KENDAL, Wawasannews.com – Ratusan pesilat Perguruan Pencak Silat Harimau Putih dari berbagai daerah di Indonesia menghadiri kegiatan Suran Akbar dan Doa Bersama yang digelar di Kaliwungu, Kabupaten Kendal, Minggu (21/6/2026). Dalam agenda tersebut, sebanyak 60 warga baru resmi disahkan menjadi bagian dari perguruan pencak silat asli Kendal yang berpusat di Kaliwungu.
Kegiatan yang diikuti sekitar 500 hingga 600 peserta ini menjadi ajang silaturahmi antaranggota sekaligus memperkuat nilai persaudaraan, kebangsaan, dan pelestarian budaya pencak silat. Acara juga dirangkai dengan pergantian kepemimpinan perguruan.
Guru Besar Pencak Silat Asli Kendal KH Muhammad Tommy Fadlurahman mengingatkan seluruh anggota untuk menjaga nama baik perguruan, menghormati kedua orang tua, serta menjadikan pencak silat sebagai sarana olahraga dan pembentukan karakter.
Menurutnya, pencak silat harus menjadi wadah untuk membangun kedisiplinan dan sikap positif dalam kehidupan sehari-hari. Ia juga menekankan pentingnya menjunjung tinggi nilai-nilai yang menjadi dasar perguruan, seperti cinta Tanah Air, cinta ulama, cinta guru, serta menghormati orang tua.
KH Muhammad Tommy Fadlurahman menjelaskan, Perguruan Pencak Silat Harimau Putih merupakan salah satu perguruan pencak silat asli Kabupaten Kendal yang didirikan oleh KH Istihar. Seiring waktu, perguruan tersebut berkembang ke berbagai daerah di Indonesia melalui para santri yang pernah menimba ilmu di Kaliwungu.
Setelah kembali ke daerah masing-masing, para santri mengajarkan dan mengembangkan pencak silat Harimau Putih sehingga kini telah memiliki cabang di berbagai wilayah Indonesia, bahkan telah merambah hingga Jepang.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Perguruan Pencak Silat Harimau Putih periode 2018–2026 KH Nur Khafidhin menyerahkan estafet kepemimpinan kepada Iskarim Rahmat. Ia berharap Suran Akbar dapat menjadi agenda tahunan berskala nasional yang mempertemukan seluruh pesilat Harimau Putih dari berbagai daerah.
Peserta yang hadir berasal dari sejumlah wilayah, di antaranya Kabupaten Malang, Kota Semarang, Salatiga, Kudus, Demak, Batang, Kabupaten Pekalongan, Tegal, Brebes, Wonosobo, hingga Cirebon.
Selain menjadi ajang mempererat persaudaraan antaranggota, kegiatan ini juga diharapkan dapat memperkenalkan pencak silat asli Kendal kepada masyarakat yang lebih luas. Kehadiran ratusan peserta dari luar daerah turut memberikan dampak bagi aktivitas masyarakat setempat selama kegiatan berlangsung.
Rangkaian Suran Akbar ditutup dengan doa bersama serta pertunjukan seni tradisional Barong dan Reog Budhoyo Mudo Taliwongso yang menambah semarak acara.(Red)






