KENDAL, WawasanNews.com – Niat mengambil rokok yang terjatuh ke Sungai Bodri berujung petaka bagi Hendro Saputro (19), warga Desa Bangunsari, Kecamatan Patebon. Pemuda tersebut ditemukan meninggal dunia setelah sebelumnya dilaporkan tenggelam dan hilang di aliran Sungai Bodri.
Korban ditemukan pada Minggu (21/6) sekitar pukul 09.00 WIB oleh warga yang sedang menjaring ikan di sekitar lokasi kejadian. Penemuan tersebut sekaligus mengakhiri operasi pencarian yang dilakukan tim gabungan sejak sehari sebelumnya.
Korban pertama kali ditemukan oleh Parno (53), warga setempat. Saat itu ia sedang menjaring ikan tidak jauh dari titik korban dilaporkan tenggelam. Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada tim pencarian yang langsung melakukan evakuasi.
Kasi Kedaruratan dan Kesiapsiagaan BPBD Kendal, Iwan Sulistyo, mengatakan setelah korban ditemukan, operasi pencarian dan pertolongan resmi ditutup.
“Korban ditemukan warga di sekitar lokasi kejadian. Selanjutnya dievakuasi dan diserahkan kepada keluarga. Operasi SAR gabungan kemudian ditutup,” ujarnya.
Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, peristiwa bermula pada Sabtu (20/6) sore ketika korban sedang berada di tepi Sungai Bodri bersama rekannya. Saat itu rokok milik korban diduga terjatuh ke sungai.
Korban kemudian berusaha mengambil rokok tersebut dengan turun ke sungai. Namun karena tidak memiliki kemampuan berenang, korban diduga kesulitan menyelamatkan diri hingga akhirnya tenggelam.
Seorang warga bernama Agustinus yang sedang mencari rumput di sekitar lokasi sempat mendengar teriakan pemancing yang meminta pertolongan karena ada anak tenggelam. Ia mengaku sempat melihat tangan korban melambai di permukaan air.
Agustinus kemudian berusaha memberikan pertolongan dengan menyelam ke sungai. Namun saat dirinya tiba di lokasi, korban sudah tidak terlihat lagi.
Laporan kejadian selanjutnya diterima BPBD Kendal dari Pemerintah Desa Bangunsari. Tim gabungan segera diterjunkan untuk melakukan pencarian dengan menyisir aliran Sungai Bodri.
Operasi pencarian melibatkan BPBD Kendal, Basarnas, Satpolairud, Pos TNI AL Kendal, Koramil Patebon, Polsek Patebon, PMI, Damkar Kendal, pemerintah desa, relawan, serta warga sekitar.
Pencarian dilakukan dengan membagi empat Search and Rescue Unit (SRU). Tiga SRU melakukan penyisiran menggunakan perahu karet di sepanjang alur sungai, sedangkan satu SRU melakukan pencarian melalui jalur darat di sekitar lokasi kejadian.
Menurut Iwan, proses pencarian sempat mengalami kendala karena minimnya informasi dari saksi terkait titik pasti lokasi korban tenggelam.
Ia mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati saat beraktivitas di sekitar sungai dan tidak mengambil tindakan yang berisiko terhadap keselamatan diri.
“Kami mengingatkan masyarakat untuk selalu mengutamakan keselamatan. Jangan turun ke sungai apabila tidak memiliki kemampuan berenang atau tanpa perlengkapan keselamatan yang memadai,” tegasnya. (red)






