selain itu, kenaikan harga minyak mentah dunia turut menjadi faktor tambahan yang membebani rupiah.

Harga minyak yang tinggi menyebabkan Indonesia harus mengeluarkan lebih banyak devisa dalam bentuk dolar AS untuk memenuhi kebutuhan impor energi. Hal ini secara tidak langsung meningkatkan permintaan dolar di dalam negeri, yang pada akhirnya menekan nilai tukar rupiah.

Situasi global yang belum stabil diperkirakan masih akan menjadi sentimen utama dalam pergerakan rupiah ke depan. Pelaku pasar pun cenderung bersikap hati-hati sambil mencermati perkembangan geopolitik serta dinamika harga komoditas global, khususnya minyak mentah.

Dengan kondisi tersebut, rupiah berpotensi masih mengalami fluktuasi dalam jangka pendek, terutama jika tekanan eksternal belum mereda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Janji Cincin dan Tas Berujung Maut, Pria di Kendal Bunuh Selingkuhan lalu Buang Jasad ke Selokan
Dana Cadangan Pilkada 2029 Mulai Disiapkan, DPRD Kendal Ingatkan Pembangunan Jangan Terganggu
Tekan Stunting Lebih Cepat, Cak Imin Dukung MBG Fokus ke Ibu Hamil dan Balita
Ketua DPRD Kendal Berbaur dengan Massa Aksi Tolak Tambang Tunggulsari, Janji Usut Dugaan Keterlibatan Oknum Dewan
Jelang Muktamar NU, Kita Muda Nahdliyin Deklarasikan Dukungan untuk Gus Yusuf
Hari Pertama Traffic Light Pelabuhan Kendal Beroperasi, Pengendara Masih Bingung dan Terobos Lampu Merah
Khitan Ceria Lazismu Kendal Bantu 202 Anak, Ringankan Beban Keluarga Kurang Mampu
Ambil Rokok yang Jatuh ke Sungai, Pemuda Patebon Ditemukan Meninggal di Sungai Bodri

Berita Terkait

Selasa, 23 Juni 2026 - 18:16

Janji Cincin dan Tas Berujung Maut, Pria di Kendal Bunuh Selingkuhan lalu Buang Jasad ke Selokan

Selasa, 23 Juni 2026 - 13:16

Dana Cadangan Pilkada 2029 Mulai Disiapkan, DPRD Kendal Ingatkan Pembangunan Jangan Terganggu

Selasa, 23 Juni 2026 - 12:53

Tekan Stunting Lebih Cepat, Cak Imin Dukung MBG Fokus ke Ibu Hamil dan Balita

Senin, 22 Juni 2026 - 21:48

Ketua DPRD Kendal Berbaur dengan Massa Aksi Tolak Tambang Tunggulsari, Janji Usut Dugaan Keterlibatan Oknum Dewan

Senin, 22 Juni 2026 - 18:48

Jelang Muktamar NU, Kita Muda Nahdliyin Deklarasikan Dukungan untuk Gus Yusuf

Berita Terbaru